Inilah Pengertian HIV dan AIDS yang Harus Anda Pahami

Doktersehat-pengertian-hiv-aids

DokterSehat.Com – Apa itu HIV? Pengertian HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang bisa menyebabkan AIDS. HIV ini merusak system kekebalan tubuh manusia karena merusak sel darah putih (sel T/ T Helper/ sel CD4).

Secara rinci, pengertian HIV AIDS adalah H=Human yang berarti virus hanya dapat menginfeksi manusia, I=immunodeficiency, yakni membuat tubuh manusia turun sistem kekebalannya, sehingga tubuh gagal melawan infeksi dan V=virus, karakteristiknya mereproduksi diri sendiri di dalam sel manusia.

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan.

Perlu diketahui, saat hasil tes positif bukan berarti seseorang divonis menderita AIDS. Banyak yang HIV positif yang bertahun-tahun tetap hidup sehat, terlebih lagi dengan ditemukannya obat-obatan baru yang dapat menghambat virus HIV menginfeksi sel yang masih sehat.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Obat yang saat ini ada hanya untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.

Pengertian HIV/AIDS dan Rusaknya Sel Tubuh

Perlu Anda ketahui, di dalam tubuh terdapat sel darah putih yang disebut sel CD4. Fungsi sel CD4 merupakan pengatur kegiatan kekebalan tubuh, namun kondisi ini tergantung ada atau tidaknya kuman yang harus dihancurkan HIV untuk masuk ke dalam tubuh kemudian menulari sel.  Jika penularan terjadi maka virus HIV menjadikan sel itu ‘pabrik’ untuk membuat miliran virus.

Jika sel ini hancur, maka sistem kekebalan tubuh akan kehilangan kemampuan untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Setelah perjalanan awal infeksi oleh HIV berhasil, penggandaan virus ini berlangsung sangat cepat.

Pada umumnya, dalam 3 bulan pertama sistem kekebalan tubuh akan diaktifkan. Sistem kekebalan tubuh membuat antibodi untuk HIV dan viral load (jumlah partikel virus dalam 1 ml atau 1 cc darah) mulai menurun.

Semakin banyak jumlah partikel virus dalam darah berarti semakin tinggi risiko Anda untuk menularkan virus dan mengalami komplikasi HIV, seperti infeksi oportunistik dan AIDS. Proses ini disebut serokonversi.

Gejala-gejala yang dapat terlihat berupa demam, kelenjar getah bening membengkak, ruam pada kulit dan sakit kepala yang bertahan 10-14 hari. Pada masa ini, viral load biasanya sangat rendah karena sistem kekebalan terus menghancurkan virus yang baru.

Namun, akhir masa ini penggandaan lebih cepat dari pada kemampuan menghancurkan sistem kekebalan dan viral load meningkat lagi. Sebelum permulaan AIDS, beberapa gejala yang sering timbul antara lain: kehilangan berat badan, kehilangan tenaga, keringat berlebihan, demam serta ruam kulit yang bertahan lama.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa setelah 10 tahun maka 50% penderita yang tidak diberi pengobatan akan berkembang menjadi AIDS. Setelah HIV menyerang 5-10 tahun atau lebih pada tubuh seseorang, sistem kekebalan tubuh dapat menjadi lemah dan satu atau lebih penyakit akan timbul atau lebih parah dari biasanya. Sehingga tahap terjangkit HIV menjadi memasuki tahap AIDS.

Gejala-gejala ini hampir sama dengan infeksi virus lainnya. Karena itu banyak orang yang terinfeksi HIV tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi hingga bertahun-tahun sehingga mencapai stadium lanjut.

Memahami Bagaimana Virus HIV Menyerang Tubuh

Pada dasarnya virus-virus dapat ditularkan dari orang kepada orang lain melalui cara yang berbeda-beda. Sementara itu, virus HIV hanya ditularkan ketika cairan tubuh dari seseorang yang hidup dengan HIV memasuki aliran darah orang lain.

Bagaimana sistem kekebalan tubuh Anda melawan virus HIV? Sistem kekebalan tubuh terdiri dari banyak sel yang berbeda yang bekerja sama untuk menemukan dan menghancurkan virus, bakteri dan kuman lain yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Sel darah putih (CD4 T-sel) adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang penting yang membantu mengkoordinasikan sistem kekebalan tubuh Anda.

Secara khusus, virus HIV menginfeksi dan menggunakan sel CD4 sebagai tempat produksi sekaligus menghancurkan sel-sel CD4 yang sedang berproses. Saat sel CD4 semakin melemah maka otomatis sistem kekebalan tubuh juga ikut melemah.

Jika sistem kekebalan tubuh semakin melemah, risiko mengembangkan infeksi dan penyakit menjadi lebih besar. Seiring berjalannya waktu dan tanpa pengobatan, jumlah sel CD4 dapat menjadi begitu sangat rendah dan dapat menyebabkan seseorang mengembangkan AIDS.

Perlu diketahui, virus HIV terbagi menjadi 2 tipe utama, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing tipe terbagi lagi menjadi beberapa subtipe. Pada banyak kasus, infeksi HIV disebabkan oleh HIV-1, 90% di antaranya adalah HIV-1 subtipe M. Sedangkan HIV-2 diketahui hanya menyerang sebagian kecil individu.

Infeksi HIV dapat disebabkan oleh lebih dari 1 subtipe virus, terutama bila seseorang tertular lebih dari 1 orang. Kondisi ini disebut dengan superinfeksi. Meski kondisi ini hanya terjadi kurang dari 4% penderita HIV, risiko superinfeksi cukup tinggi pada 3 tahun pertama setelah terinfeksi.

Penyebaran Virus HIV di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, selama tahun 2016 terdapat lebih dari 40 ribu kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL), dan pengguna NAPZA suntik (penasun). Di tahun yang sama, lebih dari 7000 orang menderita AIDS, dengan jumlah kematian lebih dari 800 orang.

Sementara data dari Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan sepanjang 2016 hingga trimester kedua 2017, jumlah pengidap laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Kedua tahun menunjukkan, jumlah pengidap laki-laki hampir mencapai 65 persen dari jumlah keseluruhan. Hingga Juni 2017, P2PL Kemenkes RI mencatat jumlah pengidap HIV banyak berkumpul di provinsi besar Indonesia.

Terbanyak adalah provinsi DKI Jakarta dengan 48.502 orang, disusul oleh Jawa Timur 35.168 orang, Papua 27.052 orang, Jawa Barat 26.066 orang, Jawa Tengah 19,272 orang, serta Bali 15.873 orang.

Sedangkan, data dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di tahun 2007-2014 mengungkapkan,  jumlah ibu rumah tangga yang terpapar HIV/AIDS ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah sopir truk, pekerja seks komersial maupun sektor pekerja.