Bagaimana Hepatitis Menular Melalui Hubungan Seks?

https://doktersehat.com/wp-content/uploads/2019/10/penularan-hepatitis-melalui-seks-doktersehat.jpg

DokterSehat.Com – Penyakit menular seksual ada banyak jenisnya. Yang paling sering kita dengar adalah HIV yang hingga sekarang belum ada obatnya hingga gonore, klamidia, dan kutil kemaluan. Selain penyakit itu, ada satu penyakit yang bisa menular melalui aktivitas seks, penyakit itu adalah hepatitis.

Hepatitis yang Sering Diabaikan

Penyakit hepatitis sendiri terdiri dari 3 jenis yang terdiri dari hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Ketiga penyakit ini cukup berbahaya untuk tubuh dan bisa mengancam nyawa. Sayangnya kita sering menyepelekan dan mengabaikan dan mengabaikan keberadaan penyakit ini.

Hepatitis menyebabkan cukup banyak kematian di seluruh dunia bahkan di Indonesia. Itulah kenapa vaksinasi sering dilakukan pada anak-anak yang dianggap rawan. Selain itu orang dewasa juga harus berhati-hati menyikapi masalah diabetes yang bisa menular melalui banyak hal termasuk melalui aktivitas seks.

Meski penyakit ini kalah pamor mematikannya ketimbangan HIV, justru hepatitis apa pun jenisnya mudah sekali menular. Kalau sudah menyebar, berbagai gejala akan muncul disertai dengan kerusakan pada organ hati. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kemungkinan besar akan terjadi masalah yang besar pada tubuh.

Hepatitis dan Penularannya Melalui Hubungan Seks

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hepatitis terbagi menjadi tiga. Dari jenis ini, mana saja yang bisa menular melalui aktivitas seks? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

  1. Hepatitis A

Dari semua jenis hepatitis yang ada, hepatitis A tergolong ringan dan mudah sekali disembuhkan. Bahkan, kalau daya tahan tubuh naik, virus bisa hilang sendiri. Salah satu gejala hepatitis A adalah kulit kuning dan sering mual. Virus ini bisa menular melalui makanan yang terkontaminasi.

Selain melalui perantara makanan, virus juga bisa masuk melalui aktivitas seks dengan penderita. Jadi, kalau pasangan sedang mengidap hepatitis A atau mulai menunjukkan gejalanya, jangan melakukan seks terlebih dahulu.

Meski tergolong ringan dan mudah diatasi, kita tidak boleh menyepelekannya begitu saja. Pasalnya hepatitis tetap saja merusak jaringan di hati. Kalau sampai kondisi ini dibiarkan, hati akan terus rusak dan akhirnya memicu infeksi lain terjadi di seluruh tubuh.

  1. Hepatitis B

Hepatitis B dikenal sangat berbahaya dan mudah sekali menular melalui aktivitas seks yang tidak sehat. Seseorang yang sering melakukan seks dengan orang lain dan berganti-ganti akan rawan terkena hepatitis B. Penyakit ini akan menyerang hati dan menyebabkan komplikasi lainnya.

Oh ya, infeksi yang disebabkan oleh hepatitis B sering tidak sendirian saja. Infeksi ini juga disertai dengan HIV. Jadi, risiko kesehatan yang akan dialami semakin besar dan bisa menyebabkan kematian kalau tidak ditangani.

Mengingat hepatitis B dan HIV memiliki hubungan yang sangat erat, ada baiknya untuk tetap menjaga keamanan dalam melakukan seks. Jangan asal melakukan seks apalagi dengan orang asing. Kondom harus digunakan setiap bercinta kecuali pasangan sudah tahu kondisi kesehatan masing-masing

  1. Hepatitis C

Hepatitis tipe terakhir ini dikenal cukup kronis dan membahayakan keselamatan seseorang. Terkena penyakit ini akan susah disembuhkan kalau sudah mulai parah. Kondisi hepatitis C akan semakin kronis kalau ada infeksi lain di tubuh seperti HIV atau penyakit seks lainnya.

Hepatitis jenis terakhir ini jarang sekali diperhatikan oleh banyak orang meski sangat mematikan dan sering tidak disadari. Kalau Anda pernah melakukan seks dan mendadak muncul gejala diabetes seperti ada perubahan warna pada tubuh menjadi kuning, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Seks pada Penderita Diabetes yang Aman

Seks dengan mereka yang menderita hepatitis cukup berisiko. Bahkan, meski sudah sembuh masih ada kemungkinan virus bertahan dalam jumlah kecil. Kalau pasangan memiliki hepatitis meski hanya jenis ringan, coba lakukan seks aman dengan cara di bawah ini:

  • Pastikan menggunakan kondom untuk berhubungan badan. Kalau sampai tidak mengenakan kondom, virus bisa dengan mudah menular dengan cepat.
  • Pastikan kondomnya tidak kedaluwarsa agar kemungkinan bocor tidak terjadi. Hal ini sering tidak diperhatikan dan memicu masalah kalau sampai terjadi.
  • Hindari melakukan seks oral tanpa pengaman. Gunakan kondom yang memiliki rasa dan aroma, jangan kondom yang sama untuk seks vaginal.
  • Periksa ke dokter sebelum melakukan seks untuk menurunkan risiko penularan kalau masih ada virus di dalam tubuh.
  • Saling mengetahui kondisi kesehatan pasangan. Jujur dengan kondisi akan menurunkan risiko penularan hepatitis dan penyakit seks lainnya.

Penularan Hepatitis Selain Melalui Seks

Penularan hepatitis bisa terjadi karena banyak faktor, yang paling sering memang aktivitas seks. Namun, cara di bawah ini juga cukup tinggi kejadiannya.

  • Melalui makanan dan minuman yang tidak sehat. Hepatitis A yang ringan bisa menular dengan cara ini.
  • Transfusi darah atau jarum suntik. Virus bisa menempel di dan masuk ke dalam tubuh dengan mudah kalau digunakan lagi.
  • Penggunaan narkoba jenis tertentu yang dilakukan secara bergantian. Hepatitis bisa menyebar melalui darah kalau sampai menempel di alat suntik.
  • Seks oral tanpa kondom. Kalau ada luka di dalam mulut yang cukup lebar bisa jadi jalan virus untuk masuk.

Mari lebih waspadai hepatitis dengan tidak sembarangan saat melakukan seks. Selalu pertimbangkan keamanan agar tidak tertular.

 

 

Sumber:

  1. CDC. Sexual Transmission and Viral Hepatitis. https://www.cdc.gov/hepatitis/populations/stds.htm. (Diakses pada 15 September 2019).
  2. Iliades, Chris. 2014. Keeping Loved Ones Safe: Sex and Viral Hepatitis. https://www.everydayhealth.com/hepatitis/hepatitis-and-your-sex-life.aspx. (Diakses pada 15 September 2019).
  3. Web MD. Hepatitis and Sex: Frequently Asked Questions. https://www.webmd.com/hepatitis/hepatitis-and-sex-frequently-asked-questions. (Diakses pada 15 September 2019).
  4. Kahn, April dan Valencia Higuera. 2017. Hepatitis. https://www.healthline.com/health/hepatitis. (Diakses pada 15 September 2019).