5 Pengganti Gula yang Sangat Direkomendasikan, Pernah Coba?

pengganti-gula-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Tidak bisa dimungkiri lagi kalau gula adalah salah satu bahan makanan yang menimbulkan banyak risiko pada tubuh. Meski memberikan rasa manis yang nikmat dan disukai oleh banyak orang, gula bisa memicu kondisi obesitas pada seseorang kalau dikonsumsi dengan jumlah banyak. Gula juga bisa memicu kondisi diabetes dan berisiko sebabkan gangguan pada jantung.

Itulah kenapa konsumsi gula harian sangat diatur. Beberapa lembaga kesehatan menganjurkan gula dari tebu hanya dikonsumsi sebanyak 3-4 sendok teh saja setiap hari. Kalau Anda ingin mengonsumsi makanan dengan rasa manis lebih besar, sangat disarankan untuk menggunakan pengganti gula yang memiliki rasa nyaris sama dan kalorinya rendah.

Pengganti gula yang cukup disarankan

Pengganti gula ada banyak jenisnya. Yang paling sering digunakan oleh masyarakat ada beberapa hal di bawah ini. Baca dengan saksama dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Stevia

Stevia adalah tumbuhan perdu yang memiliki banyak manfaat. Daunnya memiliki rasa manis, tapi tidak memiliki kalori. Artinya mengonsumsi stevia tidak akan memberikan tambahan kalori seperti yang dilakukan oleh gula. Lebih Lanjut, stevia juga mengandung beberapa antioksidan yang baik untuk tubuh.

Mengonsumsi stevia untuk pengganti gula akan membuat tubuh menjadi lebih sehat lantaran antioksidan bisa menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh. Selain itu tekanan darah juga bisa lebih stabil sehingga penderita hipertensi disarankan mengonsumsi gula ini. Oh ya, stevia yang baik memang yang masih berwujud daun, tapi kalau di pasaran ada yang serbuk juga tidak masalah asal dibatasi.

  1. Erythritol

Gula pengganti ini termasuk gula alkohol yang dibuat dari ekstrak beberapa tumbuhan atau biji seperti jagung. Gula ini memiliki rasa yang hampir sama persis dengan gula tebu. Dengan rasa ini, gula erythritol mudah sekali dicampurkan ke berbagai jenis makanan agar  tidak mengandung banyak kalori.

Gula pengganti jenis ini memiliki kalori yang sangat rendah. Setiap gramnya hanya mengandung sekitar 6 persen dari kalori gula asli. Dengan jumlah kalori yang sangat sedikit ini erythritol sangat direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari atau bisnis makanan sehat.

  1. Sirop yacon

Sirop yang terbuat dari tanaman yacon ini memiliki kelebihan dalam mengatasi obesitas. Bahkan, manfaatnya sudah sering dibahas oleh beberapa acara kesehatan TV dunia. Sirop ini memiliki rasa manis yang cukup kuat. Meski demikian, kalori yang diterima tubuh hanya satu per tiga saja. Hal ini terjadi karena beberapa jenis gula dari sirop ini tidak dicerna dan langsung dibuang oleh tubuh.

  1. Xylitol

Gula jenis ini juga termasuk gula alkohol yang diekstrak dari jagung dan beberapa tanaman yang menghasilkan rasa manis. Berbeda dengan erythritol yang jumlah kalorinya sangat rendah, jumlah kalori dari bahan ini 40 persen lebih rendah dari gula dapur yang terbuat dari tebu.

Meski jumlah kalori masih ada, gula ini terbukti baik untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan cukup banyak efek samping. Namun, kalau Anda mengonsumsinya dalam jumlah terlalu banyak kemungkinan menyebabkan begah di dalam perut hingga diare tetap ada.

  1. Sirop maple

Sirop maple adalah minuman khas Kanada yang sudah sangat mendunia. Rasa manisnya yang khas membuat sirop ini banyak digunakan sebagai topping dari makanan dan juga pengganti gula. Sirop maple yang banyak dikonsumsi ini memiliki glikemik indeks yang lebih rendah dari gula sehingga kemungkinan terjadi peningkatan gula darah sangat minim.

Sirop ini juga mengandung cukup banyak antioksidan yang sangat baik untuk kesehatan. Antioksidan ini bisa mencegah seseorang dari flu atau kondisi mudah sakit lainnya. Meski sirop dari sari pohon maple ini aman dikonsumsi, tetap batasi jumlahnya agar tidak berlebihan dan membuat Anda jadi surplus kalori.

Selain lima jenis di atas,madu dan gula kelapa juga bisa dimasukkan meski secara kalori masih besar dan butuh batasan yang cukup ketat.

Aturan mengonsumsi pengganti gula

Sebagian besar gula pengganti memang tidak memiliki kalori yang banyak. Namun, mengonsumsi gula jenis ini tetap harus dibatasi demi kesehatan tubuh.

  • Sebagian besar gula pengganti yang terbuat dari beberapa bahan seperti stevia hingga jagung diproses di pabrik. Pemrosesan ini tetap beresiko memberikan tambahan zat pengawet agar gula tahan lama. Katakanlah Anda tidak mendapatkan kalori yang besar, tapi zat pengawet bisa masuk dan mengendap di dalam tubuh.
  • Ketahui cara penggunaan yang benar mulai dari takarannya. Ada yang menggunakan gula pengganti ini sebanyak 1-2 bungkus atau hanya separuh saja. Beberapa gula pengganti terasa lebih manis dan kadang rasanya agak beda dengan gula asli.
  • Jangan menggunakan gula pengganti secara serampangan. Ada gula pengganti yang hanya diaplikasikan pada makanan atau minuman yang sudah jadi saja. Ada juga yang diaplikasikan saat Anda memasak. Baca aturan penggunaan agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan konsumsi.
  • Apa pun namanya mau gula tebu atau gula pengganti, rasa manis tetap akan terasa. Nah, rasa manis inilah yang menyebabkan seseorang jadi ketagihan. Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun sangat menyukainya. Itulah kenapa anak-anak suka permen dan ingin terus mengonsumsinya.
  • Tetap batasi penggunaan gula pengganti yang dipakai. Gula pengganti meski memiliki kalori rendah tetaplah gula. Kalau Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak, tetap saja kalorinya akan menjadi banyak.

Rasa manis tidak hanya menyebabkan Anda mengalami kegemukan kalau salah mengonsumsinya. Rasa manis juga merupakan candu dan bisa membuat Anda hilang kendali untuk terus mengonsumsinya. Oleh karena itu, kurang konsumsi gula apa pun jenisnya meski itu gula pengganti. Dengan melakukan ini Anda akan terbiasa untuk tidak minum atau makan sesuatu yang manis.