Penyakit Kista – Gejala, Penyebab, Mengobati

Penyakit kista adalah momok bagi para wanita.

DokterSehat.Com – Kista adalah masalah kesehatan akibat adanya suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi air.

Penyebab kista pada wanita merupakan organ yang paling sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan kasus, kista adalah penyakit yang justru tidak memerlukan operasi untuk penyembuhannya.

Meskipun demikian, pengetahuan tentang apa itu penyakit kista adalah hal yang perlu diketahui secara mendetail oleh setiap wanita yang peduli pada kesehatannya. Keberadaan penyakit kista pada wanita bisa menjadi salah satu gangguan kesehatan yang serius hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika seorang wanita yang menderita penyakit kista tersebut sedang mengalami datang bulan atau menstruasi.

Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang.

Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Kista adalah gangguan pada proses ovulasi tersebut.

Penyebab Kista pada Wanita

Setelah mengetahui apa itu kista, mari telusuri lebih dalam tentang penyebab kista pada wanita.

  • Paling umum, penyebab kista adalah tumor
  • kondisi genetik
  • infeksi
  • Pada kasus tertentu, penyebab kista adalah kesalahan pada perkembangan embrio
  • cacat sel
  • Peradangan yang sangat parah
  • Parasit
  • cedera

Kebanyakan penyebab kista adalah tumor jinak karena adanya halangan pada sistem pembuangan air dari dalam tubuh yang terjadi secara alami. Akan tetapi, beberapa penyakit kista bisa menjadi tumor yang tumbuh dalam sebuah tumor.

4 Macam Jenis Penyakit Kista pada Wanita

Setelah mengetahui apa itu penyakit kista pada wanita, tentu Anda harus mengetahui jenis penyakit kista. Penyakit kista adalah penyakit yang bisa dibedakan menjadi 4 macam kista indung telur: Kista ovarium (kista fungsional), dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma).

1. Penyakit Kista Ovarium (Kista Fungsional)

Penyakit kista ovarium adalah kantong cairan yang mengendap di dalam ovarium wanita. Ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita sehingga gangguan pada bagian tubuh ini disebut dengan kista ovarium.

Sel kista ovarium yang berjenis kista fungsional merupakan penyakit kista yang umum dan dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Akan tetapi kista patologis memiliki sifat kanker.

2. Penyakit Kista Dermoid

Penyakit kista dermoid adalah kantong yang terbentuk pada kulit tubuh wanita, terdiri dari struktur jaringan kulit, kelenjar keringat, folikel rambut, jaringan saraf, atau gigi.

Kista dermoid berbentuk seperti benjolan di permukaan kulit.

3. Penyakit Kista Coklat Endometriosis

Kista Coklat Endometriosis disebut kista coklat karena gejalanya ditandai dengan hadirnya cairan berwarna cokelat kemerahan.

4. Kista Kelenjar Cystadenoma

Penyakit kista kelenjar cystadenoma merupakan tumor jinak yang muncul ke permukaan ovarium berukuran besar.

Sebagian besar penyakit kista pada wanita adalah kasus yang muncul tanpa gejala kista dan diketahui secara kebetulan pada waktu periksa dokter. Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain.

Gejala khas yang muncul jika terjadi penyakit kista adalah:

Gejala Kista Ovarium (Kista Fungsional)

Sering muncul tanpa gejala kista. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia bisa mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.

Gejala Kista Dermoid

Penyebab penyakit kista dermoid adalah karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala kista berupa rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

Gejala Kista Cokelat (endometrioma)

Penyebab penyakit kista jenis endometrioma adalah lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala kista utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid atau sexual intercourse.

Gejala Kistadenoma

Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala kista yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ”beser”.

Apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya?

Setelah mengetahui apa itu penyakit kista dan gejala kista pada perempuan, muncul pertanyaan paling penting tentang penyakit kista, yaitu apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya.

Salah satu bahaya yang ditakuti tentang penyakit kista adalah jika kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering terjadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun.

Bahaya lain dari penyakit kista adalah apabila terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.

Salah satu saran terbaik untuk mendeteksi dini keberadaan kista adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter secara periodik, memerhatikan gejala kista, dan menghindari aktivitas yang dapat menjadi penyebab kista sehingga seorang wanita bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan pada tubuhnya, termasuk mengantisipasi penyebab kista pada wanita.