Terbit: 14 Agustus 2020 | Diperbarui: 28 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyakit jantung bawaan adalah masalah pada struktur jantung yang ada sejak lahir. Kondisi cacat bawaan ini dapat mengubah cara darah mengalir melalui jantung. Kemungkinan besar penyakit ini membuat seseorang membutuhkan perawatan sepanjang hidup. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?

Seperti penjelasan sebelumnya, penyakit ini adalah kelainan jantung yang muncul saat lahir. Kondisi ini bisa memengaruhi dinding jantung, katup jantung, atau pembuluh darah. Perlu diketahui juga bahwa terdapat banyak jenis dari penyakit ini, mulai dari kondisi sederhana yang tidak menimbulkan gejala hingga masalah kompleks yang menyebabkan gejala parah.

Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Pada beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan tanda atau gejala. Sementara pada kasus yang lain gejala muncul di kemudian hari. Bahkan, gejala juga bisa kembali muncul bertahun-tahun setelah menjalani pengobatan untuk cacat jantung.

Bayi baru lahir dengan kelainan jantung mungkin mengalami:

  • Bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Kesulitan makan.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Nyeri dada.
  • Pertumbuhan tertunda.

Sementara itu, gejala yang umum terjadi pada orang dewasa, antara lain:

  • Irama jantung yang tidak normal (aritmia).
  • Warna kebiruan pada kulit, bibir dan kuku jari (sianosis).
  • Sesak napas.
  • Cepat lelah saat beraktivitas.
  • Pembengkakan jaringan atau organ tubuh (edema).

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, seperti nyeri dada atau sesak napas, segera cari pertolongan medis. Selain itu, konsultasi dengan dokter juga diperlukan jika Anda pernah dirawat karena kondisi ini pada masa kecil.

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit ini umumnya terjadi akibat dari masalah perkembangan saat di dalam kandungan. Meski begitu, sejumlah ahli tidak mengetahui dengan pasti mengapa jantung gagal berkembang dengan benar. Berikut adalah beberapa kondisi yang diduga menjadi penyebab kondisi ini, antara lain:

  • Cacat jantung bisa diturunkan dalam keluarga.
  • Mengonsumsi obat resep tertentu selama kehamilan menempatkan seorang anak pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kelainan jantung.
  • Menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang selama kehamilan dapat meningkatkan risiko anak mengalami kelainan jantung.
  • Ibu yang mengalami infeksi virus selama trimester pertama kehamilan lebih mungkin melahirkan anak dengan kelainan jantung.
  • Peningkatan kadar gula darah, seperti yang terjadi pada penderita diabetes ternyata dapat memengaruhi perkembangan anak.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Berikut ini adalah berbagai kondisi yang bisa meningkatkan seseorang untuk mengalami penyakit jantung bawaan. Beberapa faktor tersebut, antara lain:

  • Penyakit ini tampaknya diturunkan dalam keluarga dan dikaitkan dengan banyak kelainan genetik. Misalnya, anak-anak dengan sindrom Down sering kali mengalami kelainan jantung.
  • Campak Jerman (Rubella). Memiliki Rubella selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan jantung bayi saat berada di dalam rahim.
  • Memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2 selama kehamilan juga dapat memengaruhi perkembangan jantung bayi. Sementara itu, diabetes gestasional umumnya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan.
  • Minum obat tertentu saat hamil dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan dan cacat lahir lainnya. Konsultasi dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat apa pun.
  • Minum alkohol saat hamil juga berkontribusi pada risiko cacat jantung pada bayi.
  • Seorang ibu yang merokok saat hamil meningkatkan risiko untuk melahirkan anak dengan penyakit jantung bawaan.

Diagnosis Penyakit Jantung Bawaan

Diagnosis awal yang bisa dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan detak jantung dengan stetoskop. Setelah itu, dokter akan menanyai seputar gejala dan riwayat medis Anda serta keluarga. Beberapa tes lain yang mungkin disarankan, di antaranya:

  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dapat mendiagnosis banyak masalah jantung, termasuk detak jantung tidak teratur dan arteri yang tersumbat. Terkadang, EKG dilakukan saat berolahraga, biasanya di atas sepeda statis atau treadmill.
  • Rontgen dada. Tes pencitraan ini dapat menunjukkan perubahan ukuran dan bentuk jantung. Selain jantung, tes ini juga dapat memberi gambaran mengenai kondisi kesehatan paru-paru.
  • Oksimetri denyut. Sebuah sensor kecil yang dipasang di jari dapat memperkirakan berapa banyak oksigen dalam darah. Tes ini dapat memberi gambaran jantung yang bergerak. Dokter dapat menggunakan tes ini untuk melihat bagaimana bilik dan katup jantung melalui jantung.
  • Ekokardiogram transesofageal. Tes ini mungkin diperlukan untuk memberi gambaran detail jantung. Metode ini menggunakan alat endoskopi yang dimasukkan melalui mulut menuju kerongkongan (esofagus) untuk memberi gambar struktur jantung secara rinci, tanpa terhalang gambar dada dan paru-paru. Tes ini dilakukan saat Anda dibius.
  • CT scan jantung dan MRI. CT scan jantung menggunakan sinar-X, sementara MRI jantung menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar jantung. Kedua tes ini mengharuskan Anda berbaring di dalam mesin yang berbentuk tabung.
  • Kateterisasi jantung. Tes ini dilakukan untuk memeriksa aliran darah dan tekanan darah di jantung. Dokter akan memasukan kateter ke dalam arteri di selangkangan, leher atau lengan sampai ke jantung. Sinar-X digunakan untuk memandu kateter ke posisi yang benar. Terkadang, pewarna disuntikkan melalui kateter.

Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Meskipun terdapat banyak jenis dari kondisi ini, kelainan ini dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Kelainan katup jantung. Katup di dalam jantung yang mengarahkan aliran darah dapat menutup atau terbuka. Kondisi ini mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dengan benar.
  • Cacat dinding jantung, dinding alami yang ada di antara sisi kiri dan kanan dan bilik jantung atas dan bawah mungkin tidak berkembang dengan benar. Kondisi ini menyebabkan darah kembali ke jantung atau menumpuk di tempat yang tidak seharusnya. Kondisi ini memberi tekanan pada jantung untuk bekerja lebih keras, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Kelainan pembuluh darah, arteri dan vena yang membawa darah ke jantung. Kondisi ini dapat mengurangi atau menghalangi aliran darah, sehingga menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan

Perawatan untuk kondisi ini tergantung pada jenis dan tingkat keparahan. Beberapa bayi memiliki kelainan jantung ringan sehingga bisa sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Sementara beberapa yang lain mungkin memiliki cacat parah yang membutuhkan perawatan ekstensif.

  • Menunggu dengan Waspada

Penyakit jantung bawaan ringan mungkin hanya memerlukan pemeriksaan sesekali dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda tidak memburuk. Tanyakan pada dokter seberapa sering pemeriksaan perlu dilakukan.

  • Obat-obatan

Beberapa kelainan jantung bawaan ringan dapat diobati dengan obat yang membantu jantung bekerja lebih efisien. Anda mungkin juga memerlukan obat untuk mencegah penggumpalan darah atau untuk mengontrol detak jantung yang tidak teratur.

  • Implantable Heart Devices

Sebuah perangkat yang membantu mengontrol detak jantung (pacemaker) atau perangkat yang memperbaiki detak jantung yang tidak teratur (implan cardioverter-defibrillator atau ICD) dapat membantu memperbaiki beberapa komplikasi yang terkait dengan cacat jantung bawaan.

  • Perawatan Berbasis Kateter

Perawatan ini memungkinkan perbaikan dilakukan tanpa operasi jantung terbuka. Sebagai gantinya, dokter memasukkan selang kecil ke dalam vena dan mengarahkannya ke jantung dengan bantuan gambar sinar-X. Setelah itu, dokter memasukkan selang melalui kateter untuk memperbaiki bagian yang cacat.

Sementara itu, jika prosedur kateter tidak dapat memperbaiki kelainan jantung, dokter Anda mungkin merekomendasikan operasi jantung terbuka. Pada kasus yang jarang terjadi, transplantasi hati mungkin diperlukan jika berbagai perawatan tidak memperbaiki penyakit jantung bawaan.

Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan

Komplikasi dari kondisi ini mungkin berkembang bertahun-tahun setelah Anda menerima perawatan. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain:

  • Detak jantung tidak teratur (aritmia).
  • Infeksi jantung (endokarditis).
  • Stroke.
  • Hipertensi paru.
  • Gagal jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan

Baik pria maupun wanita dengan penyakit ini berisiko tinggi membuat keturunannya mengalami hal yang sama.  Dokter mungkin menyarankan konseling atau skrining genetik jika Anda berencana untuk memiliki anak.

 

  1. Anonim. Congenital heart disease in adults. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adult-congenital-heart-disease/symptoms-causes/syc-20355456. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  2. Story, Colleen M. 2012. Congenital Heart Disease. https://www.healthline.com/health/congenital-heart-disease. (Diakses pada 14 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi