Inilah Gejala Mata Bintitan dan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Doktersehat-mata-bintitan
Photo Credit: Flickr.com/Muhammad Taufan

DokterSehat.Com –¬†Bintitian atau dalam dunia medis disebut hordeolum adalah kondisi ketika bintil menyakitkan yang mirip jerawat tumbul di tepi kelopak mata. Bintitan sendiri sering kali hanya terjadi pada salah satu kelopak mata saja.

Biasanya, bintil yang tumbuh pada kelopak mata akan tumbuh di bagian luar dari kelopak mata, namun, dalam beberapa kasus, bintil juga bisa muncul ke bagian dalam yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit pada mata. Kondisi ini juga umumnya tidak berdampak buruk pada kemampuan penglihatan pengidap.

Sebelum muncul bintil di kelopak mata, bintitan memiliki beberapa gejala layaknya ada rasa nyeri dan pembengkakan pada kelopak mata. Disamping itu, pada ujung mata biasanya akan muncul banyak sekali kotoran. Mata juga cenderung sangat berair dan memerah dan pada akhirnya muncullah benjolan layaknya jerawat atau bisul pada kelopak mata.

Penyebab Mata Bintitan

Pada mata terdapat kelenjar minyak yang bisa tersumbat oleh sel kulit mati, kotoran, dan kelebihan minyak. Jika kelenjar minyak tersumbat, berbagai bakteri seperti Staphylococcus aureus akan tumbuh dan menyebabkan infeksi. Bakteri inilah yang mengakibatkan mata bintitan.

Kotoran yang menyumbat kelenjar minyak biasanya muncul akibat tangan kotor yang menyentuh mata. Selain itu, risiko Anda mengalami mata bintitan akan meningkat apabila Anda mengidap radang kelopak mata.

Bakteri Staphylococcus aureus biasanya hidup pada kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Namun risiko bintitan akan meningkat apabila Anda menyentuh mata dengan tangan yang kotor. Selain itu, terdapat sejumlah faktor risiko lain yang menyebabkan bintitan:

  • Memakai lensa kontak yang tidak steril atau tangan Anda tidak bersih saat memasangnya.
  • Jarang membersihkan kosmetik ketika akan tidur.
  • Menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa.

Selain itu, penyakit yang menyerang kelopak mata seperti blepharitis dapat menyebabkan bengkak pada kelopak mata dan menyebabkan mata berair serta terasa perih. Jika tidak diobati dengan tepat kondisi ini juga akan memicu munculnya infeksi bakteri pada folikel bulu mata dan menyebabkan bintitan.

Demikian juga dengan penyakit rosasea yang ditandai timbulnya kemerahan di wajah serta munculnya bintil kecil  bernanah. Umumnya penyakit ini menyerang wanita pada usia 30 tahun ke atas. Jika penyakit ini sampai ke area mata atau disebut rosasea okular maka pembengkakan akan terjadi di sekitar kelopak mata dan terkadang memicu bintitan.

Pada akhirnya, infeksi pada kelenjar kelopak mata ini akan menyebabkan timbulnya bintil baik pada kelopak mata atas maupun bawah. Bintil ini biasanya akan berwarna merah, terasa nyeri, dan terasa hangat.

Jika dibiarkan terlalu lama benjolan ini dapat mengeluarkan nanah. Terkadang benjolan yang cukup besar dapat mengganggu ketajaman penglihatan mata Anda sehingga penglihatan Anda menjadi buram. Selain muncul benjolan, mata Anda akan terasa kering seperti berpasir sehingga menyebabkan gatal.

Cara Mengobati Mata Bintitan

Mata bintitan bukanlah suatu penyakit yang serius. Biasanya gejalanya akan mereda sendiri dalam kurun waktu seminggu. Akan tetapi, setelah bintitan muncul di kelompak mata, maka mau tak mau Anda harus menunggu hingga seminggu hingga tiga minggu hingga bintitan pecah dan mengeluarkan nanah.

Namun, ada hal yang harus diperhatikan, jangan pernah mencoba untuk memecahkan bintitan tersebut karena justru akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit di sekitar mata. Guna mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya, Anda bisa mengompres bintitan setidaknya tiga kali sehari dengan air hangat.

Selain dengan kompres, berikut adalah beberapa cara alami yang bisa digunakan untuk mengatasi bintitan, antara lain:

  1. Air garam

Cara mengobati mata bintitan yang pertama adalah dengan garam. Garam memiliki kandungan magnesium yang ampuh membunuh bakteri dan mengurangi rasa sakit akibat infeksi akibat bintitan. Caranya, larutkan garam dalam air hangat dan aduk hingga rata. Kemudian celupkan kain lembut atau kapas pada larutan air garam tersebut dan letakkan pada mata yang bintitan seperti kompres. Diamkan selama 15 sampai 20 menit dan ulangi sampai bintitan mereda.

  1. Daun ketumbar

Cara menghilangkan bintitan berikutnya adalah menggunakan daun ketumbar. Membersihkan mata yang bintitan dengan daun ketumbar ternyata ampuh untuk meredakan infeksi dan pembengkakan.

Daun ketumbar berkhasiat sebagai antibakteri, antiperadangan, antivirus, dan antijamur, sehingga mata bintitan yang disebabkan oleh kotoran dan bakteri akan hilang lebih cepat. Rebus beberapa lembar daun ketumbar kemudian usapkan daun ketumbar pada mata bintitan. Selain itu, Anda juga bisa langsung meminum air rebusan daun ketumbar tersebut.

  1. Lidah buaya

Mengandung mineral, vitamin, enzim, dan berbagai senyawa lain yang berguna sebagai analgesik atau pereda nyeri, antibakteri, dan antivirus, lidah buaya dapat digunakan untuk mengatasi bintitan. Siapkan lidah buaya kemudian belah untuk mengambil getah atau lendirnya dengan cotton bud.

Setelah itu, oleskan getah lidah buaya tersebut pada bintitan yang muncul di kelopak mata. Anda bisa mengoleskannya selama beberapa kali dalam sehari hingga infeksi berkurang atau hilang.

  1. Kompres dengan kantong teh celup

Jika sebelumnya Anda dianjurkan untuk mengompres bintitan dengan air hangat, cara kompres lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan kantong teh celup. Kompres teh hijau atau teh kamomil terbukti paling baik untuk menangani mata bintitan.

Ini karena teh hijau dan teh kamomil memiliki fungsi antibakteri yang bisa meredakan infeksi. Rendam kantong teh celup Anda dalam air panas selama kurang lebih tiga menit. Angkat kantong teh celup dan biarkan sampai suhunya menurun dan sisa-sisa air sudah merembes ke luar sehingga kompres teh tidak akan terlalu membasahi mata. Kompres pada mata yang bintitan selama kira-kira 15 menit dan ulangi cara ini selama beberapa kali sehari.

Jika cara mengobati mata bintitan seperti di atas tidak menunjukkan hasil yang baik, Anda bisa pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, biasanya dokter dapat membantu mempercepat penyembuhan infeksi dengan antibiotik

Namun, jika benjolan cukup besar dan nanah bintitan cukup banyak, dokter dapat menyarankan Anda untuk menjalankan terapi tindakan berupa insisi drainase. Bintil akan dibuka dan isi nanah dikeluarkan lewat sebuah operasi kecil tanpa jahitan.

Hal penting lain yang harus Anda ingat adalah jangan terlalu sering menggosok mata, karena aktivitas ini bisa membuat mata terkena iritasi dan memindahkan bakteri penyebab bintitan ke area mata.

Seandainya Anda ingin menyentuh area mata, pastikan bahwa tangan telah dicuci dengan bersih dengan sabun. Perhatikan pula kosmetik dan lensa kontak yang dipakai aman dari berbagai bahan kimia berbahaya.