Pengobatan Benjolan di Leher pada Anak

Doktersehat-benjolan-di-leher-anak

DokterSehat.Com – Benjolan di leher anak merupakan suatu penyakit yang jangan dianggap sepele karena bisa jadi hal itu adalah gejala dari limfoma (kanker kelenjar getah bening).

Limfoma itu sendiri merupakan tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol.

Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena limfoma adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu, limfosit bisa terbentuk di perut, hati atau kasus yang jarang sekali terjadi yaitu di otak.

baca juga: 3 Penyebab Leher Sebelah Kanan Terasa Sakit

Sering kali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP). Penyakit limfoma dapat menyerang disegala usia, namun lebih sering menyerang mereka yang  berusia tua di atas 65 tahun.

Penyebab Benjolan di Leher Anak

  • Pembesaran kelenjar getah bening: tumor kelenjar getah bening, TBC kelenjar.
  • Pnyebaran kanker dari tempat lain, infeksi bakteri.
  • Pembesaran kelenjar tiroid (gondok): hipertiroidisme, hipotiroidisme, tumor kelenjar tiroid.
  • Pembesaran kelenjar air liur: parotitis, tumor parotis.
  • Bisul (abses), biasanya disertai dengan keluhan nyeri, warna kemerahan.

Ciri-ciri dari benjolan di leher pada anak yang berupa kanker antara lain timbul bengkak-bengkak pada leher, ketiak atau selangkangan, berat badan turun, keringat berlebih di malam hari, batuk, sulit bernapas, nyeri dada, muncul pembengkakan dan perut yang selalu merasa kekenyangan.

Perlu diketahui, pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi, antara lain infeksi gigi atau tenggorokan, TBC, sifilis, lupus dan campak. Benjolan dapat kempis dengan sendirinya ketika kondisi kesehatan Anda mulai membaik.

Mengenali Gejala Benjolan di Leher Anak

Guna mengetahui apakah benjolan pada leher anak berbahaya atau tidak, Anda bisa mengenali benjolan tersebut dengan kriteria sebagai berikut:

  • Tidak kunjung mengecil hingga lebih dari sebulan.
  • Terasa mengeras atau tidak bergerak ketika disentuh.
  • Diiringi oleh demam, sesak napas, nyeri dan sulit menelan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, suara serak, muncul darah pada air liur, atau perubahan kulit di sekitar benjolan.

Jika Anda mengalami benjolan di leher seperti di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Sejumlah tes yang bisa Anda lakukan di antaranya: USG, MRI, rontgen, tes darah serta biopsi. Setelah mengetahui penyebabnya, dokter baru bisa memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab yang mendasarinya

Meski begitu, pada umumnya benjolan di leher tidak berbahaya. Namun tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter jika ada kejanggalan pada benjolan tersebut. Deteksi dini bisa mencegah Anda dari bahaya-bahaya lain yang bisa terjadi.

Cara Mengobati Benjolan di Leher Anak

Salah satu solusi alternatif untuk pengobatan benjolan di leher anak yang aman dan tanpa efek samping, yaitu dengan mengonsumsi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak. Kandungan xanthones pada kulit manggis memiliki sifat sebagai antitumor dan antikanker.

Selain itu, kulit manggis juga memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, bahkan melebihi kandungan antioksidan pada vitamin C dan E. Sebuah penelitian mengungkapkan, kulit manggis mengandung berbagai jenis xanthone, di antaranya lpha-mangostin dan gamma-mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan mencegah berbagai penyakit.

baca juga: Berbagai Penyebab & Gejala Nyeri Pada Leher

Kedua jenis xanthone tersebut dapat membantu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.

Sementara itu, kandungan daun sirsak memiliki senyawa acetogenins, annocatacin, annobatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourin, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acd dan muricapentonin yang memiliki sifat menghambat pertumbuhan bakteri, virus, parasit, tumor dan meredakan nyeri.