Berapa Banyak Berat Badan Berkurang Karena Kanker?

penurunan-berat-badan-karena-kanker-doktersehat

DokterSehat.Com – Berat badan seseorang bisa mengalami penurunan karena diet atau sering mengalami defisit kalori. Kondisi ini wajar karena banyak orang sengaja melakukannya karena ingin membuang kadar lemak di dalam tubuhnya. Selain disengaja, penurunan berat badan juga dipicu oleh kondisi sakit pada tubuh.

Salah satu jenis sakit atau gangguan pada tubuh yang menyebabkan penurunan berat badan adalah kanker.  Bahkan penyakit ini bisa menyebabkan penurunan berat badan yang abnormal, berikut ulasan selengkapnya.

Sekilas tentang penurunan berat badan akibat kanker

Bagi beberapa orang, penurunan berat badan yang abnormal bisa menjadi tanda dari kanker. Kondisi ini bisa muncul dengan cepat dan terlihat dengan jelas saat seseorang menimbang dan mengukur lingkar tubuh.

Menurut American Society of Clinical Oncology, sekitar 40 persen orang yang didiagnosis dengan kanker dan masih stadium awal akan mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan dan bisa dilihat tanpa perlu ditimbang.

Selanjutnya seseorang yang mengalami kanker stadium lanjut akan mengalami penurunan berat badan dan juga massa otot cukup signifikan. Bahkan, menurut American Society of Clinical Oncology, sekitar 80 persen penderita kanker mengalaminya.

Dari fakta ini kita bisa membuat sedikit kesimpulan kalau kanker bisa menyebabkan penurunan berat badan yang abnormal oleh karena itu kita disarankan untuk mau memeriksakan diri kalau merasa penurunan berat badannya tidak bisa dikontrol dan terus-menerus.

Banyaknya penurunan berat badan saat terkena kanker

Kalau penurunan berat badan abnormal merupakan tanda awal dari kanker, lantas berapa banyak berat badan yang akan turun kalau terkena gangguan ini? Menurut Mayo Clinic, penurunan berat badan yang turun sekitar 5 persen dari total berat badan yang Anda miliki saat ini.

Penurunan ini terjadi dalam kurun waktu 6-12 bulan. Misal bobot Anda 70 kg. Dalam waktu 6 bulan bisa turun sekitar 3-4 kg tanpa sebab yang jelas. Padahal Anda tidak menjalani program diet atau sejenisnya.

Menurut American Cancer Society, perubahan berat badan yang masif seperti 4-5 kg dalam waktu cepat juga menjadi tanda kanker tertentu di dalam tubuh. Kanker itu terdiri dari kanker pankreas, perut, esofagus, dan paru-paru.

Terakhir menurut Cancer Research UK, sekitar 80 persen penderita kanker pankreas dan perut mengalami penurunan berat badan yang signifikan sejak awal diagnosis. Selanjutnya 60 persen orang yang terkena kanker paru juga mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Penyebab penurunan berat badan saat kanker

Penurunan berat badan yang terjadi saat menderita kanker dipicu oleh perawatan yang dilakukan. Saat mengalami radiasi atau kemoterapi, zat kimia akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan seseorang mengalami penurunan nafsu makan yang sangat besar.

Efek lain dari kemoterapi juga menyebabkan seseorang mengalami nyeri dan sakit di mulut, mual yang berlebihan, dan sering muntah berlebihan kalau perut dimasuki banyak makanan.

Akhirnya makanan yang rutin dan sehat tidak bisa dilakukan. Seseorang akan mengalami penurunan kemampuan fisik seiring dengan minimnya kalori yang masuk serta penurunan berat badan.

Cara menangani penurunan berat badan saat terkena kanker

Menangani masalah atau gangguan makan bisa terjadi karena banyak hal. Yang paling sering adalah dengan pemberian obat sesuai dengan diagnosis dan gejala yang dimunculkan. Dokter akan memberikan obat tertentu agar seseorang yang menderita kanker bisa makan dengan mudah.

Obat yang sering digunakan biasanya berjenis Megestrol acetate. Obat ini menyerupai hormon progesteron yang ada pada tubuh wanita. Selanjutnya ada steroid seperti enzim pankreas atau lipase, Metoclopramide (Reglan) atau Dronabinol (Marinol). Beberapa orang dengan gangguan kanker di area leher harus menerima makanan dari infus.

Obat di atas hanyalah contoh saja. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk melakukan konsultasi dengan dokter yang menangani kanker.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh juga usahakan yang bergizi dan mudah diterima oleh tubuh. Terkadang makanan yang terlalu asin, pedas, atau pahit susah diterima sehingga kemungkinan terjadi defisit kalori juga akan besar.

Selain konsultasi masalah menangani gangguan makan. Tanyakan juga jenis makanan yang boleh disantap dan tidak. Dengan mengetahuinya Anda bisa menjaga pola makan dengan baik agar berat badan tidak anjlok dan tidak semakin memperburuk kondisi kanker yang dialami.

Kalau Anda bingung dengan saran makanan yang diberikan, bisa mengunjungi ahli gizi. Minta mereka membuatkan pola makan harian yang mudah dijalani.

Penyebab penurunan berat badan tak normal selain kanker

Selain kanker ada juga beberapa kondisi medis yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan berupa penurunan berat badan yang abnormal.

  • Stres berlebihan karena suatu hal baik itu yang berhubungan dengan keluarga dan pekerjaan. Beberapa orang mungkin ada yang melampiaskan stres dengan makan, tapi yang jarang makan lebih banyak.
  • Gangguan makan yang cukup parah seperti anoreksia dan bulimia.
  • Memiliki gangguan hipertiroidisme. Kondisi ini menyebabkan metabolisme berjalan terlalu cepat. Dampaknya, tubuh akan susah gemuk dan terus mengalami penurunan berat badan.
  • Adanya infeksi mematikan di tubuh seperti TBC atau HIV/AIDS.
  • Depresi yang sangat parah dan membuat seseorang jadi susah menikmati kehidupannya.
  • Mengalami malnutrisi yang terlalu parah. Kondisi ini kerap dialami oleh balita.

Meski penurunan berat badan yang masif tidak selalu berhubungan dengan kanker, kita tetap harus waspada saat menghadapinya. Lebih baik segera memeriksakan diri dengan cepat. Terlepas gangguan yang muncul adalah kanker atau bukan, tidak akan menjadi masalah. Semoga ulasan di atas bermanfaat.