Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bentuk penis pria berbeda satu dengan lainnya. Bentuk kepala penis atau glans ada yang lebih lancip, membulat, atau melebar seperti jamur. Selanjutnya bentuk dari batang penis juga tidak sama. Ada yang lurus ke depan, agak melengkung ke kiri atau ke kanan, dan agak melengkung ke atas.

Apakah Memiliki Penis Melengkung Itu Normal?

Nah, yang jadi pertanyaan terbesar pada pria adalah, apakah penis yang bengkok atau lengkung itu normal? Kalau memang normal, seperti apa cirinya? Kalau memang tidak normal seperti apa kriterianya?

Kalau Anda memiliki penis melengkung entah ke atas, ke bawah, atau ke samping, berikut ulasan lengkap tentang normal atau tidaknya penis dengan kondisi tersebut.

Penis melengkung yang normal

Sebagian besar pria memiliki penis dengan bentuk melengkung ke atas. Kondisi ini bisa dibilang normal kalau penis yang dimiliki pria:

  • Tidak merasakan sakit saat ereksi. Penis yang ereksi sempurna dan ukurannya tidak terlalu besar dan panjang cenderung melengkung ke atas. Jadi, selama tidak ada rasa sakit saat ereksi, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.
  • Penis tidak merasakan sakit saat digunakan untuk bercinta. Beberapa pria yang memiliki penis tidak normal biasanya merasakan sakit yang cukup besar. Rasa sakit yang merupakan tanda gangguan.
  • Tidak ada gangguan mempertahankan ereksi. Pria masih bisa mendapatkan ereksi yang sempurna.
  • Kemampuan seks pria seperti mendapatkan ejakulasi tidak terganggu.

Penis melengkung yang tidak normal

Penis melengkung pria dikatakan tidak normal kalau ada beberapa gangguan yang terdiri dari:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Pengerasan di bagian pangkal dari penis. Otot di bagian ini mengeras menjadi plak dan menyebabkan rasa sakit. Plak bisanya terbentuk perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu.
  • Rasa sakit muncul saat penis mulai mendapatkan ereksi sempurna. Saat tidak ereksi, pria jarang sekali mendapatkan rasa sakit.
  • Beberapa pria mengalami penurunan panjang dan diameter dari penis. Kondisi ini bisa berdampak pada kemampuan seks dan kepercayaan diri dari pria.
  • Bentuk dari penis tidak simetri seperti benjol sebelah sehingga secara estetik tidak indah di mata pasangan.

Mengenal kondisi Peyronie

Kondisi yang dialami oleh pria dengan penis lengkung yang sakit disebut sindrom atau penyakit Peyronie. Penyakit ini sering sekali menyerang pria dengan usia di atas 40 tahun. Meski demikian, pria yang masih muda sekali pun juga bisa mengalami kondisi ini sehingga mereka harus lebih waspada.

Hingga saat ini penyebab dari Peyronie ini belum terlalu jelas. Namun, beberapa dokter mengatakan kalau penyakit ini disebabkan oleh luka pada penis. Kalau pria melakukan seks dengan asal-asalan sehingga penis jadi patah atau cedera plak akan muncul. Kondisi yang sama juga terjadi kalau pria sering melakukan masturbasi.

Beberapa dokter juga mengatakan kalau penyakit ini diturunkan. Jadi, kalau Anda merasa memiliki penis lengkung dan sakit saat ereksi, lebih baik segera memeriksakan diri.

Cara menangani kondisi Peyronie

Cara terbaik untuk menangani kondisi ini adalah dengan melakukan operasi. Namun, beberapa dokter sering menyarankan pria untuk mengonsumsi obat terlebih dahulu. Kalau obat tidak terlalu bekerja dengan baik, penanganan Peyronie dilakukan dengan pembedahan penis.

Pembedahan dilakukan dengan menghilangkan plak atau jaringan yang mengeras di bagian bawah dari penis. Selanjutnya pemberian alat untuk membuat penis jadi lurus juga dilakukan. Prosedur operasi ini tentu memberi banyak risiko pada pria. Kemungkinan terjadi gangguan ereksi sementara bisa saja terjadi.

Demikianlah sedikit ulasan tentang normal atau tidaknya penis yang melengkung. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda semuanya. Kalau Anda memiliki penis lengkung, coba raba bagian bawah apakah ada plaknya atau tidak. Lebih baik waspada sejak awal bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi