Pneumonia – Pengertian dan Gejala

Doktersehat-pneumonia

DokterSehat.Com– Apa itu pneumonia? Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada paru-paru. Gejala pneumonia yang terjadi dapat berupa batuk, demam, dan sesak napas. Penderita juga akan mengalami pembengkakan. Pneumonia terjadi karena adanya cairan pada alveoli atau kantung udara pada paru, tempat untuk pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.

Pengertian pneumonia sudah Anda ketahui. Penyakit pneumonia adalah penyakit yang juga dikenal dengan istilah ‘paru-paru basah’. Bagi kebanyakan orang, pneumonia adalah penyakit yang dapat diobati di rumah.

Biasanya, pneumonia akan sembuh dalam 2–3 minggu. Namun, pada lansia, bayi, dan orang dengan kelemahan kekebalan tubuh, penyakit pneumonia bisa sangat menyaktikan, sehingga butuh rawat inap di rumah sakit.

Orang-orang bisa mendapatkan penyakit pneumonia dari kehidupan sehari-hari melalui rumah atau tempat kerja. Pneumonia-komunitas tidak termasuk kasus pneumonia di fasilitas pelayanan kesehatan (seperti panti jompo atau rumah sakit).

  • Sekitar 1 juta orang yang mendapatkan pneumonia setiap tahun harus mendapat penanganan rumah sakit.
  • Sekitar 60 ribu kasus mengakibatkan kematian.
  • Lansia di atas 65 tahun memiliki kesempatan dua kali lebih besar.

Semua orang seharusnya selalu waspada pada gejala pneumonia. Setelah Anda mengetahui apa itu peneumonia, penting bagi Anda untuk melakukan upaya pencegahan penyakit pneumonia ini agar Anda maupun orang-orang yang Anda cintai tidak perlu untuk menderita penyakit ini.

Anda juga dapat mengalami penyakit pneumonia dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan, disebut dengan pneumonia-pelayanan-kesehatan. Pneumonia ini dapat menjadi berat karena Anda sudah dalam posisi sakit ketika berada di pelayanan kesehatan.

Kuman berupa bakteri atau virus biasanya menjadi penyebab pneumonia. Gejala pneumonia bisa saja berbeda, tergantung dari penyebab pneumonia yang memunculkan penyakit ini.

Penyebab pneumonia biasanya dimulai ketika Anda menghirup kuman ke dalam paru-paru. Kemungkinan yang lebih besar untuk mendapatkan penyakit ini setelah pilek atau flu.

Penyakit seperti pilek atau flu ini membuat sulit paru-paru Anda untuk melawan infeksi, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pneumonia. Memiliki penyakit jangka panjang, atau kronis seperti asma, penyakit jantung, kanker, atau diabetes juga membuat Anda lebih mungkin untuk mendapatkan penyakit pneumonia.

Gejala Pneumonia

Pada umumnya, gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan datang dengan cepat:

  • Anda mungkin akan mengalami batuk berdahak dari paru-paru Anda. Lendir mungkin berwarna kuning atau hijau atau bercampur dengan darah.
  • Bernapas cepat dan perasaan sesak napas.
  • Gemetar dan ‘gigi-gemeretak’ karena menggigil
  • Nyeri dada yang sering terasa lebih buruk ketika Anda batuk atau bernapas dalam.
  • Detak jantung cepat.
  • Merasa sangat lelah atau sangat lemah.
  • Mual dan muntah.

Oleh karena itu, memiliki sedikit pengetahuan mengenai askep pneumonia bisa menjadikan seseorang menjadi lebih mudah untuk menghindari serangan penyakit pneumonia yang tidak diinginkan ini.

Pemeriksaan penunjang bisa dilakukan terhadap pasien yang dicurigai mengalami pneumonia yaitu pemeriksaan berupa foto toraks sangat penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi paru-paru.

Salah satu bagian yang sangat penting dalam askep pneumonia adalah membersihkan jalan nafas pada penderita. Dokter atau perawat akan membersihkan saluran napas untuk mengurangi sputum dan menghindari pembentukan edema.

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes laboraorium berupa tes darah dan tes dahak. Yang tidak kalah penting lagi, dokter juga akan memeriksa kadar oksigen dalam arah pasien, lantaran dalam banyak kasus, pasien pneumonia banyak yang mengalami kekurangan oksigen.

Penyakit pneumonia memang dapat menyebabkan oksigen bersih dari luar tidak dapat masuk bersama dengan sistem sirkulasi atau aliran darah.

Jangan panik, pneumonia adalah penyakit yang dapat diobati dengan melakukan penanganan medis yang tepat. Jika terkena pneumonia, sangat disarankan untuk pasien melakukan istirahat yang cukup.

Dokter tidak akan mengizinkan penderita pneumonia untuk bekerja berat saat tubuhnya sedang lemah. Infeksi bakteri penyebab pneumonia paling mudah untuk menyerang seseorang saat daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Jika menderita pneumonia, Anda dianjurkan untuk beristirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas yang berat dulu. Selain itu, jangan lupa untuk minum air yang cukup. Selain menghindarkan Anda dari gejala dehidrasi, minum air juga bisa mengurangi produksi dahak yang menyumbat saluran napas.

Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh lagi mengenai informasi tentang pneumonia, Anda bisa beralih pada halaman selanjutnya yang memuat informasi lebih lengkap tentang penyakit pneumonia ini.

Pneumonia – Halaman Selanjutnya : 1 2 3