Pengobatan Nyeri Punggung

Doktersehat-obat-nyeri-punggung
Photo Credit: Flickr.com/mymedistore365 mymedi

DokterSehat.Com – Perawatan nyeri punggung bertujuan untuk meredakan punggung yang nyeri dan memperbaiki gerakan anggota tubuh. Pengobatan dasar untuk menghilangkan rasa sakit punggung akut dari ketegangan atau cedera kecil adalah dengan memodifikasi aktivitas Anda.

Setelah peradangan reda, terapi panas dapat membantu menenangkan otot-otot dan jaringan ikat. Perlu diketahui, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak kurang dari usia 19 tahun, karena bisa meningkatkan risiko sindrom Reye.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nyeri punggung di antaranya:

  • Istirahat yang cukup

Mengistirahatkan punggung dengan total sangat disarankan untuk penanganan nyeri punggung. Hal ini mungkin memperlambat pemulihan dan menimbulkan masalah baru. Akan tetapi, pada banyak kasus, Anda diharapkan untuk memulai aktivitas normal yang tidak berat (seperti berjalan) dalam waktu 24 jam sampai 72 jam.

Setelah itu, olahraga yang terkontrol atau terapi fisik (fisioterapi) dapat membantu. Pengobatan terapi fisik dapat menggunakan pijat, ultrasound, pusaran air mandi, aplikasi panas yang terkendali, dan program latihan yang dirancang secara individual untuk membantu Anda memperoleh kembali penggunaan punggung secara normal.

Sementara penguatan latihan untuk otot perut dan otot punggung membantu menstabilkan tulang belakang. Anda dapat membantu mencegah cedera punggung lanjut dengan belajar melakukan latihan peregangan lembut dan teknik mengangkat yang benar.

baca juga: Penyebab Utama Nyeri Punggung yang Tak Kunjung Sembuh

  • Obat nyeri punggung

Jika sakit punggung mengganggu kegiatan sehari-hari Anda, dokter dapat membantu dengan merekomendasikan obat nyeri pinggung. Obat sakit punggung yang dijual bebas seperti parasetamol (panadol), aspirin, atau ibuprofen (Motrin, Advil) dapat membantu.

Dokter mungkin juga meresepkan anti-inflamasi potensi kuat. Pada kasus yang parah parah, dokter mungkin meresepkan obat nyeri kombinasi opioid/parasetamol. Beberapa dokter juga meresepkan relaksan otot.

Tapi hati-hati, obat nyeri dan relaksan otot bisa memengaruhi otak, bisa menyebabkan kantuk dan ketergantungan sehingga gunakan hanya dengan resep dokter. Obat nyeri punggung lain seperti antidepresan dan antikonvulsan (antikejang) kadang-kadang diresepkan untuk membantu dengan rasa sakit yang terkait dengan saraf yang teriritasi.

Meskipun kadang-kadang digunakan, steroid yang diminum tidak lagi direkomendasikan oleh American College of Physicians (ACP) untuk pengobatan nyeri punggung bawah akut.

Sementara untuk nyeri punggung kronis, obat nyeri yang dimodifikasi seperti obat antidepresan Cymbalta (duloxetine) mungkin dapat membantu. Cymbalta, obat inhibitor serotonin-norepinefrin atau SNRI sudah disetujui FDA (Food and Drug Administration) untuk pengobatan nyeri kronis yang berhubungan dengan otot dan tulang, termasuk rasa sakit dari arthritis dan nyeri kronis pada punggung bawah.

  • Suntikan steroid/anestesi

Jika dokter tidak dapat membantu mengontrol nyeri punggung, ia mungkin merujuk Anda ke seorang spesialis saraf atau spesialis penyakit dalam. Kadang-kadang, dokter akan menggunakan suntikan steroid atau anestesi langsung ke punggung untuk membantu mengontrol rasa sakit.

Dalam kasus di mana ada diskus hernia atau jepitan saraf dari sumsum tulang belakang, operasi dapat diindikasikan yang akan dikerjakan oleh dokter spesialis bedah orto maupun bedah saraf.

  • Matras

Matras dengan tingkat kekerasan tertentu telah direkomendasikan membantu dalam pengobatan sakit punggung kronis. Tanyakan kepada ahli fisioterapi atau dokter mengenai matras yang tepat.

  • Radiofrequency ablation

Bagi pasien dengan sakit punggung dan kerusakan saraf yang berlangsung cukup lama, beberapa perawatan yang lebih baru telah dikembangkan untuk membantu pengobatan nyeri punggung.

Salah satunya adalah radiofrequency ablation, proses penyampaian stimulasi listrik ke saraf tertentu ini membuat penderita kurang sensitif terhadap rasa sakit, atau dengan memberikan listrik yang cukup untuk benar-benar menghancurkan saraf serta mencegah rasa sakit lebih lanjut. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah pendekatan ini efektif.

  • Stimulator saraf transkutan listrik (TENS)

Beberapa dokter menganjurkan menggunakan stimulator saraf transkutan listrik (TENS), meskipun penelitian mengenai TENS untuk nyeri punggung belum diselesaikan. Elektroda ditempelkan ke tubuh membawa arus listrik ringan yang dapat membantu meringankan rasa sakit.

TENS tidak menyakitkan dan mungkin terapi yang efektif untuk menutupi rasa sakit seperti neuropati diabetes. Namun, menurut American Academy of Neurology (AAN), TENS belum terbukti efektivitasnya untuk nyeri punggung bawa kronis.

  • Pembedahan (rhizotomy)

Dalam kasus nyeri persisten dari kerusakan saraf yang ekstrim, rhizotomy – pembedahan memutuskan saraf – mungkin diperlukan untuk menghentikan penularan sakit untuk otak. Rhizotomy dapat memperbaiki gejala yang disebabkan oleh gesekan antara permukaan dalam sendi tulang belakang, tetapi tidak menyelesaikan masalah lain seperti hernia diskus.

  • Chiropractors

Chiropractors memiliki peran dalam pengobatan sakit punggung. Badan Penelitian dan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Amerika Serikat mengakui manipulasi tulang belakang oleh ahli tulang dan osteopaths efektif untuk mengatasi nyeri punggung akut.

Meski begitu, efektivitasnya untuk mengobati sakit punggung kronis kurang baik. Beberapa peneliti menyarankan bahwa penanganan awal sakit akut oleh chiropractic akan mencegah berlanjutnya nyeri menjadi kronis untuk berkembang.

Sementara dokter lain memperingatkan beberapa manipulasi chiropractic, terutama gerakan yang melibatkan perputaran cepat dari leher dan pinggang, mengingat adanya banyak saraf menuju otak, khususnya di leher.

  • Osteopathic

Pengobatan osteopathic dilakukan untuk menggabungkan terapi obat dengan manipulasi tulang belakang atau traksi yang dapat diikuti dengan terapi fisik dan olahraga.

  • Akupuntur

Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu bagi banyak penderita sakit punggung kronis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keefektifan teknik ini. Akupunktur dapat digunakan sendiri atau sebagai bagian dari rencana perawatan yang komprehensif yang mencakup obat dan terapi lainnya.

  • Terapi perilaku kognitif (CBT)

Jika Anda berkonsultasi dengan psikoterapis untuk terapi perilaku kognitif (CBT), pengobatan Anda mungkin termasuk manajemen stres, adaptasi perilaku, edukasi, dan teknik relaksasi. CBT sering dapat mengurangi intensitas nyeri punggung, mengubah persepsi tentang tingkat rasa sakit dan cacat, hingga mengatasi depresi.

baca juga: Nyeri Punggung Ternyata Bisa Memicu Kelumpuhan Jika Diabaikan

  • Biofeedback

Jika nyeri punggung bawah terkait dengan ketegangan otot atau kejang, biofeedback mungkin efektif untuk mengurangi intensitas nyeri, mengurangi penggunaan obat, dan meningkatkan kualitas hidup. Biofeedback dapat membantu melatih otot Anda untuk merespon lebih baik terhadap stres atau gerakan.

  • Teknik alexander, pilates, dan metode feldenkrais

Teknik Alexander, pilates, dan metode Feldenkrais semuanya merupakan bentuk khusus dari aktivitas latihan tubuh yang membantu Anda belajar untuk bergerak dengan cara yang lebih terkoordinasi, fleksibel, dan anggun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah teknik tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa postur yoga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan. Selain itu, yoga juga baik untuk mengurangi stres dan dapat membantu mengatasi nyeri dengan aspek psikologis nyeri.

  • Terapi air dan olahraga

Terapi air dan olahraga juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi rasa sakit untuk beberapa masalah punggung bawah yang kronis. Sifat unik air membuat lingkungan aman untuk berolahraga pada punggung yang sakit karena memberikan perlawanan yang lembut, kenyamanan, dan relaksasi.

  • Operasi

Pada pasien dengan sakit punggung yang paling kronis, operasi adalah pengobatan terakhir. Keputusan untuk operasi nyeri punggung tanpa kerusakan saraf hanya harus dilakukan setelah perawatan non-bedah telah gagal serta risiko dan manfaat dari operasi telah dibahas sepenuhnya.