Terbit: 26 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Gangguan pada tubuh wanita jenisnya sangat beragam. Ada yang terlihat langsung dari luar seperti penyakit kulit dan ada juga yang sudah dideteksi karena tidak memberikan tanda yang jelas. Selanjutnya gejala yang kerap dimunculkan juga sering sama dengan gejala penyakit lain sehingga diagnosis sering susah dilakukan.

Penyakit Berbahaya pada Wanita yang Sulit Didiagnosis

Penyakit Berbahaya pada Wanita yang Sulit Didiagnosis

Penyakit-penyakit yang daftarnya ada di bawah ini susah sekali didiagnosis oleh dokter. Bahkan dokter harus melakukan pemeriksaan yang intens agar kondisi sebenarnya dari tubuh bisa terlihat dengan jelas.

Jika tidak dilakukan pemeriksaan yang lebih dalam, penyakit berbahaya di bawah ini akan susah dideteksi dengan baik. Berikut penyakit berbahaya pada wanita yang susah sekali dideteksi oleh dokter selengkapnya.

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan endometrium secara tidak normal. Jaringan endometrium harusnya melapisi rahim saat wanita memasuki masa subur. Namun, saat terjadi abnormalitas, jaringan ini tumbuh hingga keluar rahim hingga menjangkau ovarium dan membentuk kista ovarium di sana.

Endometrium yang tumbuh tidak normal ini sering sekali menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit ini muncul saat wanita memasuki masa PMS dan saat menstruasi berjalan. Tumbuhnya endometriosis yang cukup tebal membuat darah yang keluar saat menstruasi jadi banyak dan menyakitkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Kondisi endometriosis pada wanita sering susah dideteksi karena rasa sakit sering muncul saat menstruasi. Wanita akan menganggap hal itu biasa karena peluruhan endometrium juga menyebabkan sakit. Gangguan ini baru terlihat kalau dilakukan pemeriksaan yang lebih detail di dalam rahim.

  1. PCOS

PCOS adalah gangguan hormon pada tubuh wanita yang hanya bisa dilihat dengan pemeriksaan laboratorium. Sekilas penyakit ini seperti gangguan ringan seperti haid yang sering tidak teratur, susah hamil, dan pertumbuhan rambut yang cukup masif khususnya di bagian wajah.

PCOS yang terjadi pada wanita menyebabkan abnormalitas pada hormon androgen yang juga merupakan pembuat testosteron. Kalau kadar hormon ini naik, kemungkinan terjadi gangguan pada sistem reproduksi akan tinggi. Pasalnya hormon yang harusnya dominan adalah estrogen.

Wanita yang mengalami PCOS biasanya susah sekali menghasilkan sel telur. Folikel yang menjadi tempat sel telur diproduksi mengalami gangguan. Akibatnya, sel telur akan mengalami gangguan sehingga kualitas menurun. Kalau sel telur kualitasnya menurun, pembuahan akan susah dilakukan.

  1. Dismenore

Dismenore adalah gangguan pada wanita yang menyebabkan mereka merasakan sakit atau kram berlebih saat menstruasi. Kondisi ini bukanlah gangguan yang disebabkan oleh penyakit dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berakhirnya masa menstruasi.

Dismenore susah sekali didiagnosis oleh dokter karena penyakit ini sama dengan rasa sakit saat menstruasi yang normal. Yang membedakannya hanyalah derajat sakit dan beberapa gejala lain seperti mual dan nyeri di perut bagian bawah.

Meski dismenore termasuk normal dan bisa terjadi pada siapa saja, efeknya sangat besar pada wanita. Beberapa wanita ada yang sampai pingsan kalau dismenore sedang muncul.

  1. Vaginismus

Kondisi vaginismus terjadi karena ada pengencangan otot dasar panggul. Pengencangan ini menyebabkan penetrasi susah dilakukan, bahkan membuat wanita merasakan sakit saat pria melakukan penetrasi dengan intens.

Kondisi ini susah sekali dikenali karena memang jarang terjadi. Selain itu, penyebabnya juga sangat banyak meliputi menopause, spermisida, penggunaan obat tertentu, dan adanya gangguan saat persalinan.

Kalau wanita sering mengalami rasa perih saat penetrasi padahal bukan yang pertama serta ada kejang pada punggung dan kaki, segera lakukan pemeriksaan. Jangan tunda  sampai kondisi mengalami parah.

Pemeriksaan Dini untuk Penanganan yang Sempurna

Pemeriksaan dini harus dilakukan untuk segera mengetahui kondisi terkini dari tubuh. Tanpa pemeriksaan yang benar, Anda akan sulit sekali mengetahui kondisi terkini dan segera mengatasinya. berikut beberapa hal yang harus dilakukan.

  • Kenali munculnya tanda aneh yang muncul pada tubuh. Tanda aneh ini bisa berupa gangguan pada mood, muncul jerawat yang banyak, sampai sering nyeri perut. Hal-hal yang disebutkan sebelumnya tentu mudah sekali terjadi pada banyak wanita. Bahkan, kita menganggapnya normal saja.
  • Mulai kesulitan untuk melakukan seks. Kalau hal ini terjadi pada pasangan yang baru saja menikah cukup wajar. Namun, kalau Anda dan pasangan terus mengalami gangguan ini ada baiknya segera memeriksakan diri. Apalagi penetrasi penis tidak bisa dilakukan.
  • Sulit hamil pada tahun pertama pernikahan. Kalau Anda dan pasangan merencanakan anak di tahun pertama kehamilan, umumnya 6-12 bulan akan terlihat hasilnya. Namun, kalau dalam proses ini tidak berjalan dengan baik, kemungkinan ada masalah baik pria atau wanita.
  • Nyeri di perut yang sangat abnormal. Kalau Anda biasanya mengalami nyeri yang intens padahal sebelumnya tidak, kemungkinan besar sedang terjadi masalah pada area sekitar vagina. Terlebih kalau munculnya di antara waktu menstruasi. Pengecekan harus dilakukan dengan baik.
  • Berbagai hal aneh yang muncul dan terkesan tidak normal harus ditangani dengan segera. Dengan begitu Anda tidak akan mengalami gangguan yang parah.

Inilah beberapa penyakit pada wanita yang susah sekali dideteksi. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan.

 

 

Sumber:

  1. Martel, Janelle. 2017. What Causes Painful Menstrual Periods and How Do I Treat Them?. https://www.healthline.com/health/painful-menstrual-periods. (Diakses pada 26 Oktober 2019)
  2. Shaw, Gina. 2018. Why Women Struggle to Get The Right Diagnosis. https://www.webmd.com/women/news/20180607/why-women-are-getting-misdiagnosed. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  3. Mohamed, Abdul Wadood. 2019. Endometriosis. https://www.healthline.com/health/endometriosis. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  4. Watson, Stephanie. 2018. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.healthline.com/health/polycystic-ovary-disease. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  5. Herndon, Jaime. 2017. What Is Vaginismus?. https://www.healthline.com/health/vaginismus. (Diakses pada 28 Oktober 2019)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi