12 Obat Kutu Air secara Medis & Alami (Ampuh)

obat-kutu-air-doktersehat

DokterSehat.Com – Kutu air adalah infeksi kulit pada sela-sela jari kaki yang disebabkan oleh jamur. Kutu air juga dikenal dengan nama medis tinea pedis atau kaki atlet ini terasa gatal di kaki. Tentu rasa gatal ini dapat mengganggu aktivitas Anda, bukan? Tenang! Kondisi ini bisa diatasi dengan obat kutu air secara alami maupun obat bebas yang bisa diperoleh di apotek. Apa saja obatnya? Selengkapnya simak cara mengobati kutu air di bawah ini.

Obat Kutu Air di Apotek (Medis)

Bila mengalami kutu air yang disertai rasa gatal, segera atasi dengan obat kutu air yang bisa didapatkan di apotek. Alangkah baiknya sebelum menggunakan, terlebih dahulu konsultasikan dengan dokter. Ada berbagai pilihan obat topikal yang bisa digunakan, di antaranya:

1. Miconazole

Miconazole adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengobati infeksi. Obat topikal ini biasanya untuk mengobati kutu air akibat infeksi jamur pada sela-sela jari kaki. Miconazole termasuk obat antijamur yang disebut imidazol, yang dapat menghentikan pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Selain kutu air, mikonazole juga bisa mengobati tinea corporis (kurap), dan tinea cruris (athlete’s itch; infeksi jamur pada kulit di pangkal paha atau bokong).

Miconazole tidak harus digunakan untuk mengobati semua kondisi tersebut. Harap baca label produk untuk menentukan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

2. Clotrimazole

Clotrimazole adalah obat antijamur lain yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat kutu air. Krim clotrimazole juga dapat digunakan pada kulit untuk infeksi jamur lokal. Clotrimazole biasanya diberikan secara topikal atau oral dan hanya memiliki penyerapan sistemik sederhana.

Clotrimazole adalah turunan imidazol sintetis dengan cakupan luas, terhadap aktivitas antijamur. Clotrimazole dapat menghambat biosintesis sterol, terutama ergosterol, komponen penting dari membran sel jamur, sehingga merusak dan memengaruhi permeabilitas membran sel.

3. Terbinafine

Terbinafine adalah obat antijamur untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur di kulit. Terbinafine dalam sediaan tablet digunakan untuk mengobati infeksi akibat jamur yang memengaruhi sela jari kaki atau pada kuku kaki.

Ingat! Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih banyak atau lebih sedikit atau dalam jangka waktu yang lebih lama dari petunjuk penggunaan. Anda dapat mengonsumsi tablet terbinafine dengan atau tanpa makanan. Bacalah label atau kemasan produk sebelum menggunakan.

Terbinafine biasanya dikonsumsi selama enam minggu untuk mengobati infeksi kulit atau kuku, dan selama 12 minggu untuk mengobati infeksi kuku jari kaki.

4. Butenafine

Butenafine juga dapat digunakan sebagai obat antijamur untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Butenafine topikal digunakan untuk mengobati infeksi kulit seperti kutu air atau kaki atlet dan infeksi kurap. Butenafine topikal juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Butenafine tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 12 tahun dan orang yang alergi terhadap obat ini.

5. Tolnaftate

Tolnaftate adalah agen anti-jamur sintetis yang dijual bebas. Tolnaftate tersedia dalam bentuk krim, bubuk, semprotan, atau aerosol cair, dan digunakan untuk mengobati kutu air atau kaki atlet dan kurap. Obat kutu air di apotek tersedia dengan beberapa merek. Pilihlah yang sesuai dengan kondisi kulit.

Tolnaftate juga digunakan bersama dengan antijamur lainnya, untuk mengobati infeksi pada kuku, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Bubuk aerosol juga dapat digunakan untuk mencegah kutu air.

Sebelum menggunakan salah satu obat kutu air yang telah dijelaskan diatas, ikuti semua petunjuk pada label dan kemasan obat. Konsultasikan juga dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda tentang semua kondisi medis, alergi, dan semua obat yang sedang digunakan. Apabila kondisi kesehatan semakin memburuk, segera temui Dokter.

Obat Alami Kutu Air

Selain menggunakan obat kutu air di apotek, ada berbagai cara mengobati kutu air dengan bahan alami yang bisa Anda coba di rumah, di antaranya:

1. Gel Lidah Buaya

Cara mengobati kutu air yang dapat dengan mudah dilakukan adalah menggunakan lidah buaya. Gel lidah buaya bersifat antiseptik dan antiinflamasi yang mana baik untuk membantu perbaikan kulit yang terluka, baik itu luka lecet maupun bengkak.

Cara penggunaannya, oleskan di daerah kulit yang terkena penyakit kutu air secara merata untuk mencegah peradangan. Lakukan cara ini disaat kutu air telah kempis.

2. Cuka Apel

Cara mengobati kutu air alami yang bisa dicoba adalah menggunakan larutan cuka. Cuka apel diketahui mengandung asam malat, sebagai anti jamur dan antibakteri.

Cara menggunakannya mudah, pertama-tama cuci kaki hingga bersih dengan sabun dan air hangat, lalu keringkan dengan handuk. Kemudian, campur satu cangkir cuka dengan empat cangkir air.

Rendamlah kaki dengan larutan tersebut selama dua kali sehari agar kutu air di telapak kaki segera lenyap. Terakhir, keringkan kaki dengan handuk. Ingat, jangan gunakan handuk tersebut untuk bagian tubuh lain guna mencegah penyebaran jamur. Selain itu, jangan gunakan air larutan yang sama untuk rendaman selanjutnya.

Jika infeksi kutu airnya sangat kecil, Anda cukup mengoleskannya dengan kapas atau kain lap yang sudah dicelupkan dalam larutan cuka. Tekan kain atau kapas selama beberapa menit, lakukan cara ini dua kali sehari.

3. Kayu Manis

Cara mengobati kutu air alami lainnya adalah menggunakan kayu manis. Bahan dapur ini dipercaya dapat menghilangkan jamur penyebab kutu air di telapak kaki. Caranya, rendam empat atau lima batang kayu manis ke dalam sekitar 3,7 liter air panas. Tunggu hingga menjadi hangat, kemudian rendam kaki Anda selama beberapa menit.

4. Lemon

Lemon adalah obat alami kutu air yang dipercaya dapat membunuh bakteri dan jamur pada kaki. Sementara itu, aroma lemon bisa membuat jari-jari kaki menjadi harum dan segar. Cara mengobati kutu air ini hanya mengoleskannya dengan bantuan kapas yang sudah dicampurkan dengan air biasa. Lakukan metode ini beberapa kali dalam sehari.

5. Bawang Putih

Cara menghilangkan kutu air yang dapat Anda lakukan di rumah adalah dengan bantuan bawang putih. Antiseptik yang terdapat pada bawang putih dipercaya mampu mengobati kutu air di telapak kaki. Cara mengobati kutu air ini dengan merendam kaki selama 30 menit dalam air yang sudah ditambahkan tiga atau empat siung bawang putih yang dipotong-potong.

Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan campuran dua siung bawang putih dan minyak zaitun secukupnya ke kulit yang terinfeksi. Jangan lupa menggunakan kapas atau cotton bud ketika mengoleskan.

6. Teh Hitam

Kandungan asam tannic dalam teh hitam adalah obat alami kutu air yang dipercaya dapat membantu melawan jamur dan mengatasi kutu air di telapak kaki.

Rendamlah enam kantong teh hitam celup ke dalam satu liter air hangat. Kemudian rendam kaki Anda dalam larutan teh atau oleskan larutan teh ke kaki dengan bola kapas beberapa kali sehari.

7. Garam

Obat alami kutu air ini mengandung antibakteri yang dapat menghentikan dan mengusir perkembangan jamur pada pada selah jari kaki.

Larutkanlah satu sendok teh garam ke dalam satu cangkir air hangat. Kemudian rendam kaki Anda ke dalam larutan ini selama 10-15 menit. Anda bisa melakukannya setiap hari hingga penyakit kutu air sembuh

Nah, itulah beberapa obat kutu air di apotek hingga obat alami kutu air yang bisa Anda gunakan di rumah. Namun perlu diingat, obat alami yang telah disebutkan bukan bertujuan untuk menggantikan resep dari dokter, dan penggunaannya pun sejauh ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut..

Sementara itu, sebagai tindakan pencegahan, jagalah kaki Anda tetap kering agar tidak terkena atau kutu air bisa segera sembuh dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya ya, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Miconazole|Clotrimazole. https://mothertobaby.org/fact-sheets/miconazoleclotrimazole-pregnancy/ (Diakses 27 Agustus 2019)
  2. Multum, Cerner. 2018. Clotrimazole. https://www.drugs.com/mtm/clotrimazole.html (Diakses 27 Agustus 2019)
  3. Clotrimazole. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Clotrimazole (Diakses 27 Agustus 2019)
  4. Multum, Cerner. 2017. Terbinafine. https://www.drugs.com/mtm/terbinafine.html (Diakses 27 Agustus 2019)
  5. Multum, Cerner. 2018. Butenafine topical. https://www.drugs.com/mtm/butenafine-topical.html (Diakses 27 Agustus 2019)
  6. Tolnaftate. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00525 (Diakses 27 Agustus 2019)
  7. Miconazole Topical. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a618061.html (Diakses 27 Agustus 2019)
  8.  Multum, Cerner. 2018. What Is Tolnaftate Topical?. https://www.everydayhealth.com/drugs/tolnaftate-topical (Diakses 27 Agustus 2019)