Terbit: 18 Agustus 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penis kecil atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan mikropenis/micropenis mengacu pada ukuran kemaluan laki-laki yang lebih kecil dari usia seharusnya. Keadaan ini umum terjadi saat bayi atau anak-anak. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab ukuran penis kecil hingga cara mengatasinya.

Penis Kecil: Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Apa Itu Penis Kecil?

Dokter mendiagnosis keadaan ini ketika genital seseorang adalah 2,5 standard deviation (SD) di bawah panjang rata-rata yang diregangkan untuk usia dan tingkat perkembangan seksualnya.

Sebuah penelitian memperkirakan bahwa ukuran genital rata-rata untuk orang dewasa adalah 13,24 sentimeter (cm) saat diregangkan. Orang dewasa yang memiliki panjang penis yang direntangkan kurang dari 9,3 cm masuk dalam kategori ukuran kecil.

Meski keadaan ini adalah sesuatu yang jarang terjadi, sebuah penelitian menunjukkan 0,6 persen pria di seluruh dunia memiliki kondisi tersebut. Pada tahun 1997-2000, 0,015 persen (1,5 dari 10.000 kelahiran) anak laki-laki di Amerika Serikat lahir dengan keadaan ini.

Statistik prevalensi mikropenis bervariasi antar penelitian. Kemaluan laki-laki lebih kecil dan kelainan lahir lainnya dapat dikaitkan dengan faktor lingkungan. Akibatnya, kondisi ini mungkin lebih umum pada populasi tertentu.

Penyebab Ukuran Penis Kecil

Masalah hormonal adalah penyebab paling umum dari keadaan ini. Pada kasus yang jarang terjadi, kecilnya kemaluan laki-laki dan kelainan lahir lainnya dapat terjadi ketika ibu mengalami paparan pestisida atau bahan kimia beracun lainnya selama kehamilan.

Selain itu, kekurangan testosteron selama kehamilan, biasanya menjadi penyebab micropenis dan juga dapat menyebabkan kelainan genital lainnya.

Kekurangan testosteron dapat muncul ketika janin laki-laki tidak menghasilkan cukup testosteron, atau ketika ibu tidak menghasilkan cukup hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) selama kehamilan. hormon yang merangsang perkembangan testosteron pada janin.

Ketika kadar testosteron normal, beberapa kondisi medis dapat menghentikan tubuh seseorang untuk merespons testosteron dengan benar. Respon ini bernama insensitivitas androgen.

Ketika salah satu dari masalah hormonal ini muncul, kemaluan laki-laki saat janin mungkin tidak berkembang dengan normal.

Baca Juga: Penis Mengecil: 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya

Perkembangan Penis Setelah Lahir

Bayi laki-laki akan mengalami lonjakan testosteron sekitar 0–3 bulan setelah lahir. Ini adalah periode penting untuk pertumbuhan organ genital. Jika proses ini terganggu oleh masalah hormonal, bayi mungkin memiliki kemaluan yang lebih kecil.

Dalam kasus yang jarang terjadi, micropenis bersifat idiopatik, yang berarti dokter tidak dapat menemukan penyebab spesifiknya.

Perlu diketahui juga, dikarenakan masalah hormon yang paling umum menyebabkan kemaluan lebih kecil, seseorang dengan kondisi ini mungkin juga memiliki gejala lain.

Beberapa diagnosis yang mungkin dikaitkan dengan kemaluan laki-laki yang mengecil, antara lain:

  • Hypogonadotropic hypogonadism.
  • Prader-Willi syndrome.
  • Kallmann syndrome.
  • Defisiensi hormon pertumbuhan.
  • Kelainan kromosom.
  • Laurence-Moon syndrome.

Terkadang apa yang tampak sebagai micropenis sebenarnya disebabkan oleh masalah lain. Misalnya, bayi yang lahir dengan pembengkakan di skrotum mungkin terlihat lebih kecil. Kemaluan juga mungkin kurang terlihat kecil karena bantalan lemak besar di sekitarnya, kondisi yang mungkin dapat terjadi pada orang dengan obesitas.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Memiliki Penis Kecil?

Banyak pria khawatir tentang ukuran dan biasanya berpikir kemaluannya memiliki ukuran yang kecil dari rata-rata, meskipun sebenarnya tidak.

Jika seseorang mencurigai memiliki kondisi ini, bertemu dengan dokter adalah langkah terbaik untuk melakukan pengukuran yang akurat dan mendiagnosis kondisi yang terkait. Namun, seorang dokter biasanya akan mendiagnosisnya saat lahir.

Jika dokter mencurigai adanya keabnormalan, ia akan mengukur panjang penis bayi yang teregang dan memeriksa tanda-tanda kelainan hormonal lainnya.

Jika penis bayi baru lahir sangat kecil, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk menilai penyebabnya, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik. Selain mengukur kemaluan, dokter mungkin mencari tanda-tanda lain, seperti bantalan atau pertumbuhan lemak yang tidak biasa.
  • Tes darah. Tes ini dapat membantu dokter memeriksa kadar hormon bayi. Dokter juga dapat melakukan tes genetik untuk menentukan jenis kelamin biologis bayi. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi yang tampaknya memiliki kemaluan kecil mungkin interseks atau memiliki kelainan kromosom seks.
  • Imaging scan. Seorang dokter dapat menggunakan tes pencitraan, seperti ultrasound panggul atau pemindaian MRI, untuk melihat alat kelamin dan struktur di sekitarnya.

Beberapa kondisi lain dapat membuat kemaluan tampak lebih kecil dari biasanya dan mungkin disalahartikan sebagai micropenis. Beberapa di antaranya dapat terjadi setelah sunat.

Diagnosis alternatif untuk melihat kondisi ini meliputi:

  • Buried penis, di mana bantalan lemak menyembunyikan ukuran yang sebenarnya.
  • Webbed penis, di mana ada kulit ekstra yang menghubungkan skrotum dan penis.
  • Trapped penis, di mana tidak ada cukup kulit di sekitar kemaluan.

Baca Juga: Memahami Fenomena Penis Captivus (Gancet), Mitos atau Fakta?

Perawatan Penis Kecil

Pada dasarnya, perawatan bertujuan untuk meningkatkan ukuran dan untuk memastikan seseorang memiliki organ genital yang berfungsi penuh dan merasa percaya diri. Berikut adalah dua perawatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter:

Terapi Hormon

Perawatan testosteron sering kali dapat membantu. Menerapkan krim testosteron ke alat kelamin selama masa bayi, atau memberikan suntikan testosteron intramuskular dapat meningkatkan ukurannya. Perawatan testosteron akan lebih efektif jika dilakukan sebelum pubertas.

Perawatan hormon yang berbeda dapat membantu, tergantung pada penyebab kemaluan kecil, jadi penting bagi seseorang untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Terapi ini tidak memiliki banyak dampak positif untuk kemaluan kecil yang disebabkan oleh gangguan lain, seperti ketidakpekaan androgen, keadaan yang tidak dapat ditolong dengan pengobatan hormon.

Pembedahan

Jika perawatan hormon tidak berhasil, pembedahan dapat membantu. Seorang dokter dapat memasukkan implan ke penis, yang mungkin membuatnya terlihat lebih besar dari sebelumnya. Namun, operasi ini membawa kemungkinan komplikasi yang tinggi.

 

  1. Anonim. Micropenis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17955-micropenis. (Diakses pada 18 Agustus 2021).
  2. Villines, Zawn. 2018. What to know about micropenis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323811. (Diakses pada 18 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi