Terbit: 13 April 2021 | Diperbarui: 14 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penis captivus atau lebih populer dengan istilah gancet adalah keadaan di mana penis tersangkut di dalam vagina ketika berhubungan seksual. Penelitian terkait hal ini sangat jarang, sehingga banyak orang awam mempertanyakan apakah fenomena ini benar-benar terjadi. Bagaimana dunia medis melihat hal ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Memahami Fenomena Penis Captivus (Gancet), Mitos atau Fakta?

Fenomena Gancet Dalam Sudut Pandang Medis

Penis captivus adalah fenomena kesehatan yang sangat sedikit penelitian kredibel tentangnya, hal tersebut membuat beberapa orang, termasuk dokter mempertanyakan keberadaannya.

Sebuah tinjauan pada penelitian tahun 1979 mencatat bahwa fenomena ini lebih ditentukan oleh desas-desus daripada fakta. Penulis penelitian tersebut menyimpulkan bahwa meskipun penis captivus mungkin tampak seperti mitos, beberapa dokter pernah melaporkan kasus tersebut. Meskipun demikian, laporan ini sangat jarang.

Kurangnya dokumentasi medis mungkin berasal dari fenomena yang bersifat sementara. Jika hal ini terjadi secara rutin dan menimbulkan keparahan yang membutuhkan perhatian medis, kemungkinan besar hal tersebut akan menginspirasi banyak laporan tentangnya

Bagaimana Gancet Bisa Terjadi?

Saat seorang pria sedang bergairah, penisnya akan terisi dengan darah kemudian menjadi ereksi sebagai persiapan untuk hubungan seksual. Pada wanita, gairah akan membuat dinding vagina akan mengendur dan terjadi pelumasan pada vulva sebagai persiapan untuk penetrasi seksual.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Dinding vagina terdiri dari jaringan otot, yang mengembang dan berkontraksi pada waktu yang berbeda saat berhubungan seks, seperti saat orgasme. Kontraksi ini bisa sangat kuat dan terkadang lebih kuat dari biasanya.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, vagina dapat berkontraksi dengan kekuatan yang cukup untuk menahan penis di dalam vagina. Namun, setelah kontraksi vagina ini berakhir, dinding vagina akan mengendur. Setelah itu, darah akan mengalir menjauh dari penis dan penetrasi bisa diakhiri

Dikarenakan kurangnya dokumentasi medis terkait hal ini, mungkin aman untuk mengasumsikan bahwa penis captivus adalah kondisi di mana penis tersangkut di dalam vagina yang terjadi sementara.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Mengalami Gancet?

Jika memang hal ini benar-benar terjadi, Anda tetap harus berusaha untuk tetap tenang. Stres tambahan dapat menyebabkan lebih banyak ketegangan otot, kondisi yang dapat membuat fenomena penis captivus bertahan lebih lama

Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk memaksa penis keluar dari vagina. Melakukannya dapat melukai salah satu pasangan atau keduanya. Anda juga tidak disarankan untuk membuka vagina atau mengeluarkan penis secara manual.

Menarik napas dalam-dalam dapat membantu Anda berdua untuk tetap tenang. Cobalah untuk membuat lelucon tentang situasi tersebut guna meredakan ketegangan dan mengurangi gairah pada alat kelamin. Biarkan otot-otot pada tubuh menjadi rileks untuk membantu menyelesaikan masalah tanpa komplikasi.

Pada akhirnya, fenomena ini hanya akan berlangsung sesaat sebelum penis dan vagina mengendur.

Baca Juga: 12 Makanan untuk Kesehatan Vagina secara Alami

Kaitan Penis Captivus dan Vaginismus

Vaginismus melibatkan kejang yang tidak disengaja pada otot dasar panggul wanita. Kejang dapat membuat aktivitas seperti memasukkan tampon menjadi sulit atau tidak mungkin dilakukan. Kejang juga dapat mengganggu hubungan seks atau membuatnya tidak nyaman bagi salah satu atau kedua pasangan.

Seseorang mungkin memiliki pengalaman vaginismus yang sangat berbeda dari yang lain. Gejala dapat berkisar dari sedikit sensasi terbakar saat berhubungan seks hingga kontraksi yang parah dan menyakitkan karena vagina menutup sepenuhnya. Terdapat kemungkinan kontraksi ekstrem terjadi selama penetrasi. Dalam kasus ini, penis bisa tersangkut sesaat di dalam vagina.

Penyebab vaginismus bervariasi, bisa melibatkan faktor fisik, emosional, psikologis, atau kombinasi ketiganya. Pada beberapa orang, keadaan berasal dari respons emosional atau psikologis terhadap penyisipan apa pun ke dalam vagina.

Oleh karena itu, pengobatan untuk vaginismus dapat menjadi rumit bagi sebagian orang. Misalnya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa beberapa opsi pengobatan melibatkan penggunaan alat seperti vaginal dilator.

Beberapa orang dengan vaginismus menganggap terapi perilaku kognitif bermanfaat. Namun, bagi beberapa orang dengan kondisi tersebut, hubungan seksual mungkin tidak pernah nyaman sepenuhnya.

Secara umum, pengobatan untuk keadaan ini membutuhkan waktu. Diperlukan kesabaran dan komunikasi yang terbuka antara pasien dan dokter.

Penanganan Vaginismus

Tujuan pengobatan pada dasarnya adalah untuk mengurangi pengetatan otomatis otot, rasa takut akan nyeri, dan untuk mengatasi jenis ketakutan lain yang mungkin terkait dengan masalah tersebut.

Perawatan biasanya mencakup kombinasi dari beberapa hal berikut:

  • Latihan kontrol dasar panggul. Ini termasuk aktivitas kontraksi dan relaksasi otot, serta latihan Kegel untuk meningkatkan kontrol otot dasar panggul.
  • Konseling. Cara ini memberikan informasi tentang anatomi seksual dan siklus respons seksual yang dapat membantu individu memahami rasa sakit serta proses yang dialami tubuh.
  • Latihan emosional. Cara ini dapat membantu Anda mengidentifikasi, mengekspresikan, dan menyelesaikan faktor emosional apa pun yang mungkin berkontribusi pada keadaan ini.
  • Mengurangi sensitivitas. Anda akan didorong untuk menyentuh area dekat lubang vagina secara rutin tanpa menyebabkan rasa sakit. Saat Anda mampu menyentuh area sekitar vagina, Anda dianjurkan untuk membuka bibir vagina dan kemudian memasukan jari.
  • Latihan penyisipan. Setelah Anda terbiasa menyentuh area sekitar vagina, langkah selanjutnya adalah belajar menggunakan plastic dilator. Jika Anda berhasil memasukkan ke dalam vagina tanpa rasa sakit, cobalah untuk membiarkannya selama 10 hingga 15 menit agar otot terbiasa dengan tekanan. Selanjutnya, Anda bisa menggunakan alat dengan ukuran yang lebih besar.

Ketika wanita merasa nyaman dengan vaginal dilator, biarkan pasangan meletakkan penisnya di dekat vagina, tapi tidak masuk ke dalam. Saat wanita benar-benar nyaman dengan ini, pasangan dapat mencoba penetrasi namun sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Waktu penanganan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan kondisi ini bergantung pada individu. Sangat jarang vaginismus membutuhkan pembedahan.

 

  1. Johnson, Jon. 2019. Myths and facts about penis captivus. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325940#what-is-vaginismus. (Diakses pada 13 April 2021).
  2. Smith, Lori. 2018. What you need to know about vaginismus. https://www.medicalnewstoday.com/articles/175261#treatment. (Diakses pada 13 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi