DokterSehat.Com – Bagi pria, penis adalah bagian tubuh yang sangat penting dan merupakan bagian dari harga diri. Memiliki penis yang sehat dan ukurannya besar merupakan sebuah kelebihan dan harga diri. Meski ukuran penis memang tidak selalu menentukan performa dari penis, memiliki ukuran yang di atas rata-rata bisa membuat pria lebih percaya diri.

doktersehat penis kecil

Ukuran penis pria ditentukan oleh banyak hal. Ada pria yang memiliki penis lebih besar dari yang lain. Selain itu ada yang ukurannya jauh lebih kecil. Secara umum ada beberapa kondisi yang menyebabkan penis jadi kecil atau terlihat lebih kecil dari yang lain.

  1. Gizi selama pubertas

Penis dari pria mengalami pertumbuhan sejak menjadi janin. Namun, pertumbuhannya akan maksimal saat pria mulai memasuki masa subur. Pria yang saat masa puber mendapatkan gizi yang maksimal cenderung memiliki penis yang ukuran jauh lebih panjang dan besar.

Gizi bermanfaat untuk membantu pertumbuhan semua organ tubuh pada pria. Kalau gizi saat puber tidak dipenuhi dengan maksimal, kemungkinan gangguan pertumbuhan masih ada. Pria akan alami penurunan pertumbuhan juga pada penis.

  1. Keturunan

Faktor keturunan atau gen juga menentukan ukuran dari penis apakah panjang atau tidak. Kalau ayam atau pria dari jalur ibu memiliki penis yang panjang, kemungkinan ukuran penis pria akan mengikuti. Kecuali gen resesif yang diterima, penis bisa tumbuh dengan sempurna seperti saudara atau ayah.

  1. Ras

Ras masyarakat tertentu menentukan ukuran penis dengan cukup masif. Misal pria yang berasal dari kawasan Eropa atau Afrika memiliki ukuran penis yang jauh lebih besar ketimbang pria yang berasal dari kawasan Asia.

Setiap ras atau negara biasanya memiliki rerata ukuran penis yang berbeda-beda. Meski kawasan Indonesia termasuk kawasan dengan pria berpenis kecil, tapi secara fungsi masih sama saja, tidak ada gangguan.

  1. Gangguan hormon

Salah satu hormon yang menentukan pertumbuhan ciri seks sekunder dan primer pada pria adalah testosteron. Hormon ini akan muncul dan berkembang saat masa puber terjadi. Namun, tidak semua memiliki kadar testosteron yang sama.

Beberapa pria yang mengalami gangguan testosteron sejak masa puber, kemungkinan penis mengalami gangguan pertumbuhan akan besar. Namun, kalau testosteron sudah berkembang maksimal sejak awal, penis bisa tumbuh dengan sempurna.

  1. Obesitas

Obesitas menyebabkan pria mengalami penumpukan lemak di bagian atas penis dan perut bawah. Penumpukan lemak ini menyebabkan penis jadi terlihat kecil. Ukuran dari penis sebenarnya tetap sama, hanya saja secara visual mengalami penurunan ukuran akibat tertimbun lemak.

Pria bisa mengatasi kondisi ini dengan menurunkan kadar lemak seperti berolahraga secara rutin. Dengan berolahraga secara rutin, lemak akan menurun dan ukuran penis tidak mengalami penurunan meski secara visual.

  1. Rambut kemaluan yang tebal

Rambut kemaluan yang terlalu tebal akan membuat penis jadi lebih kecil secara visual. Agar penis tidak mengalami gangguan ukuran secara visual lebih baik dirapikan setiap sebulan sekali. Anda tidak perlu mengeroknya, cukup cukur bagian rambut yang terlihat tidak rapi.

  1. Gangguan zat kimia

Rokok dan alkohol memiliki banyak dampak pada pria. Selain membuat pria jadi mengalami disfungsi ereksi, gangguan juga bisa membuat ukuran dari penis seperti mengerut perlahan-lahan. Kalau Anda tidak ingin mengalami kondisi ini, ada baiknya untuk tidak merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Inilah tujuh hal yang menyebabkan penis jadi kecil atau terlihat lebih kecil. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semuanya.