Terbit: 16 Maret 2020 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Obat anemia tersedia dalam berbagai bahan alami maupun secara medis, misalnya makan bit merah atau bisa mengonsumsi suplemen. Ini menjadi pilihan pengobatan bagi Anda yang mengalami kekurangan darah. Gejalanya termasuk sakit kepala, lemah, nyeri dada, dan kulit pucat.

12 Cara Mengatasi Anemia yang Alami dan Medis

Cara Mengatasi Anemia yang Alami Maupun Medis

Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah sehat yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anemia dapat bersifat sementara atau jangka panjang dan berkisar ringan hingga berat.

Anemia memiliki penyebab yang berbeda, termasuk anemia defisiensi besi, anemia defisiensi vitamin, anemia peradangan, anemia aplastik, anemia berhubungan dengan penyakit sumsum tulang, anemia hemolitik, dan anemia sel sabit.

Jika mengalami gejala anemia, mungkin Anda harus mencari obat anemia untuk menambah darah. Berikut sejumlah pengobatan anemia secara alami atau secara medis:

1. Minum Jus Bit dan Delima

Bit adalah umbi yang dipercaya sebagai obat alami penambah darah, manfaat ini juga berlaku pada buah delima atau pomegranate.

Bit kaya akan asam folat yang dapat dicampur dengan apel atau wortel, sebagai penambah rasa dan vitamin. Sementara buah delima kaya akan zat besi dan juga mineral lain seperti tembaga dan kalium. 

2. Vitamin C

Kekurangan darah cenderung melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit radang. Obat anemia yang alami adalah dengan mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang cukup untuk membantu melindungi tubuh dari dalam dan pada saat yang sama juga dapat membantu penyerapan zat besi.

Makanan yang kaya vitamin C adalah buah jeruk atau Anda meminum segelas air lemon peras setiap hari. Kedua buah ini sangat mudah didapatkan dalam keadaan segar.

3. Perbanyak Makan Sayuran Hijau

Tingginya jumlah klorofil yang terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam, sawi hijau, brokoli, dan seledri adalah sumber zat besi yang baik bagi penderita anemia.

Perlu diingat bahwa yang terbaik untuk mengonsumsi sayur bayam adalah memasaknya dengan benar, karena jika mentah daunnya mengandung asam oksalat yang dapat mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

4. Yogurt dan Kunyit

Menurut bukunya, Ayurvedic Home Remedies, Dr. Vasant Lad menyarankan bahwa penderita anemia tipe kapha harus minum secangkir yoghurt dua kali sehari, pagi dan sore. Ini bisa dicampur dengan satu sendok teh kunyit.

Ketika mengalami anemia tipe kapha, pasien mungkin mengalami pembengkakan dan kulit menjadi dingin dan lembap.

5. Kismis dan Kurma

Buah-buahan kering ini memberikan manfaat dengan menggabungkan zat besi dan Vitamin C. Buah-buahan kering ini memungkinkan tubuh menyerap zat besi dengan cepat dan efektif.

Oleh karena itu, makanlah segenggam kismis dan satu atau dua kurma untuk sarapan atau sebagai camilan.

6. Biji Wijen

Mengonsumsi biji wijen adalah cara yang terbaik lainnya untuk meningkatkan zat besi dalam tubuh, terutama biji wijen hitam. Bagaimana cara mengonsumsinya?

Cara mengatasi anemia ini mudah, rendamlah biji wijen dalam air selama dua hingga tiga jam dan kemudian menghaluskannya menjadi pasta. Makanlah satu sendok teh madu setiap hari.

7. Makan Makanan Sumber Zat Besi

Tubuh pada dasarnya membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tubuh dapat lebih mudah menyerap zat besi dari daging daripada dari sayuran atau makanan lain. Guna sebagai pengobatan anemia, dokter mungkin menyarankan Anda memperbanyak makan daging, terutama daging merah (daging sapi atau hati), ayam, ikan, dan kerang.

Selain daging, berikut beberapa makanan yang menjadi sumber zat besi:

  • Tahu
  • Bayam dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang putih, merah, kedelai, dan buncis
  • Buah kering, seperti prem, kismis, dan aprikot
  • Prune (plum kering)
  • Sereal dan roti yang diperkaya zat besi

8. Makan Makanan Sumber Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia pernisiosa. Jenis anemia ini biasanya dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen vitamin B12.

Anda juga dapat memperoleh vitamin B12 dari beberapa makanan berikut:

  • Sereal yang diperkaya vitamin B12
  • Daging (daging sapi, hati, ayam, dan ikan)
  • Telur, susu atau produk berbahan susu (yogurt dan keju)
  • Makanan yang diperkaya vitamin B12, seperti minuman berbahan kedelai dan burger vegetarian

Baca Juga: Anemia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Jika obat anemia yang alami di atas tidak afektif, Anda dapat mempertimbangkan beberapa pengobatan anemia secara medis di bawah ini.

9. Obat-obatan

Guna menambah lebih banyak sel darah merah atau untuk mengobati penyebab anemia yang mendasarinya, mungin dokter akan meresepkan obat anemia. Beberapa obat-obatan ini termasuk:

  • Antibiotik.
  • Obat hormon untuk mengobati perdarahan menstruasi yang berat pada wanita remaja dan dewasa.
  • Erythropoietin untuk merangsang tubuh membuat lebih banyak sel darah merah. Hormon ini memiliki beberapa risiko, sehingga pasien dan dokter biasanya akan lebih mempertimbangkan tentang manfaat perawatannya.
  • Obat-obatan untuk mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang sel darah merah.
  • Terapi chelation adalah pengobatan untuk mengatasi keracunan timbal. Terapi ini digunakan terutama pada anak-anak, karena mereka yang menderita anemia defisiensi besi berisiko lebih tinggi mengalami keracunan timbal.

10. Transfusi Darah

Transfusi darah adalah prosedur cara mengatasi anemia yang umum dan aman di mana darah diberikan kepada pasien melalui intravena (IV) pada salah satu pembuluh darah. Transfusi membutuhkan pencocokan yang sangat hati-hati dari pendonor darah dengan penerima darah.

11. Transplantasi Sel Punca Darah dan Sumsum

Cara mengatasi anemia bisa melalui transplantasi sel punca dan darah untuk menggantikan sel punca yang rusak dengan yang sehat dari pendonor. Sel induk dibuat di sumsum tulang. Ini akan berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.

Selama transplantasi, pasien akan mendapatkan sel punca melalui selang kecil yang ditempatkan pada pembuluh darah di dada. Setelah berada di tubuh, sel-sel induk melakukan perjalanan ke sumsum tulang dan mulai membuat sel-sel darah baru.

12. Operasi

Jika pasien mengalami pendarahan serius atau mengancam jiwa yang menyebabkan anemia, pengobatan anemia mungkin memerlukan prosedur operasi. Misalnya, pasien mungkin memerlukan operasi untuk mengendalikan perdarahan yang sedang berlangsung karena tukak lambung atau kanker usus besar.

Jika tubuh menghancurkan sel darah merah dengan kecepatan tinggi, pasien mungkin perlu mengeluarkan limpa. Limpa adalah organ yang membuang sel-sel darah merah rusak dari tubuh. Limpa yang membesar atau sakit dapat menghilangkan lebih banyak sel darah merah dari biasanya, sehingga menyebabkan anemia.

 

  1. Anonim. 2018. 7 Best Home Remedies For Anemia. https://food.ndtv.com/health/7-best-home-remedies-for-anaemia-1655479. (Diakses 6 Maret 2019)
  2. How Is Anemia Treated?. https://www.hoacny.com/patient-resources/blood-disorders/anemia/how-anemia-treated. (Diakses 6 Maret 2019)
  3. Mayo Clinic Staff. Anemia. 2019. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360. (Diakses 6 Maret 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi