Terbit: 29 April 2021 | Diperbarui: 30 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyakit dekompresi adalah jenis cedera yang terjadi saat tekanan di sekitar tubuh menurun drastis. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasi dekompresi berikut ini.

Penyakit Dekompresi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan

Apa Itu Penyakit Dekompresi?

Penyakit ini terjadi ketika gas terlarut (biasanya nitrogen atau helium yang digunakan dalam penyelaman gas campuran) membentuk gelembung di dalam tubuh saat depresurisasi (tekanan udara berkurang). Meski begitu, prosedur yang tepat selama menyelam dapat membantu menurunkan dekompresi.

Gejala Penyakit Dekompresi

Gejala umum dari penyakit ini, antara lain:

  • Kelelahan.
  • Nyeri pada otot dan persendian.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda.
  • Sakit perut.
  • Nyeri dada atau batuk.
  • Syok.
  • Vertigo.

Perlu Anda ketahui, nyeri sendi yang menjadi gejala paling umum dari penyakit dekompresi dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Pada kasus yang jarang terjadi, Anda juga mungkin mengalami gejala seperti:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Radang otot.
  • Gatal.
  • Ruam.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak.
  • Kelelahan ekstrem.

Para ahli mengklasifikasikan penyakit dekompresi dengan gejala yang memengaruhi kulit, muskuloskeletal, dan sistem limfatik sebagai tipe 1. Tipe 1 kadang-kadang disebut bends.

Pada tipe 2, seseorang akan mengalami gejala yang memengaruhi sistem saraf. Terkadang, tipe 2 disebut chokes.

Penyebab Penyakit Dekompresi

Penyakit dekompresi mengacu pada cedera yang disebabkan oleh penurunan tekanan yang cepat di sekitar tubuh, baik saat di udara maupun di air. Kondisi ini paling sering terjadi pada penyelam atau selama perjalanan udara. Namun, penyakit ini jarang terjadi pada penerbangan komersial.

Saat Anda menyelam dengan udara terkompresi, Anda mendapatkan oksigen dan nitrogen ekstra. Tubuh menggunakan oksigen, tetapi nitrogen dilarutkan ke dalam darah, di mana ia tetap ada selama penyelaman. Saat Anda berenang kembali ke permukaan setelah menyelam dalam, tekanan air di sekitar akan berkurang.

Jika transisi ini terjadi terlalu cepat, nitrogen tidak memiliki waktu untuk dibersihkan dari darah. Sebaliknya, proses ini memisahkan dari darah dan membentuk gelembung di jaringan atau darah. Gelembung nitrogen inilah yang menyebabkan penyakit dekompresi.

Apa yang terjadi di dalam tubuh Anda selama dekompresi serupa dengan apa yang terjadi saat Anda membuka minuman berkarbonasi. Saat Anda membukanya, tekanan di dalam wadah akan berkurang yang menyebabkan keluarnya gas dari cairan dalam bentuk gelembung.

Jika gelembung nitrogen terbentuk dalam darah, zat ini dapat merusak pembuluh darah dan menghalangi aliran darah normal. Keadaan ini harus ditangani dengan cepat karena bisa berakibat fatal.

Faktor Risiko Penyakit Dekompresi

Meski dekompresi adalah kondisi yang dapat memengaruhi siapa pun, namun hal ini paling umum terjadi pada penyelam. Peningkatan risiko terjadi jika Anda:

  • Memiliki kelainan jantung.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Kondisi tubuh sedang lelah.
  • Mengalami obesitas.
  • Sudah lanjut usia.
  • Menyelam di air dingin.

Secara umum, penyakit ini semakin berisiko jika Anda menyelam lebih dalam, namun hal ini bisa terjadi di kedalaman berapapun. Hal inilah yang membuat betapa pentingnya naik ke permukaan secara perlahan dan bertahap.

Dalam kasus yang lebih ringan, Anda mungkin tidak melihat gejala sampai beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah menyelam. Meski begitu, Anda tetap harus mencari perawatan medis jika mengalami beberapa gejala yang kurang umum.

Diagnosis Penyakit Dekompresi

Riwayat dan gejala usai penyelaman adalah faktor kunci dalam mendiagnosis keadaan ini. Meski nyeri pada persendian adalah gejala utama, tes darah dan rontgen sendi biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda masalah.

Diagnosis banding bagi penyelam juga harus mempertimbangkan bahwa stres saat menyelam dapat memperburuk masalah medis kronis. Pertimbangkan penyakit jantung untuk pasien dengan nyeri dada dan eksaserbasi penyakit paru intrinsik untuk sesak napas.

Pertimbangan lain termasuk nyeri dari cedera muskuloskeletal sebelumnya, stroke, atau hipoglikemia. Kekhawatiran lebih lanjut termasuk tenggelam/hampir tenggelam dan thermal stress.

Penanganan Penyakit Dekompresi

Perawatan darurat untuk keadaan ini melibatkan perbaikan tekanan darah dan pemberian oksigen aliran tinggi. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memiringkan tubuh ke kiri dan jika memungkinkan kepala dimiringkan ke bawah.

Sedangkan perawatan optimal adalah dengan terapi oksigen hiperbarik, yang merupakan ruang bertekanan tinggi di mana pasien menerima 100% oksigen. Perawatan ini membalikkan perubahan tekanan yang memungkinkan terbentuknya gelembung gas dalam aliran darah.

Perawatan tersebut mendorong nitrogen kembali ke bentuk cairnya sehingga dapat dibersihkan secara lebih bertahap dari tubuh selama beberapa jam.

Baca Juga: Amankah Berenang saat Pandemi COVID-19? Cek Tipsnya!

Pencegahan Penyakit Dekompresi

Berikut adalah beberapa langkah untuk meminimalkan risiko keadaan ini saat menyelam:

  • Saat Anda menyelam, cobalah untuk naik permukaan secara perlahan. Jangan menyelam lebih lama dari yang disarankan.
  • Jangan terbang dalam waktu 24 jam setelah menyelam.
  • Hindari minum alkohol sebelum menyelam.
  • Jangan mandi di bak air panas atau sauna setelah menyelam.
  • Pastikan Anda terhidrasi dengan baik, cukup istirahat dan siap sebelum menyelam. Jika Anda baru-baru ini menderita penyakit serius, cedera atau pembedahan, bicarakan dengan dokter sebelum melakukan penyelaman.

Beberapa orang harus menghindari menyelam sama sekali atau harus mempertimbangkan risiko khusus. Jika Anda memiliki kelainan jantung, ini adalah aktivitas yang tidak aman untuk dilakukan.

Selain itu, jika Anda menderita asma, riwayat paru-paru bocor atau penyakit paru-paru lainnya, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan menyelam.

Seseorang yang membutuhkan insulin untuk mengobati diabetes mungkin mengalami perubahan kadar glukosa darah selama penyelaman, sehingga harus lebih berhati-hati. Hindari menyelam jika Anda memiliki hernia inguinalis yang belum sembuh, karena gas yang mengembang di hernia dapat menyebabkan gejala.

 

  1. Anonim. 2019. Decompression Sickness. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/decompression-sickness-a-to-z. (Diakses pada 29 April 2021).
  2. Chertoff, Jane. 2019. What Is Decompression Sickness, and How Does It Happen?. https://www.healthline.com/health/decompression-sickness. (Diakses pada 29 April 2021).
  3. Cooper, Jeffrey S dan Kenneth C. Hanson. 2020. Decompression Sickness. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537264/. (Diakses pada 29 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi