Muncul Keringat Dingin? Waspadai Penyakit Ini

penyebab-keringat-dingin-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/peachykikay

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, saat tubuh mengeluarkan keringat hal itu adalah sebuah proses alami yang terjadi untuk menyesuaikan antara suhu tubuh dan lingkungan. Namun, jika yang Anda alami keringat dingin, kondisi ini bisa mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan. Apa penyebab keringat dingin?

Perbedaan Keringat Biasa dan Keringat Dingin

Sebelum menjelaskan lebih jauh mengenai penyakit yang berkaitan dengan keringat dingin, perlu diketahui bahwa keringat dingin bukanlah suatu penyakit, namun gejala yang umum terjadi dari kondisi yang mendasarinya.

Pada normalnya, keringat akan keluar saat tubuh melakukan kegiatan yang banyak menyita tenaga, suhu udara yang panas, emosi, grogi, demam, atau konsumsi makanan pedas. Sementara saat muncul keringat dingin, yang Anda rasakan justru merasa kedinginan.

Keringat dingin pada umumnya muncul di telapak tangan, kaki, ketiak dan bawah lengan. Selain munculnya keringat, gejala lain yang bisa menyertai adalah kulit terlihat pucat, pusing, menggigil, perut terasa mual dan tentunya kulit terasa dingin.

Kaitan Antara Keringat Dingin dan Penyakit

Terdapat banyak faktor yang bisa menjadi penyebab keringat dingin. Beberapa faktor tersebut dapat berupa kondisi psikologis atau adanya gangguan fisik. Berikut adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan keringat dingin, di antaranya:

1. Hipoglikemia

Penyebab keringat dingin yang pertama adalah hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi yang membuat kadar gula darah turun hingga jauh di bawah normal. Penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip dengan kekurangan oksigen sehingga mengeluarkan keringat dingin.

Kondisi hipoglikemia bisa terjadi pada mereka yang menderita diabetes. Selain itu, jika Anda tidak makan dalam waktu yang lama, maka kadar gula darah pun bisa turun dengan signifikan sehingga bisa menyebabkan munculnya gejala ini.

2. Serangan jantung

Keringat dingin ternyata juga bisa menandakan serangan jantung. Pakar kesehatan menyarankan untuk segera mencari bantuan tenaga medis jika mengalami gejala keringat dingin yang disertai dengan rasa tidak nyaman pada dada seperti remasan atau tarikan, perut kembung, kesulitan untuk bernapas, rasa tidak nyaman pada leher, perut dan punggung, pusing, hingga sensasi ingin jatuh pingsan.

3. Syok

Penyebab keringat dingin lainnya bisa terjadi karena adanya syok. Syok sendiri bisa disebabkan oleh tubuh yang mengeluarkan reaksi akibat kondisi lingkungan yang tidak biasa, cukup ekstrem, atau mengalami cedera parah.

Organ tubuh tidak akan mendapatkan oksigen dan darah dengan cukup sehingga akan menyebabkan gejala seperti kulit yang terlihat pucat, bernapas dengan cepat, peningkatan denyut nadi, mual dan muntah, pembesaran pupil mata, kepala pusing, gangguan kecemasan dan stres, tubuh yang lemah, serta keluarnya keringat dingin.

4. Infeksi

Virus atau bakteri yang menyerang jaringan tubuh bisa menjadi penyebab infeksi. Jaringan pun kemudian mengalami peradangan akibat sistem kekebalan tubuh yang mencoba melawan infeksi ini.

Masalah lain yang bisa timbul adalah perlawanan ini bisa menyebabkan sepsis pada beberapa organ seperti perut, paru-paru, dan jaringan lainnya. Selain itu, sepsis bisa menyebabkan penggumpalan darah yang akhirnya menghambat sirkulasi darah dan oksigen. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan bahkan mengancam nyawa.

Selain menjadi penyebab keringat dingin, penderita infeksi atau sepsis akan mengalami demam dengan suhu yang sangat tinggi, sensasi menggigil karena kedinginan, disorientasi pikiran, bernapas dengan sangat cepat, hilangnya kesadaran, hingga peningkatan denyut nadi.

5. Hipotensi

Hipotensi atau penurunan tekanan darah hingga jauh dari normal juga bisa menjadi penyebab keringat dingin. Hal ini disebabkan oleh otak dan organ-organ lainnya tidak mendapatkan oksigen atau darah dengan cukup. Selain keluarnya keringat dingin, gejala lain dari hipotensi adalah sensasi pusing, disorientasi pikiran, tubuh yang lelah dan lemas, mual, dan pingsan.

6. Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah jika muncul dalam waktu yang lama ternyata juga bisa menjadi penyakit yang berkaitan dengan keringat dingin. Gangguan lain yang bisa muncul adalah kesulitan berbicara, pandangan yang buram, rasa lemah atau bahkan mati rasa, sensitif pada cahaya, dan pusing.

7. Vertigo

Penyebab keringat dingin juga bisa terjadi akibat vertigo. Vertigo adalah sejenis pusing yang sangat hebat. Penderitanya akan mengalami sensasi merasakan ruangan yang terus bergoyang atau berputar padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa.

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Gejala yang dikeluarkan adalah keringat dingin, pandangan kabur, tidak bisa berdiri atau berjalan, tubuh yang lemah, mengalami dengung di telinga, dan kesulitan bicara.

8. Sistem imunitas terganggu

Penyebab keringat dingin terutama yang terjadi di malam hari saat tidur, biasanya menjadi tanda adanya gangguan pada sistem imun tubuh. Mereka yang didiagnosis dengan leukimia, kanker kelenjar getah bening atau penyakit autoimun lainnya dilaporkan mengalami keringat dingin sebagai gejala awal.

Cara Meredakan Keringat Dingin

Setelah Anda mengetahui beberapa penyakit yang berkaitan dengan keringat dingin, Anda juga harus tahu bagaimana cara mengatasinya. Pada dasarnya, penanganan keringat dingin harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Sebagai contoh, apabila keringat dingin disebabkan oleh stres, maka penanganan yang tepat adalah relaksasi atau konsultasi dengan psikiater. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Menjadi lebih aktif

Olahraga seperti lari atau yoga bisa membantu Anda untuk lebih rileks. Selain itu, Anda juga bisa melakukan olah napas, membaca, atau melakukan kegiatan di luar ruangan untuk mengalihkan pikiran negatif.

  • Memperbaiki pola makan

Atur waktu agar aktivitas makan Anda tidak berdekatan dengan jam tidur dan sebisa mungkin tidak melewatkan jam makan tiga kali sehari dengan normal. Selain itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemiknya rendah.

  • Konsumsi obat-obatan

Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan dan terapi yang tepat untuk mengatasi keluhan keringat dingin.