Terbit: 15 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kanker tulang—atau disebut juga tumor tulang—memiliki sejumlah metode pengobatan untuk menyembuhkannya, mulai dari tindakan operasi hingga terapi obat dan radiasi. Simak informasi mengenai macam-macam terapi pengobatan kanker tulang beserta efek samping yang kemungkinan muncul pascapengobatan.

Jenis Pengobatan Kanker Tulang & Efek Sampingnya

Macam-Macam Pengobatan Kanker Tulang

Kanker tulang adalah salah satu jenis penyakit tulang yang juga sering disebut sebagai tumor tulang. Seperti halnya penyakit kanker yang lain, penyebab kanker tulang adalah karena adanya mutasi sel-sel dari tulang tersebut. Sel-sel kanker ini tidak langsung terbentuk. Ada proses sehingga menjadi sebuah kanker yang kemudian terus berkembang hingga menyerang dan menguasai semua struktur pembangun tulang.

Kanker tulang awalnya terjadi pada satu tulang kemudian dapat menyebar ke tulang di bagian tubuh lain. Ketika kanker tulang terjadi hanya di salah satu jaringan tulang, maka disebut kanker tulang primer. Sedangkan ketika sel-sel kanker tersebut sudah menyebar ke tulang lain, maka disebut kanker tulang sekunder.

Terdapat beberapa jenis kanker tulang, antara lain:

  • Osteosarcoma, biasanya terjadi di lengan, kaki, atau panggul.
  • Osteosarcoma, merupakan kanker tulang yang paling umum terjadi.
  • Chondrosarcoma atau kanker tulang rawan, adalah jenis kanker yang kasusnya paling banyak setelah osteosarcoma.
  • Ewing Sarcoma, adalah tumor yang biasanya berkembang di rongga kaki dan tulang lengan.
  • Fibrosarcoma dan malignant fibrous histiocytoma, adalah kanker pada jaringan lunak (misalnya tendon, ligamen, lemak dan otot) dan berpindah ke tulang-tulang kaki, lengan, hingga tulang rahang.
  • Giant cell tumor, adalah kanker tulang ganas yang paling sering mengenai tulang lengan atau kaki. Persentasenya mencapai 10 persen dari kasus kanker tulang.

Sama seperti jenis penyakit kanker lainnya, kanker tulang memiliki beberapa metode pengobatan. Apa saja macam-macam metode pengobatan penyakit mematikan ini?

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

1. Operasi

Pembedahan untuk mengangkat area tulang yang terdapat sel kanker merupakan bagian penting dari pengobatan kanker ini, meskipun sering kali dikombinasikan dengan perawatan lain. Hal ini umumnya bertujuan untuk menghindari pengangkatan seluruh bagian tubuh yang terdampak (dikenal sebagai operasi hemat tungkai).

Operasi pengangkatan sel kanker tulang sendiri ada beberapa macam, yaitu:

Pengangkatan Jaringan Tulang yang Terdampak

Tindakan ini idealnya dapat dilakukan bila kanker belum menyebar ke tulang lainnya dan tulang dapat direkonstruksi.

Jenis yang paling umum dari operasi ini melibatkan pengangkatan bagian tulang yang terkena dan beberapa jaringan di sekitarnya (jika ada sel kanker telah menyebar ke jaringan).

Bagian tulang yang diangkat kemudian diganti dengan implan logam yang disebut prostesis atau sepotong tulang dari tempat lain di tubuh Anda (cangkok tulang). Sementara itu, jika kanker berada di dekat sendi—seperti lutut—dokter akan mengangkat sendi dan menggantinya dengan yang buatan.

Amputasi

Amputasi mungkin diperlukan jika tindakan bedah sebelumnya tidak membuahkan hasil. Tidak berhasilnya prosedur pengangkatan jaringan tulang memiliki sejumlah faktor, yaitu:

  • Kanker telah menyebar ke luar tulang ke pembuluh darah atau saraf utama.
  • Anda mengalami infeksi setelah operasi penyisihan anggota tubuh dan prostesis, atau cangkok tulang.
  • Kanker telah berkembang di bagian tubuh yang secara teknis tidak memungkinkan untuk melakukan operasi tanpa lengan, seperti pergelangan kaki.

Tim medis akan memahami kekhawatiran yang mungkin pasien rasakan jika terpaksa harus menjalani prosedur amputasi ini. Sehingga, umumnya pasien akan mendapat semacam konseling maupun dukungan dalam bentuk lainnya.

Setelah diamputasi, kebanyakan orang menggunakan anggota tubuh buatan untuk menggantikan anggota tubuh yang teramputasi. Seiring dengan teknologi yang makin berkembang, anggota tubuh buatan tersebut tentunya nyaman dan secara fungsi hampir menyerupai anggota tubuh asli. Misalnya, orang dengan kaki palsu sering kali dapat berjalan, berlari, dan berolahraga.

Cryosurgery

Cryosurgery menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan membunuh sel kanker. Teknik ini terkadang dapat digunakan sebagai pengganti operasi konvensional untuk menghancurkan tumor yang ada pada tulang.

2. Kemoterapi

Ada 4 (empat) cara kemoterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker tulang:

  • Sebelum operasi, ini bertujuan untuk mengecilkan tumor sehingga operasi dapat berjalan dengan mudah.
  • Dikombinasikan dengan radioterapi sebelum operasi (kemoradiasi), ini khususnya untuk mengobati jenis kanker tulang jenis sarkoma Ewing.
  • Setelah operasi, bertujuan untuk mencegah sel kanker kembali tumbuh dan berkembang
  • Untuk mengontrol gejala dalam kasus di mana penyembuhan tidak memungkinkan (dikenal sebagai kemoterapi paliatif).

Kemoterapi untuk kanker tulang melibatkan penggunaan kombinasi berbagai obat yang biasanya diberikan melalui infus ke pembuluh darah penderita atau ke saluran yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang lebih besar.

Perawatan biasanya diberikan dalam siklus. Siklus melibatkan minum obat kemoterapi selama beberapa hari, kemudian istirahat selama beberapa minggu agar tubuh Anda pulih dari efek samping pengobatan. Jumlah siklus yang penderita butuhkan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan (stadium) kanker tulang.

3. Terapi Radiasi (Radioterapi)

Seperti halnya kemoterapi, radioterapi dapat digunakan sebelum dan sesudah operasi untuk mengobati kanker tulang, atau untuk mengontrol gejala dan memperlambat penyebaran kanker jika penyembuhan tidak memungkinkan. Radioterapi untuk kanker tulang melibatkan radiasi yang diarahkan ke bagian tulang yang mengandung kanker dengan menggunakan mesin eksternal.

Ini biasanya diberikan dalam sesi harian—5 hari seminggu—dengan setiap sesi berlangsung beberapa menit. Seluruh pengobatan biasanya akan berlangsung beberapa minggu.

4. Mifamurtide

Untuk orang dengan jenis kanker tulang yang disebut osteosarcoma, obat yang disebut mifamurtide dapat digunakan bersamaan dengan perawatan yang sebelumnya disebutkan. Mifamurtide adalah stimulan makrofag imun. Ini artinya, obat bekerja dengan cara mendorong sistem kekebalan untuk menghasilkan sel khusus yang membunuh sel kanker.

Obat ini biasanya diperuntukkan bagi orang muda dengan osteosarkoma tingkat tinggi dan pemberiannya setelah operasi—dalam kombinasi dengan kemoterapi—untuk membantu mencegah sel kanker kembali tumbuh dan berkembang.

Mifamurtide secara perlahan dipompa ke salah satu pembuluh darah Anda selama satu jam (prosedur infus). Perawatan biasanya sebanyak dua kali seminggu selama 12 minggu dan kemudian seminggu sekali selama 24 minggu berikutnya.

5. Terapi Tertarget (Targeted Therapy)

Metode pengobatan kanker tulang lainnya adalah terapi tertarget. Terapi ini akan menggunakan obat yang dirancang untuk berinteraksi dengan molekul tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Antibodi monoklonal denosumab adalah contoh obat kanker tulang pada terapi terrtarget yang telah mendapat persetujuan untuk merawat orang dewasa dan remaja dewasa dengan tumor sel tulang besar yang tidak dapat terangkat melakui prosedur pembedahan. Terapi ini juga dapat mencegah kerusakan tulang akibat jenis sel tulang yang bernama osteoklas.

Efek Samping Pengobatan Kanker Tulang

Masing-masing metode pengobatan kanker tulang tentu memiliki efek samping. Apa saja efek samping tersebut?

1. Efek Samping Operasi

Pascaoperasi, pasien kanker mungkin akan mengalami gejala-gejala berupa:

  • Badan lemas
  • Nyeri tubuh, terutama pada area pembedahan
  • Mual
  • Muntah

2. Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi dapat merusak sel-sel sehat dan juga sel-sel kanker, yang artinya sering kali menimbulkan sejumlah efek samping. Efek samping yang umum dari kemoterapi meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sariawan
  • Kelelahan
  • Peningkatan risiko terkena infeksi
  • Rambut rontok sementara
  • Infertilitas (kemandulan)

Sebagian besar efek samping yang terkait dengan kemoterapi biasanya akan sembuh setelah perawatan selesai. Namun, ada risiko Anda akan mengalami infertilitas alias mandul secara permanen.

3. Efek Samping Terapi Radiasi (Radioterapi)

Radiasi selama radioterapi sebagian besar akan terfokus pada sel kanker, tetapi sel sehat yang ada di dekatnya juga dapat rusak. Ini dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Kemerahan dan iritasi pada kulit (ini bisa terasa seperti terbakar sinar matahari)
  • Nyeri sendi di bagian tubuh yang dirawat
  • Rambut rontok pada bagian tubuh yang terdampak
  • Kelelahan

Efek samping ini akan hilang setelah radioterapi selesai, meskipun perasaan lelah dapat bertahan selama beberapa minggu.

4. Efek Samping Mifamurtide

Mifamurtide dapat menyebabkan berbagai macam efek samping. Ini bisa termasuk:

  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan dan kelemahan

Tidak jelas apakah aman menggunakan mifamurtide selama kehamilan, jadi sebagai tindakan pencegahan, penting untuk menggunakan metode kontrasepsi yang efektif jika Anda wanita yang aktif secara seksual. Anda harus memberi tahu dokter sesegera mungkin jika sedang hamil. Selain itu, sebaiknya hindari kegiatan menyusui saat menggunakan mifamurtide.

5. Efek Samping Terapi Tertarget (Targeted Therapy)

Hampir sama seperti kemoterapi, efek samping terapi tertarget meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lelah
  • Kerontokan rambut

  1. Anonim. Bone Cancer – Treatment. https://www.nhs.uk/conditions/bone-cancer/treatment/ (accessed on 15 December 2020)
  2. Anonim.  Primary Bone Cancer. https://www.cancer.gov/types/bone/bone-fact-sheet#:~:text=Treatment%20options%20for%20bone%20cancer,the%20tissue%20removed%20during%20surgery). (accessed on 15 December 2020)
  3. Anonim. Treatment for Secondary Bone Cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/secondary-cancer/secondary-bone-cancer/treatment  (accessed on 15 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi