Terbit: 10 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Perawatan hepatitis B diperlukan karena virus yang menyebabkan infeksi pada tubuh ini bisa menyerang organ hati dan bisa menyebabkan penyakit akut maupun kronis. Jika Anda merasa terpapar virus ini, segera hubungi dokter. Semakin cepat mendapatkan perawatan, semakin kecil masalah kesehatan yang bisa terjadi. Apa saja pengobatan yang bisa dilakukan? Simak selengkapnya di bawah ini.

Perawatan Hepatitis B, Cara Rumahan hingga Prosedur Medis

Mengenali Perawatan Hepatitis B

Perlu Anda ketahui, pada dasarnya pengobatan hepatitis B tergantung pada berapa lama Anda mengalami infeksi. Kondisi ini dibagi menjadi:

  • Hepatitis B jangka pendek (akut) biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, tetapi mungkin memerlukan pengobatan untuk meredakan gejala.
  • Hepatitis B jangka panjang (kronis) sering diobati dengan obat-obatan untuk mengendalikan virus.

Perawatan darurat juga dapat diberikan dengan segera jika Anda terpapar virus hepatitis B, hal ini diperlukan untuk menghentikan perkembangan infeksi.

Perawatan Hepatitis B Setelah Terpapar

Jika Anda menyadari telah terpapar virus hepatitis B dan tidak yakin apakah telah divaksinasi, segera dapatkan suntikan imunoglobulin (antibodi) yang diberikan dalam waktu 12 jam setelah terpapar virus, hal ini berguna untuk membantu melindungi tubuh dari penyakit hepatitis B.

Penting untuk diketahui, suntikan tersebut hanya memberikan perlindungan jangka pendek, hal itu mengharuskan Anda untuk mendapatkan vaksin hepatitis B pada saat yang bersamaan (terutama jika belum pernah mendapatkannya).

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Pengobatan Hepatitis B Akut

Jika dokter menentukan bahwa infeksi hepatitis B Anda kategori akut, artinya kondisi tersebut hanya berlangsung sementara dan hilang dengan sendirinya, bahkan Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan apa pun.

Biasanya dokter akan merekomendasikan istirahat, pemenuhan nutrisi yang tepat, dan konsumsi banyak cairan. Dalam kasus yang parah, obat antivirus atau rawat inap diperlukan untuk mencegah komplikasi.

Pengobatan Hepatitis B Kronis

Banyak orang yang didiagnosis dengan infeksi hepatitis B kronis membutuhkan perawatan sepanjang hidupnya. Perawatan membantu mengurangi risiko penyakit hati dan mencegah menularkan infeksi pada orang lain. Beberapa perawatan hepatitis B mungkin termasuk:

  • Obat Antivirus

Beberapa obat antivirus seperti entecavir, tenofovir, lamivudine, adefovir, dan telbivudine, dapat membantu melawan virus dan memperlambat kemampuannya untuk merusak hati. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan obat mana yang tepat untuk kondisi Anda.

  • Suntikan Interferon

Interferon alfa-2b (Intron A) adalah versi buatan dari zat yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan infeksi. Obat ini digunakan terutama untuk orang muda dengan hepatitis B yang ingin menghindari pengobatan jangka panjang atau wanita yang mungkin ingin hamil dalam beberapa tahun atau setelah menyelesaikan terapi terbatas.

Interferon tidak boleh digunakan selama kehamilan. Efek samping mungkin termasuk mual, muntah, kesulitan bernapas, dan depresi.

  • Transplantasi Hati

Jika hati Anda rusak parah, transplantasi hati dapat menjadi pilihan. Ahli bedah akan mengangkat hati yang rusak dan menggantinya dengan hati yang sehat.

Menjalani Hidup dengan Penyakit Hepatitis B

Seseorang dengan hepatitis B biasanya dapat memiliki kehamilan yang sehat, meski begitu diskusikan rencana dengan dokter terlebih dahulu karena Anda mungkin memerlukan perawatan ekstra dan mungkin terdapat perubahan dalam konsumsi obat.

Sementara itu, wanita hamil dengan hepatitis B berisiko menularkan infeksi pada anaknya saat persalinan, akan tetapi risiko dapat dikurangi dengan memastikan bayi divaksinasi segera setelah lahir.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda menderita hepatitis B, antara lain:

  • Hindari melakukan hubungan seks tanpa kondom. Kecuali jika Anda berdua sudah mendapatkan vaksin hepatitis.
  • Mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari penyebaran infeksi, seperti tidak berbagi sikat gigi atau pisau cukur dengan orang lain.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko mengembangkan masalah hati.
  • Konsultasi dengan dokter jika Anda berencana untuk memiliki anak.

Siapa saja yang Harus Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?

Pada dasarnya, semua bayi yang baru lahir harus divaksinasi. Sedangkan orang dewasa membutuhkan suntikan vaksin ini jika:

  • Terkena darah atau cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi.
  • Menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, terutama pada pengguna narkoba.
  • Berhubungan seks lebih dari satu orang.
  • Bekerja di rumah sakit.
  • Bekerja di pusat penitipan anak, sekolah, atau penjara.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah memeriksakan diri secara teratur dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam setiap 6 bulan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa Anda tetap sehat dan mendeteksi masalah hati sedini mungkin.

Baca Juga: Hepatitis B: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Amankah  Mengatasi Hepatitis B dengan Pengobatan dan Suplemen Herbal?

Meski obat-obatan medis adalah langkah terbaik untuk melawan infeksi, hingga kini masih banyak orang yang tertarik menggunakan pengobatan atau suplemen herbal untuk meningkatkan sistem kekebalan dan membantu kesehatan hati. Padahal, beberapa produk yang beredar di pasaran tidak melalui pengujian yang ketat.

Beberapa pengobatan herbal dapat mengganggu obat resep untuk hepatitis B atau kondisi lain. Bahkan, beberapa obat herbal justru bisa merusak hati atau mengakibatkan gagal hati. Sebelum mengonsumsinya, konsultasikan  suplemen atau obat herbal tersebut dengan dokter, hal ini diperlukan untuk melindungi hati dari cedera tambahan.

Komplikasi Hepatitis B

Infeksi hepatitis B kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Jaringan parut pada hati (sirosis). Peradangan yang terkait dengan infeksi hepatitis B dapat menyebabkan jaringan parut hati yang luas, kondisi yang dapat mengganggu fungsi hati.
  • Kanker hati. Orang dengan infeksi hepatitis B kronis memiliki peningkatan risiko kanker hati.
  • Gagal hati. Gagal hati akut adalah suatu kondisi di mana fungsi vital hati mati. Jika itu terjadi, transplantasi hati diperlukan untuk mempertahankan hidup.
  • Kondisi lain. Orang dengan hepatitis B kronis dapat mengembangkan penyakit ginjal atau radang pembuluh darah.

 

  1. Anonim. Hepatitis B. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/diagnosis-treatment/drc-20366821. (Diakses pada 10 September 2020).
  2. Anonim. Hepatitis B. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b
  3. Anonim. Hepatitis B. https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-b/treatment/. (Diakses pada 10 September 2020).
  4. Anonim. Treatment Options for Hepatitis B. https://www.hepb.org/treatment-and-management/treatment/. (Diakses pada 10 September 2020).
  5. Anonim. Chronic Hepatitis B Treatment Information. https://www.hepb.org/assets/Uploads/Chronic-Hepatitis-B-Treatment-Information-Fact-Sheet.pdf. (Diakses pada 10 September 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi