Terbit: 23 Oktober 2020 | Diperbarui: 24 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penis patah adalah kondisi darurat medis akibat cedera setelah mengalami trauma, umumnya saat berhubungan seksual. Apakah benar bisa patah? Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, penyebab, pengobatan, dan lainnya!   

Penis Patah: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Penis Patah?

Fraktur penis atau penis patah adalah cedera langka yang terjadi dalam kondisi tertentu, misalnya selama berhubungan seksual. Ini tidak sama dengan patah tulang, tetapi ini karena robekan pada dua area penis yang membuat ereksi (tunika albuginea), yakni corpora cavernosa dan selubung penis. Inilah alasan mengapa penis bisa patah.

Cedera pada penis ini adalah keadaan darurat medis. Jika mengalaminya, sesegera mungkin ke rumah sakit terdekat, ini kemungkinan memerlukan operasi. Perawatan yang cepat dapat membantu mencegah masalah seksual dan saluran kemih permanen.

Tanda dan Gejala Penis Patah

Jika mengalami pukulan tajam pada alat kelamin, penis mungkin terasa sakit atau memar. Fraktur penis adalah cedera yang tergolong lebih parah.

Berikut ini adalah ciri-ciri penis patah:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Terdengar suara retakan atau letusan saat mengalami cedera.
  • Pembengkakan pada batang penis.
  • Kehilangan ereksi secara tiba-tiba.
  • Nyeri ringan hingga berat setelah cedera.
  • Memar yang tampak ungu pekat pada penis.
  • Penis bengkok.
  • Keluar darah dari penis.
  • Sulit buang air kecil.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mencurigai penis Anda retak, patah, atau memiliki ciri-ciri penis patah lainnya, sesegera mungkin ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dokter menganggap fraktur penis sebagai keadaan darurat karena berpotensi memengaruhi fungsi seksual, saluran kencing pria secara permanen, atau bahkan menyebabkan disfungsi ereksi.

Kebanyakan pria yang mengalami kondisi akan mencari perawatan ke unit gawat darurat (UGD). Semakin cepat menemui dokter dan mendapatkan perawatan, besar kemungkinan dapat mengalami pemulihan secara penuh.

Penyebab Penis Patah

Fakta apakah penis bisa patah adalah ketika pria mengalami cedera atau trauma mendadak yang menyebabkan tunica albuginea pada penis patah. Jaringan ereksi pada bagian bawah tunika albuginea juga bisa retak.

Kedua jaringan spons pada batang penis ini biasanya terisi dengan darah saat terangsang secara seksual, yang membuat ereksi.

Fraktur penis juga dapat menyebabkan luka pada uretra, yaitu saluran yang mengeluarkan urine dari ginjal.

Penyebab patah penis yang umum meliputi:

  • Menekuk kuat penis selama berhubungan seksual.
  • Pukulan tajam pada penis yang sedang ereksi saat terjatuh, kecelakaan kendaraan, atau kecelakaan lainnya.
  • Masturbasi sambil berbaring telungkup ke bawah yang menyebabkan trauma uretra.

Baca Juga: Luka pada Penis: 12 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Faktor Risiko Penis Patah

Posisi apa pun dalam berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko fraktur penis, termasuk pada pria heteroseksual dan posisi woman on top. Ketika penis tersangkut untuk sesaat pada bagian depan lubang vagina, berat badan wanita dapat dengan paksa menekuk ereksi.

Pasangan wanita mungkin juga bergoyang terlalu maju ke depan atau ke belakang, sehingga menekuk batang penis. Posisi masuk belakang juga dapat meningkatkan risiko cedera penis.

Pria dalam budaya Timur Tengah tertentu mempraktikkan taqaandan atau retakan penis. Praktik ini dengan memegang batang penis yang ereksi dan menekuk bagian atas sampai terdengar suara klik. Pria melakukan ini karena berbagai alasan, termasuk:

  • Mengempiskan ereksi yang tidak diinginkan.
  • Mencoba memperbesar atau meluruskan penis. 
  • Keluar dari kebiasaan, seperti meretakkan buku-buku jari tangan pada penis.

Diagnosis Penis Patah

Dokter dapat memastikan bahwa penis patah berdasarkan pemeriksaan dan berkonsultasi tentang kondisi cedera tersebut. Pasien mungkin perlu menjalani tes pencitraan medis jika dokter tidak dapat membuat diagnosis yang jelas melalui pemeriksaan fisik.

Berikut ini beberapa tes pencitraan untuk mendiagnosis cedera penis:

  • Sinar-X. Tes yang disebut cavernosografi ini memerlukan suntikan pewarna khusus ke dalam pembuluh darah penis. Ini adalah teknik radiodiagnostik untuk mendeteksi kelainan pada penis.
  • Ultrasonografi (USG) penis. Prosedur pencitraan ini menggunakan gelombang suara berkekuatan tinggi untuk menghasilkan gambar atau citra bagian dalam penis.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Pencitraan dengan medan teknologi magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar bagian dalam penis secara rinci.

Selain itu, mungkin juga memerlukan tes saluran kemih khusus untuk memeriksa apakah uretra mengalami kerusakan.

Tes umum lainnya dengan menyuntikan pewarna ke dalam uretra melalui ujung penis dan kemudian menggunakan sinar X. Ini dapat menampilkan kerusakan atau kelainan apa pun yang memungkinkan ahli bedah untuk menjalani perbaikan.

Pengobatan Penis Patah

Pengobatan dan perawatan untuk fraktur penis dapat mencakup perawatan di rumah dan perbaikan dengan operasi.

Berikut ini beberapa perawatan untuk fraktur penis di rumah:

  • Menerapkan kompres dingin menggunakan kantong es berlapis kain selama 10 menit untuk mengurangi pembengkakan.
  • Menggunakan kateter Foley untuk mengosongkan kandung kemih dan mengurangi trauma pada penis.
  • Mengonsumsi obat antiradang (ibuprofen) untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
  • Membungkus penis atau memakai perban khusus khusus untuk memposisikan penis sedemikian rupa sehingga mengurangi tekanan.

Meski begitu, perawatan rumahan telah terbukti menyebabkan risiko tinggi komplikasi. Contohnya termasuk nyeri saat ereksi, penis bengkok yang parah, dan ketidakmampuan mencapai ereksi.

Sebagian besar dokter menyarankan perbaikan dan pengobatan melalui operasi. Menurut beberapa penelitian, operasi memberikan hasil yang lebih baik bagi penderita fraktur penis.

Perawatan dengan operasi berbeda-beda berdasarkan seberapa besar cedera pada penis. Contoh perbaikan setelah fraktur penis meliputi:

  • Menghilangkan hematoma atau penumpukan darah karena cedera penis.
  • Menghentikan pendarahan pada setiap pembuluh darah yang rusak.
  • Menutup luka atau laserasi (luka dalam atau robekan kulit) pada penis yang mungkin menyebabkan perdarahan.
  • Jika uretra juga mengalami kerusakan, dokter mungkin perlu memperbaikinya.

Selain itu, dokter akan membuat sayatan pada kulit penis untuk mengakses satu atau lebih area yang robek untuk memperbaiki fraktur penis. Dokter bedah dapat memperbaiki robekan ini dengan jahitan.

Komplikasi

Jika tidak mencari perawatan dan pengobatan untuk fraktur penis, ada kemungkinan dapat mengalami kelainan bentuk penis permanen.

Fraktur penis yang tidak mendapatkan pengobatan juga dapat menyebabkan kesulitan mempertahankan ereksi alias disfungsi ereksi.

Baca Juga: 11 Bentuk Penis Pria yang Unik, Punya Anda Mirip Apa?

Pencegahan Penis Patah

Untuk menghindari cedera pada penis, pastikan menggunakan pelumas yang memadai selama berhubungan seksual dan berhati-hati selama melakukan penetrasi yang kuat atau keras.

Selain itu, berikut beberapa hal yang harus anda hindari:

  • Memaksa penis yang sedang ereksi masuk ke dalam pakaian dalam yang ketat.
  • Berguling saat ereksi di tempat tidur
  • Tekanan atau benturan tiba-tiba pada penis yang ereksi yang dapat menyebabkan cedera.

 

  1. Nall, Rachel. 2017. Everything you need to know about penile fracture. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318566. (Diakses pada 23 Oktober 2020)
  2. Pendick, Daniel. 2017. Everything You Should Know About Penile Fractures. https://www.healthline.com/health/mens-health/penile-fracture. (Diakses pada 23 Oktober 2020)
  3. Ziegelmann, Matthew (Matt) J. 2020. Is it possible to fracture your penis?. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/expert-answers/penis-fracture/faq-20058154. (Diakses pada 23 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi