Terbit: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pada dasarnya penis memang sedikit melengkung saat ereksi entah itu ke atas atau ke bawah. Namun, kalau derajat kelengkungannya sudah parah atau melebihi tiga puluh derajat, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi, penis yang Anda miliki sedang terkena penyakit tertentu dan salah satunya adalah kanker.

Penis Melengkung Saat Ereksi, Waspadai Kanker yang Sedang Berkembang

Untuk mengetahui penyakit apa saja yang muncul dari penis abnormal, simak ulasan di bawah ini dengan saksama.

Penyakit dari penis lengkung

Penyakit penis lengkung yang sering terjadi pada pria adalah sindrom Peyronie. Sindrom ini menyebabkan bagian bawah atau pangkal dari penis terbentuk jaringan plak yang keras. Jaringan ini membuat ereksi penis tidak berjalan dengan lancar. Kondisi Peyronie ini juga bisa menyebabkan rasa sakit saat ereksi dan juga berhubungan badan dengan pasangan.

Selain karena Peyronie, penyakit penis lengkung pada pria juga bisa berisiko terkena kanker. Berdasarkan penelitian dari Baylor College of Medicine di Amerika Serikat terhadap 1,7 juta pria sekitar 43 persen penderita Peyronie berisiko terkena kanker perut. Selanjutnya 19 persen terkena kanker kulit atau melanoma dan 39 persen berisiko terkena kanker testis.

Pemeriksaan dan pengobatan

Peyronie tidak selalu memberikan rasa sakit pada penis. Meski demikian, Anda tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter agar masalahnya bisa teratasi. Kalau masalah Peyronie bisa diatasi, peluang munculnya kanker bisa ditekan dengan baik.

Untuk mengatasi Peyronie biasanya dokter akan memberikan obat oral atau suntik kalau kondisinya belum parah. Obat yang diberikan akan menghancurkan plak dan membuat penis bisa ereksi lagi dengan sempurna. Kalau kondisi lengkungannya cukup parah, tindakan media seperti operasi mungkin harus dilakukan.

Demikianlah ulasan singkat tentang penis lengkung yang bisa jadi tanda kanker pada tubuh. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi