Terbit: 13 April 2021 | Diperbarui: 14 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat radang paru-paru pada dasarnya tergantung pada jenis peradangan yang Anda alami. Tujuan pengobatan paru-paru adalah untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. Apa saja obat yang bisa Anda gunakan? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Berbagai Obat Radang Paru-Paru dan Aturan Penggunaannya

Berbagai Obat Radang Paru-Paru yang Bisa Anda Gunakan

Sebelum menjelaskan mengenai obat paru-paru yang meradang, perlu Anda ketahui bahwa peradangan yang terjadi pada paru-paru atau disebut juga sebagai pneumonia adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi  bakteri, virus, atau jamur.

Perawatan untuk pneumonia tergantung pada jenis yang Anda alami, seberapa parah rasa sakit, usia, dan apakah Anda memiliki masalah kesehatan yang lain. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengikuti rencana perawatan yang diarahkan oleh dengan dokter dengan hati-hati.

Berikut adalah berbagai obat radang paru-paru yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

1. Antibiotik

Obat radang paru-paru ini digunakan untuk mengobati kondisi yang disebabkan oleh bakteri. Mungkin perlu waktu untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia dan memilih antibiotik yang tepat. Jika gejala tidak membaik, dokter mungkin merekomendasikan antibiotik yang berbeda.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

2. Obat Batuk

Obat ini bisa digunakan untuk meredakan batuk agar Anda bisa istirahat dengan nyaman. Batuk membantu mengendurkan dan mengeluarkan cairan dari paru-paru. Meski begitu, penelitian terkait obat batuk yang dijual bebas dapat mengurangi batuk yang disebabkan oleh pneumonia masih terbatas. Jika Anda ingin mencoba pereda batuk, gunakan dosis terendah yang membantu Anda istirahat.

3. Obat Demam atau Pereda Nyeri

Demam dan nyeri adalah gejala yang biasanya muncul saat terjadi peradangan pada paru-paru. Beberapa obat-obatan tersebut adalah aspirin, ibuprofen, dan acetaminophen. Selain itu, Anda juga dapat membantu pemulihan dan mencegah kekambuhan dengan banyak istirahat serta minum banyak cairan. Jangan berikan aspirin pada anak-anak.

Pengobatan Radang Paru-Paru Lainnya

Hal-hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan gejala radang paru-paru adalah:

  • Jangan minum obat batuk tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Batuk adalah salah satu cara tubuh bekerja untuk menghilangkan infeksi. Jika batuk menghalangi Anda untuk mendapatkan istirahat yang dibutuhkan, tanyakan pada dokter tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk meredakannya.
  • Konsumsi minuman hangat, mandi air hangat, dan gunakan pelembap udara untuk membantu membuka saluran udara dan melancarkan pernapasan. Hubungi dokter segera jika pernapasan memburuk seiring waktu.
  • Jauhi asap. Ini termasuk merokok, asap rokok pasif, dan asap kayu. Bicaralah dengan dokter jika Anda seorang perokok dan mengalami kesulitan untuk berhenti.
  • Banyaklah beristirahat. Dapatkan bantuan sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan makan dan pekerjaan rumah tangga sampai Anda merasa lebih kuat. Penting untuk tidak melakukan aktivitas sehari-hari secara berlebihan sampai kondisi benar-benar pulih.

Pada banyak kasus, seseorang yang dirawat karena pneumonia bakterial mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari, tetapi membutuhkan beberapa minggu untuk benar-benar sembuh seperti sediakala.

Baca Juga: Paru-Paru Basah: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Pemulihan dari Pneumonia

Beberapa orang merasa lebih baik dan dapat kembali ke rutinitas normalnya dalam waktu seminggu. Sementara yang lain bisa memakan waktu satu bulan atau lebih.

Istirahat yang cukup penting untuk meningkatkan pemulihan penuh dan untuk menghindari kekambuhan. Konsultasi dengan dokter diperlukan tentang kapan Anda dapat kembali ke rutinitas normal.

Saat Anda dalam masa pemulihan, cobalah untuk membatasi kontak dengan keluarga dan teman agar kuman tidak menyebar ke orang lain. Tutup mulut dan hidung saat batuk, segera buang tisu ke dalam wadah tertutup dan sering mencuci tangan.

Kemungkinan Komplikasi Pneumonia

Beberapa orang yang lebih mungkin mengalami komplikasi adalah:

  • Orang lanjut usia atau anak bayi.
  • Orang yang sistem kekebalannya tidak bekerja dengan baik.
  • Memiliki masalah medis serius seperti diabetes atau sirosis hati.
  • Kegagalan pernapasan, sehingga membutuhkan mesin pernapasan atau ventilator.
  • Sepsis, suatu kondisi di mana terjadi peradangan yang tidak terkontrol di dalam tubuh, di mana hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ yang meluas.
  • Gangguan pernapasan berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS), bentuk gagal pernapasan yang parah.
  • Abses paru, ini adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi merupakan komplikasi pneumonia yang serius. Hal ini terjadi ketika kantong nanah terbentuk di dalam atau di sekitar paru-paru.

Perawatan di Rumah Sakit

Jika gejala sangat parah atau Anda memiliki masalah kesehatan lain, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Di rumah sakit, dokter dapat memantau detak jantung, suhu, dan pernapasan. Perawatan rumah sakit mungkin termasuk:

  • Antibiotik intravena disuntikkan ke pembuluh darah.
  • Terapi pernapasan, terapi yang melibatkan pemberian obat-obatan tertentu langsung ke paru-paru atau teknik latihan pernapasan untuk memaksimalkan oksigenasi.
  • Terapi oksigen, terapi ini diperlukan untuk menjaga kadar oksigen dalam darah. Dalam kasus pneumonia yang serius, bantuan pernapasan melalui ventilator di unit perawatan intensif mungkin diperlukan.

Anda harus diberi antibiotik sesegera mungkin jika pneumonia kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara itu, Anda mungkin tidak akan diberikan antibiotik jika penyebabnya adalah virus, misalnya COVID-19, karena antibiotik tidak mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus.

Pertimbangan lain yang mengharuskan Anda mendapatkan perawatan di rumah sakit, antara lain:

  • Usia lebih dari 65 tahun.
  • Mengalami kebingungan.
  • Penurunan fungsi ginjal.
  • Tekanan darah sistolik di bawah 90 milimeter merkuri (mm Hg) atau tekanan darah diastolik di bawah 60 mm Hg.
  • Napas menjadi cepat (30 napas atau lebih dalam satu menit).
  • Suhu tubuh di bawah normal.
  • Denyut jantung Anda di bawah 50 atau di atas 100.
  • Anda mungkin dirawat di unit perawatan intensif jika Anda perlu ditempatkan di mesin pernapasan (ventilator) atau jika gejala Anda parah

Sedangkan, anak-anak mungkin dirawat di rumah sakit jika:

  • Di bawah 2 bulan.
  • Terlihat lesu dan cepat mengantuk.
  • Kesulitan bernapas.
  • Memiliki kadar oksigen darah yang rendah.
  • Gejala dehidrasi.

 

  1. Anonim. Pneumonia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/diagnosis-treatment/drc-20354210. (Diakses pada 13 April 2021).
  2. Anonim. How Is Pneumonia Treated?. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/treatment-and-recovery. (Diakses pada 13 April 2021).
  3. Anonim. Treatment. https://www.nhs.uk/conditions/pneumonia/treatment/. (Diakses pada 13 April 2021).
  4. Normandin, Bree. 2019. Everything You Need to Know About Pneumonia. https://www.healthline.com/health/pneumonia#treatment. (Diakses pada 13 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi