Pengungsi Gempa Palu Lahirkan Bayi Kembar Tiga

cara-mengatasi-bayi-alergi-susu-sapi-doktersehat

DokterSehat.Com– Gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah memang memicu dampak yang sangat luar biasa. Tak hanya membuat banyak bangunan rusak, korban jiwa dan luka-luka pun berjatuhan. Banyak orang yang bahkan sampai mengungsi hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah pasangan Zainal Abidin dan Atina.

Dibalik duka yang sedang mereka rasakan akibat terkena bencana alam, Zainal dan Atina ternyata diberi kabar bahagia. Pada Senin, 1 Oktober 2018, malam, pasangan ini dikaruniai kelahiran anak kembar tiga saat berada di Rumah Sakit Umum Daerah Makassar.

“Alhamdulillah, telah lahir anak kembar tiga dari salah seorang pengungsi gempa Sulawesi Tengah melalui operasi caesar,” ucap Direktur rumah sakit tersebut, Juliani Jafar.

Prosedur operasi caesar dilakukan karena pemeriksaan menjelang proses persalinan menghasilkan fakta bahwa posisi bayi saling menyilang saat masih di dalam rahim Atina. Operasi berjalan dengan lancar dan kini baik sang ibu ataupun ketiga buah hatinya masih mendapatkan perawatan intensif. Ketiga anak kembar ini juga masih ditempatkan di dalam inkubator ICU.

“Mereka sudah melewati masa kritis tapi masih dirawat secara intensif. Bayi-bayi ini masih dalam pengawasan para dokter dan perawat,” lanjut Juliani.

Sang ayah, Zainal, menyebut bayinya memiliki berat badan yang bervariasi. Dua bayi memiliki berat 2 kg dan bayi lainnya memiliki berat 1,8 kg. Bayi pertama memiliki jenis kelamin laki-laki dan sisanya adalah perempuan.

Sebagai informasi, Zainal dan Atina ikut menjadi korban gempa dan tsunami yang ada di Palu. Keduanya kemudian diungsikan ke Makassar dengan menggunakan pesawat Hercules beberapa jam sebelum proses persalinan tiba karena membutuhkan bantuan medis demi melahirkan. Saat akan masuk ke pesawat Hercules, Zainal mengaku mengalami penundaan pemberangkatan karena ribuan korban gempa saling berebut untuk naik ke dalam pesawat.

“Banyak korban gempa saling berebut ingin naik pesawat ke Makassar. Pesawat yang sebenarnya mau berangkat berkali-kali membatalkan jadwalnya,” ucap Zainal.

Beruntung, pesawat kemudian bisa segera berangkat sebelum Atina membutuhkan penanganan medis untuk melahirkan.