Terbit: 25 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: dr. Ajrina Rarasrum | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Seperti yang sudah kita ketahui, penularan virus COVID-19 melalui droplet, baik dari saat berbicara, bersin, batuk, maupun droplet yang menempel. Penularan melalui udara bisa terjadi pada kondisi tertentu pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi pada orang yang akan dioperasi atau resusitasi jantung dan paru. Lalu, bagaimana dengan risiko penularan COVID-19 di toilet?

Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet Umum dan Pencegahannya

Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet Umum

Penularan melalui jalur fecal-oral masih diteliti sebagai jalur penularan COVID-19 karena ditemukan RNA virus ini di tinja pasien. Waktu munculnya virus ini di tinja belum bisa di pastikan apakah pada masa inkubasi, selama sakit atau setelah penyembuhan.

Pada beberapa pasien memang bisa ditemukan gejala-gejala pencernaan seperti diare,muntah, atau nyeri perut. Pada pasien yang memiliki gejala pencernaan maupun tidak memiliki gejala pencernaan tetap bisa ditemukan komponen virus tersebut di tinjanya.

Selain dari tinja, komponen virus ini juga bisa ditemukan di urine penderita.

Sekitar  3,7% pasien dalam urinenya bisa ditemukan komponen virus walau hanya dalam jumlah virus (viral load) yang sedikit. Hal paling penting dalam mengetahui apakah suatu metode penularan berbahaya atau tidak adalah jumlah virus (viral load). Semakin tinggi jumlahnya maka kemungkinan penularan virus melalui metode tersebut semakin tinggi.

Jumlah virus tertentu diperlukan untuk bisa menularkan ke orang lain, contohnya seperti pada virus HIV, jumlah virus di darah cukup tinggi sehingga  virus ini bisa menularkan ke orang lain apabila memakai jarum suntik yang sama namun tidak menular melalui pemakai sendok yang bersamaan karena jumlah virus di ludahnya terlalu rendah untuk bisa menularkan ke orang lain.

Walaupun buktinya masih sedikit, namun penularan melalui fecal-oral ini perlu diperhatikan karena pada tahun 2003 saat wabah SARS terjadi, di sebuah komplek apartemen di Hong Kong terjadi penularan yang sangat cepat melalui aerosol dari saluran pembuangan air.

Jika memang penularan fecal-oral bisa terjadi, maka toilet menjadi salah satu sumber infeksi. Penggunaan toilet yang tidak tepat akan menyebabkan infeksi silang jika tidak ada langkah pencegahan yang  dapat diambil. Hal ini dapat terjadi terutama di toilet umum.

Banyak orang yang memiliki kebiasaan buruk saat menggunakan toilet umum seperti meludah  di dalam toilet dan menyentor tanpa menutup tutup toilet. Kebiasaan  buruk ini mengakibatkan penularan melalui toilet masih mungkin terjadi walaupun untuk memastikannya perlu bukti yang lebih kuat.

Cara Penularan COVID-19 di Toilet Umum

Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa ketika kita menekan tombol toilet (flushing), 40%-60% partikel virus dapat mencapai dudukan toilet karena saat kita menekan tombol toilet, ada air yang masuk ke sebuah mangkuk di dalam tangki karena tekanan sehingga menyebabkan perubahan aliran udara. Sebaiknya ketika menekan tombol toilet lebih baik ditutup, sehingga udara yang dihasilkan akan terhalangi oleh tutup toilet.

Kemungkinan penularan lain yang bisa terjadi di toilet adalah saat kita memegang barang-barang yang terkena droplet penderita, seperti gagang pintu dan tombol flush lalu kita memegang mata, mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, karena virus ini bisa masuk melalui bagian tubuh yang bermukosa.

Penularan melalui kontak langsung bisa saja terjadi apabila saat kita berada di toilet umum kita berdiri terlalu dekat dengan penderita lalu dia berbicara, bersin atau batuk. Oleh karena itu, tetapkan jarak aman bila bertemu dengan orang lain, yaitu minimal 1 meter,akan lebih baik bila membatasi jumlah orang yang ada di dalam toilet apabila ini toilet umum. Apabila di rumah ada yang sedang sakit, bila memungkinkan gunakanlah 2 toilet yang berbeda.

Tips Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Walaupun penularan COVID-19 melalui toilet masih membutuhkan bukti yang lebih banyak, tetapi ada beberapa cara mencegah supaya tidak meningkatkan angka penularan terutama pada orang-orang yang tinggal di tempat komunal seperti panti jompo, rumah sakit, atau di tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Hal-hal yang harus di lakukan adalah membersihkan toilet sesering mungkin dengan air dan sabun atau deterjen, untuk menghilangkan partikel organik lalu baru diberi cairan disinfektan yang direkomendasikan seperti klorin atau alkohol.

Apabila di rumah, cukup gunakan klorin 0,1% atau alkohol 70% dan dilakukan disinfkesi selama 1 menit. Namun untuk toilet umum di fasilitas  kesehatan perlu dilakukan disinfeksi sebanyak tiga kali sehari dengan klorin 0,1%, alkohol 70% atau hidrogen peroksida di atas 0,5%.

Virus ini bisa bertahan beberapa hari di jenis permukaan yang berbeda, seperti di kayu bisa bertahan 1 hari, di kaca bertahan 2 hari dan plastik serta stainless steel bisa bertahan hingga 4 hari. Petugas kebersihan yang melakukannya harus memakai alat pelindung diri seperti baju tertutup, masker, sarung tangan, sepatu boots dan kaca mata.

Selalu sediakan hand sanitizer di toilet dan instruksikan pengguna toilet untuk mencuci tangan sesering mungkin. Sebaiknya alat cuci tangan yang digunakan adalah yang otomatis, bisa sehingga meminimalisir kontak. Pastikan untuk menggunakan tisu setelah menutup kran air cuci tangan untuk menghindari kemungkinan terkontaminasi virus.

Kemudian untuk jenis tempat sampah di toilet sebaiknya memakai sensor, namun yang memakai pedal juga lebih baik daripada model tempat sampah yang perlu dibuka menggunakan tangan. Secara ideal, toilet yang paling baik dalam mengurangi penyebaran virus ini adalah yang memiliki model tanpa kontak dan barang-barang sekali pakai. Meskipin demikian, kita sebaiknya harus tetap melakukan langkah-langah pencegahan COVID-19.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  1. Amirian, Susan.E.2020.Potential fecal transmission of SARS-CoV-2: Current evidence and implications for public health. International Journal of Infectious Diseases 95 (2020) 363–370
  2. McKinney, Kelly R.2006.Environmental transmission of SARS at Amoy Gardens.J Environ Health.
  3. Li, Yun-yun, et al.2020.Can a toilet promote virus transmission ? From fluid dynamics perspective.American Institute of Physics
  4. WHO.2020.Clearing and disinfection of environmental surfaces in the context of COVID-19: Interim guidance.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi