Terbit: 22 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Penis yang normalnya biasanya berbentuk lurus dan tidak bengkok atau melengkung. Kalau Anda miliki penis yang melengkung terlalu ke atas atau ke bawah atau merasakan sakit saat ereksi. penyakit Peyronie sudah menjangkiti Anda.

doktersehat-pria-skrotum-penis-masalah-kelamin-Pembesaran-Prostat-Jinak-gatal-hematuria-scrotoplasty-kanker-prostat-infeksi-menular-seksual

Penyakit ini terjadi karena jaringan fibrosis pada bawa penis terdapat plak. Plak ini menyebabkan penis jadi tertarik sehingga saat ereksi muncul, rasa sakit akan muncul hingga ereksi akhirnya selesai.

Risiko Peyronie dengan kanker
Awalnya peneliti tidak menganggap kalau penyakit yang menyebabkan penis jadi melengkung ini bisa sebabkan kanker. Yang peneliti tahu, penyakit ini hanya mengganggu aktivitas seksual dari pria. Penyakit ini diketahui bisa menyebabkan disfungsi ereksi karena rasa sakit yang ditimbulkan.

Peyronie yang terjadi pada pria berusia 40-70 tahun ini juga tidak mematikan dan tidak mengandung sel kanker. Namun, beberapa pria dengan kondisi ini memiliki kanker pada beberapa tubuhnya. Akhir peneliti mengembangkan penelitian dan menemukan adanya protein bernama WNT2 yang diketahui mampu mempercepat pertumbuhan kanker jenis tertentu.

Persentase risiko terkena kanker pada pemilik penis lengkung
Peyronie diketahui mampu menaikkan risiko penyakit kanker tertentu khususnya pada area perut. Selanjutnya risiko mengalami melanoma dan kanker di testis juga meningkat cukup besar.

Pria yang memiliki penis bengkok berisiko alami kanker perut sebanyak 43 persen. Selanjutnya untuk melanoma dan kanker testis berturut-turut 19 dan 39 persen. Dengan risiko yang cukup besar ini, pria yang memiliki Peyronie harus lebih waspada dan kerap memeriksakan kesehatannya. Mendeteksi kanker sejak dini, pengobatan yang benar bisa dilakukan dan risiko alami kematian akibat kanker bisa dikurangi.

Jadi, kalau Anda melihat ada kejanggalan pada penis saat ereksi, coba lakukan pemeriksaan ke dokter. Jangan malu untuk memeriksakan penis karena risikonya cukup besar kalau sampai terkena kanker.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi