Terbit: 7 Mei 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Motilitas adalah kemampuan sperma bergerak atau berenang menuju sel telur. Jika kualitas sperma buruk (asthenozoospermia) membuatnya tidak bisa berenang dengan baik, yang menyebabkan kemandulan. Untuk mengetahui bagaimana kualitas sperma memengaruhi kesuburan pria secara menyeluruh atau sebagian, simak ulasan di bawah ini!

Pengaruh Motilitas atau Pergerakan Sperma pada Kesuburan Pria

Apa Itu Motilitas?

Motilitas adalah pergerakan sperma menuju serviks hingga akhirnya mampu membuahi sel telur yang ada di rahim. Jika pergerakan atau kemampuan berenang sperma tidak bisa berjalan dengan lancar, ada kemungkinan sulit melakukan pembuahan. Kondisi ini bisa jadi memicu kemandulan atau ketidaksuburan pada pria.

Mengapa Sperma Berenang?

Sperma adalah sel motil, yang berarti sperma adalah sel memiliki kemampuan bergerak, yang penting untuk pembuahan sel telur. Ketika berhubungan seksual, pria biasanya akan mengeluarkan sperma dekat saluran serviks, di ujung saluran vagina. Meskipun karena motilitas, setiap air mani yang keluar dekat daerah vagina dapat naik ke saluran vagina dan menuju ke leher rahim.

Air mani juga bisa masuk ke saluran vagina tanpa ejakulasi, yang dikenal sebagai pra-ejakulasi. Ini adalah sedikit cairan mirip air mani yang keluar dari uretra saat pria terangsang secara seksual. Ini adalah salah satu alasan mengapa “metode tarik keluar” tidak bisa diandalkan untuk mencegah kehamilan.

Sperma memiliki kemampuan berenang yang akan membantu untuk mencapai sel telur yang berovulasi. Sementara sel telur dipindahkan dari ovarium ke tuba falopi —seperti rambut kecil yang disebut silia—  sel telur tidak berenang. Ini kurang lebih mengapung ke dalam dan melalui saluran tuba dengan bantuan silia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Sebaliknya, sperma mampu bergerak sendiri. Sperma harus berenang dari saluran serviks, ke dalam dan melalui rahim, yang pada akhirnya ke tuba falopi. Di sinilah temat bertemu dengan sel telur yang berovulasi. Ketika sampai, sperma harus membuahi sel telur, yang juga membutuhkan gerakan.

Berdasarkan penelitian telah menemukan bahwa sperma membutuhkan antara 2-10 menit setelah ejakulasi untuk mencapai saluran tuba.

Motilitas Sperma dan Kesehatan Air Mani Secara Keseluruhan

Motilitas merupakan salah satu ukuran kesehatan sperma dan air mani. Faktor lain yang dipertimbangkan selama analisis air mani, meliputi:

  • Volume air mani. Berapa banyak ejakulasi, yang diukur dalam mililiter (ml).
  • Jumlah total sperma. Berapa banyak sperma dalam sampel air mani, rata-rata 33-46 juta sperma.
  • Konsentrasi sperma. Berapa banyak sperma dalam 1 ml ejakulasi.
  • Vitalitas. Persentase sperma yang hidup.
  • Morfologi sperma. Bentuk sperma, sperma yang normal memiliki bentuk kepala oval dengan ekor lurus panjang di tengahnya.
  • Waktu untuk pencairan. Waktu yang diperlukan untuk air mani berubah secara alami dari kental menjadi cair, biasanya selama 20-30 menit.
  • PH semen. Keasaman sampel air mani. Air mani yang terlalu asam bisa membunuh sperma.
  • Jumlah sel darah putih. Seberapa banyak sel darah putih dalam sampel air mani. Jumlah yang sangat tinggi dapat mengindikasikan infeksi.

Baca Juga: 12 Jenis Makanan Penambah Sperma (Bikin Pria Tambah Subur)

Mengenal Jenis Motilitas Sperma

Secara umum ada dua jenis motilitas yang terjadi pada sperma. Pertama adalah motilitas progresif. Jenis ini terjadi saat sperma bisa berenang di sebagian besar garis lurus atau lingkaran besar.

Selanjutnya ada motilitas nonprogresif. Jenis ini biasanya terjadi karena sperma bergerak secara terbatas atau zig zag, sehingga sulit mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan.

Motilitas nonprogresif sendiri juga dibedakan lagi menjadi tiga, pertama gerakan lambar, motilitas dengan gerakan pendek atau kurang dari lima mikrometer per detik, dan tidak ada gerakan sama sekali.

Penyebab Motilitas Sperma Terganggu

Ketika motilitas sperma buruk, biasanya ada masalah lain pada kesehatan sperma. Misalnya, pria dengan motilitas sperma yang buruk mungkin juga memiliki jumlah sperma yang rendah atau morfologi sperma yang buruk (bentuk sperma). Sperma yang tidak terbentuk dengan baik tidak bisa berenang dengan baik.

Sejumlah faktor yang menyebabkan motilitas dari sperma terganggu, termasuk:

  • Infeksi testis.
  • Kanker testis.
  • Operasi testis.
  • Testis tidak turun.
  • Penggunaan steroid anabolik dalam jangka waktu panjang.
  • Varikokel atau adanya pembesaran pembuluh darah yang ada pada testis.
  • Penggunaan obat terlarang seperti kokain dan ganja.
  • Efek samping obat tertentu baik itu herbal atau kimia.
  • Genetik.
  • Cedera.
  • Paparan panas atau dingin.
  • Paparan bahan kimia.
  • Sering merokok, biasanya lebih dari 10 batang dalam sehari.

Motilitas sperma yang buruk juga dapat terjadi jika pria jarang melakukan aktivitas seksual. Dalam kasus ini, jika ejakulasi pertama menunjukkan motilitas yang buruk, ejakulasi kedua segera setelahnya akan lebih baik.

Cara Mengatasi Gangguan Motilitas Sperma

Untuk mengatasi gangguan motilitas sperma, pria dianjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup, meliputi:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga bentuk tubuh agar tetap ideal.
  • Kurangi konsumsi alkohol berlebih dan juga rokok.
  • Jangan menaruh ponsel pada kantung karena radiasinya bisa mengganggu pergerakan sperma.

Baca Juga: 15 Penyebab Sperma Sedikit yang Wajib Diketahui Pria

Cara Meningkatkan Motilitas Sperma

Motilitas sperma adalah hal penting jika pasangan sami istri berencana untuk hamil. Untuk itu, ada pilihan gaya hidup yang dapat dilakukan pria untuk membantu meningkatkan kualitas sperma. Langkah ini juga dapat mengatasi gangguan pada sperma.

Beberapa perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kualitas sperma, meliputi:

  • Berhenti merokok. Kebiasaan mengisap rokok dapat mengurangi kesuburan dan telah terbukti memengaruhi motilitas sperma.
  • Menghindari obat terlarang dan alkohol. Narkoba, termasuk ganja, amfetamin, dan opiat, serta konsumsi alkohol berlebihan juga menurunkan kualitas sperma. Dokter menyarankan pria untuk menghindarinya jika sedang berencana untuk hamil.
  • Menjaga berat badan tetap ideal dan sehat. Kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada angka 25 atau lebih dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma.
  • Menggunakan celana longgar. Ada hubungan antara peningkatan suhu skrotum dan penurunan kualitas sperma. Suhu produksi sperma yang ideal adalah sekitar 35° Celsius atau tepat di bawah suhu tubuh. Untuk itu, pakaian dalam yang longgar dan mengambil tindakan sederhana untuk menjaga agar testis tetap dingin dapat membantu.
  • Istirahat teratur. Langkah-langkah yang bisa menjaga kesehatan sperma, termasuk istirahat secara teratur jika bekerja pada lingkungan yang panas, dan bangun serta bergerak jika pria menghabiskan waktu lama untuk duduk.

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Pergerakan Sperma agar Cepat Hamil

 

  1. Barrell, Amanda. 2017. How does sperm motility affect fertility? https://www.medicalnewstoday.com/articles/320160 (Diakses pada 7 Mei 2021)
  2. Gurevich, Rachel. 2020. Sperm Motility. https://www.verywellfamily.com/sperm-motility-1960141 (Diakses pada 7 Mei 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi