Penyakit Katup Jantung: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

katup-jantung-doktersehat

DokterSehat.Com – Jantung manusia memiliki 4 buah katup yang jika berfungsi dengan normal–katup jantung atau biasa disebut juga klep jantung akan mengalirkan darah melewati ruang jantung dan mencegah aliran yang tidak diinginkan.

Apa Itu Katup Jantung?

Katup jantung sendiri letaknya di pintu-pintu keluar dari keempat ruangan jantung dan mempertahankan satu arah aliran darah di dalam jantung. Fungsi katup jantung memastikan bahwa darah mengalir dengan bebas pada satu arah aliran dan tidak adanya aliran balik yang bocor.

Darah mengalir dari atria (serambi) kanan dan atria kiri menuju ventricles (bilik) melalui klep tricuspid dan klep mitral yang terbuka. Ketika ventricles penuh, maka klep tricuspid dan klep mitral menutup. Ini mencegah darah mengalir balik ke atria ketika ventricles berkontraksi.

Ketika ventricles mulai berkontraksi, maka klep pulmonic dan klep aortic dipaksa buka dan darah dipompa keluar dari ventricles melalui klep-klep yang terbuka masuk ke dalam arteri pulmonary menuju ke paru-paru, aorta dan keseluruh tubuh.

Ketika ventricles selesai dengan kontraksi dan mulai rileks, katup-katup aortic dan pulmonary menutup. Katup-katup ini mencegah darah mengalir balik ke ventricles. Pola ini diulangi terus menerus, menyebabkan darah mengalir terus menerus ke jantung, paru-paru dan tubuh.

Penyebab Penyakit Katup Jantung

Sebelum menjelaskan mengenai fungsi katup jantung, hal-hal penting yang perlu Anda ketahui adalah kelainan katup jantung bisa terjadi pada mereka yang baru lahir atau kondisi klep jantung bocor saat memasuki usia dewasa–yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau infeksi.

Berikut ini adalah penyebab utama munculnya gangguan katup jantung, di antaranya:

1. Insufisiensi katup jantung atau regurgitasi

Insufisiensi katup jantung atau regurgitasi biasa dikenal masyarakat umum dengan sebutan katup jantung bocor. Kelainan katup jantung ini terjadi saat katup jantung tidak bisa menutup dengan baik.

Kondisi katup jantung bocor ini membuat darah kembali mengalir ke ruangan jantung sebelumnya, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah darah yang dialirkan ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa terjadi di keempat katup jantung dan memicu kerusakan otot jantung.

2. Stenosis katup jantung

Gangguan ini terjadi ketika klep jantung tidak dapat terbuka dengan baik akibat katup yang menjadi kaku, menebal, atau saling menempel. Kondisi ini membuat darah tidak dapat mengalir ke ruangan selanjutnya atau seluruh tubuh, yang kemudian memicu otot jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga dapat timbul gagal jantung pada penderitanya.

Keadaan ini dapat terjadi pada keempat katup jantung, sehingga penamaan penyakitnya mengikuti nama katup jantung yang terkena gangguan. Misalnya stenosis katup trikuspid, stenosis katup pulmonal, stenosis katup mitral, atau stenosis katup aorta.

3. Demam rematik

Penyakit katup jantung juga bisa disebabkan oleh penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik sendiri terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus beta Hemolitikus Grup A. Bakteri yang umumnya menyerang anak-anak dan menginfeksi bagian tenggorokan ini akan diikuti reaksi sistem imunitas tubuh.

Kondisi ini akan membuat sistem imun menyerang katup jantung yang secara antigenik mirip dengan bakteri. Selain jantung, demam rheumatik bisa menyerang kulit, otak dan sendi.

Selain tiga penyebab di atas, penyebab penyakit katup jantung lainnya dapat diakibatkan oleh:

  • Penyakit autoimun.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Endokarditis (infeksi bakteri pada jantung).
  • Menumpuknya kalsium di dalam tubuh, hal ini bisa disebabkan usia pada katup.
  • Dipengaruh penyakit lain seperti penyakit Paget’s dan fabry’s, dan penyakit ginjal stadium akhir.
  • Proses degeneratif yang tidak di ketahui penyebabnya seperti katup mitral prolaps.
  • Penyebab yang jarang (misalnya trauma toraks, tumor di jantung yang menyebabkan terganggunya katup jantung)

Sementara itu, jika gangguan katup jantung terjadi pada anak-anak, penyakit ini biasanya sudah terjadi sejak lahir atau bawaan lahir.

Jenis Penyakit Klep Jantung

Berikut adalah beberapa jenis penyakit katup jantung, di antaranya:

  • Valvular stenosis

Kondisi ini terjadi ketika keterbukaan katup lebih kecil dari normal karena kelopak katup menjadi kaku (stiff). Pembukaan yang menyempit dapat menyebabkan jantung harus bekerja berat untuk memompa darah. Hal ini dapat menuju ke gagal jantung atau gejala lainnya.

Semua keempat katup dapat stenotic (mengeras, membatasi aliran darah). Kondisi-kondisi ini disebut tricuspid stenosis, pulmonic stenosis, mitral stenosis atau aortic stenosis.

  • Valvular insufficiency

Kondisi ini juga disebut regurgitation, incompetence atau leaky valve (katup bocor). Ini terjadi karena suatu katup tidak menutup dengan rapat. Jika katup tidak tertutup rapat, maka ada bagian darah yang mengalir balik melalui katup.

Ketika katup jantung bocor ini menjadi parah, maka jantung harus bekerja keras untuk mengatasi kebocoran katup dan lebih sedikit darah yang mengalir ke sisa tubuh lainnya. Hal ini tergantung dari katup mana yang terkena, kondisi ini memiliki beberapa penyebutan seperti tricuspid regurgitation, pulmonary regurgitation, mitral regurgitation atau aortic regurgitation.

Gejala Penyakit Katup Jantung

Perlu diketahui, keluhan masalah katup jantung setiap orang berbeda-beda. Kondisi katup jantung bocor tergantung dari jenis, berat dan area jantung yang terkena. Selain itu, katup jantung bocor yang berat tidak menimbulkan menimbulkan gejala dalam jangka lama, sehingga sering kali penderita tidak merasakan perubahan penyakit menjadi semakin berat.

Meski begitu, kondisi ini justru semakin memperparah kerusakan jantung, bahkan menyebabkan kelainan otot jantung yang permanen. Berikut ini adalah beberapa gejala umum gangguan katup jantung yang bisa dikenali, di antaranya:

1. Sesak napas

Munculnya sesak napas adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan, terutama ketika Anda sedang aktif atau sedang berbaring di tempat tidur . Jika Anda mengalami hal ini, segera tidur diatas tumpukan bantal untuk bernapas lega.

2. Lesu disertai pusing

Gejala lainnya yang bisa terjadi adalah kelesuan. Anda mungkin merasa terlalu lemah untuk mengerjakan pekerjaan harian. Selain itu, rasa pusing juga dapat terjadi dan pada beberapa kasus, kehilangan kesadaran mungkin merupakan dampak lanjutan yang bisa terjadi.

3. Rasa tidak nyaman di dada

Anda mungkin merasakan suatu tekanan atau beban di dada. Rasa tidak nyaman ini biasanya muncul ketika Anda melakukan aktivitas di udara yang dingin.

4. Palpitasi

Palpitasi adalah sebuah kondisi ketika jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan, palpitasi dapat dirasakan di dada dan leher.

5. Edema

Edema adalah pembengkakan berlebih yang terjadi di bagian kaki atau area perut sebagai akibat dari tersumbatnya cairan. Kondisi ini membuat berat badan meningkat dengan cepat.

Diagnosis Penyakit Katup Jantung

Diagnosis yang dilakukan oleh dokter biasanya dengan melakukan tes fisik. Tes fisik dilakukan dengan mendengar suara jantung ketika membuka dan menutup katup. Murmur adalah suara mendesis yang dibuat oleh darah mengalir melewati klep stenosis. Dokter juga dapat memberitahu jika jantungnya membesar atau denyut jantungnya tidak beraturan.

Selain itu, dokter juga akan mendengar suara di paru-paru apakah ada cairan tertahan di paru-paru, sebuah kondisi yang menandakan jantung Anda tidak dapat memompa seperti seharusnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lainnya, antara lain:

  • Echocardiography.
  • Transesophageal Echocardiography.
  • Cardiac Catheterization atau juga disebut angiogram
  • Radionuclide Scans.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI ).

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, dokter dapat melihat kemajuan penyakit klep jantung. Temuan ini dapat membantu dalam membuat keputusan tentang perawatan yang harus dilakukan.

Pengobatan Penyakit Katup Jantung

Perawatan untuk gangguan katup jantung tergantung dari tipe dan seberapa buruk penyakit. Ada tiga tujuan dari perawatan penyakit katup jantung: melindungi katup jantung dari kerusakan lebih lanjut, mengurangi gejala-gejala dan memperbaiki atau mengganti kondisi katup.

Jika Anda mempunyai penyakit katup jantung, maka Anda berisiko untuk mengembangkan endokarditis, suatu infeksi di lapisan bagian dalam jantung. Sementara itu, orang-orang dengan mitral valve prolapse tanpa penebalan atau kebocoran, tidak berisiko mengembangkan endokarditis.

Meski begitu, Anda tetap berisiko untuk endokarditis walaupun katup jantung Anda sudah diperbaiki atau diganti melalui operasi. Langkah perlindungan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Saat ingin melakukan perawatan gigi, beritahu dokter gigi bahwa bahwa Anda mempunyai gangguan katup jantung.
  • Segera kunjungi dokter jika Anda mendapat gejala-gejala infeksi (sakit tenggorokan, demam, seluruh tubuh sakit)
  • Minumlah antibiotik sebelum Anda menjalankan prosedur yang dapat menyebabkan perdarahan seperti pengerjaan pada gigi (sekalipun untuk pembersihan yang mendasar untuk gigi), tes invasiv (tes apa saja yang menyangkut darah atau perdarahan) dan operasi kecil atau besar.

Anda mungkin diresepkan obat-obatan untuk merawat gejala-gejala dan untuk mengurangi kemungkinan dari kerusakan katup yang lebih lanjut. Beberapa obat-obatan mungkin diberhentikan setelah Anda menjalani operasi katup. Obat-obatan yang lain mungkin diperlukan untuk diminum seumur hidup, seperti:

  • Diuretik. mengeluarkan cairan berlebihan dari jaringan dan aliran darah, serta mengurangi gejala dari gagal jantung.
  • Obat-obatan antiaritmia. Dikonsumsi untuk mengontrol irama jantung.
  • Vasodilator. mengurangi kerja jantung sekaligus merangsang darah untuk mengalir kearah depan dari pada ke arah belakang melalui suatu katup yang bocor.
  • ACE inhibitors. Suatu tipe dari vasodilators yang mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung.
  • Beta blockers. Mengobati tekanan darah tinggi dan mengurangi kerja jantung dengan membantu jantung berdenyut lebih perlahan dan dengan kekuatan yang lebih kecil. Digunakan untuk mengurangi palpitasi pada beberapa pasien.
  • Antikoagulan (pengencer darah). Memperpanjang waktu penggumpalan dari darah, jika Anda berisiko mengembangkan penggumpalan darah pada katup jantung.