Guncangan Batuk Saat Hamil, Pengaruhi Kondisi Janin?

guncangan-batuk-saat-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat seorang wanita sedang hamil, sistem kekebalan tubuhnya cenderung mengalami perubahan. Sebagai akibat dari perubahan, salah satu gangguan penyakit yang biasa menghampiri adalah pilek atau batuk. Lantas, apakah guncangan batuk saat hamil bisa memengaruhi kondisi janin?

Guncangan Batuk saat Hamil

Pada dasarnya, guncangan batuk saat hamil adalah sesuatu yang tidak membahayakan janin meskipun disertai dengan pilek atau flu. Namun, penting bagi ibu hamil untuk segera melakukan pengobatan sesaat setelah Anda mendapatkannya.

Hal penting yang harus diwaspadai adalah batuk kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, namun bisa juga disebabkan oleh penyakit yang lebih serius seperti pneumonia.

Dalam kasus yang parah, jika Anda juga menderita nyeri dada atau muntah darah, batuk bisa menjadi gejala emboli paru, kondisi di mana pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru mengalami penyumbatan. Ini adalah kondisi yang serius karena wanita hamil lebih rentan terhadap gumpalan darah.

Mencegah Batuk saat Kehamilan

Setelah Anda mendapat penjelasan bahwa guncangan batuk saat hamil tidak membahayakan janin, langkah penting yang harus dilakukan untuk mencegah batuk adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Pastikan konsumsi makanan bergizi, waktu tidur yang cukup, olahraga secara teratur, dan konsumsi vitamin prenatal.

Beberapa hal lainnya yang harus dilakukan untuk mencegah batuk saat hamil, antara lain:

  • Sering cuci tangan. Jika Anda berada di sekitar penderita flu, hindari untuk tidak menyentuh tangannya atau makan bersama dengannya. Seringlah cuci tangan saat Anda berada di sekitar orang-orang yang batuk dan pilek.
  • Konsumsi banyak cairan. Minumlah air putih, jus, atau kaldu untuk menambahkan cairan yang dibutuhkan tubuh.
  • Tingkatkan asupan makanan. Selain asupan cairan, asupan makanan juga harus banyak. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak cobalah makan porsi kecil sesering mungkin.
  • Menjaga kelembapan lingkungan.
  • Minum teh hangat atau berkumur dengan air garam hangat berguna untuk meredakan sakit tenggorokan.

Berikut ini adalah daftar obat-obatan batuk-pilek yang berisiko kecil bagi janin selama kehamilan. Namun, sebelum mengonsumsinya Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa obat tersebut, antara lain:

  • Acetaminophen (Tylenol) dapat digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh.
  • Obat pelega tenggorokan yang dapat meringankan rasa sakit di tenggorokan.
  • Codein dan dextromethorphan sering digunakan untuk mengatasi batuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Waktu yang tepat memeriksakan diri ke dokter adalah saat batuk yang dialami lebih dari 10 hari. Segera ke dokter jika batuk disertai dengan keluarnya cairan hijau dari hidung, karena kondisi ini bisa menjadi sinusitis atau bronkitis, di mana membutuhkan perawatan medis.

Bolehkah Ibu hamil Naik Motor?

Jika penjelasan sebelumnya mengatakan bahwa guncangan batuk saat hamil tidak membahayakan janin, pertanyaan lain yang sering ditanyakan oleh ibu hamil adakah efek naik motor saat hamil tua? atau bolehkah hamil 7 bulan naik motor?

Pada dasarnya, selama masa kehamilan tidak dilarang mengendarai motor khususnya di trimester pertama dan kedua. Namun, memasuki trimester ketiga pusat gravitasi tubuh sedikit bergeser dan membuat ibu hamil sulit menjaga keseimbangan. Di waktu inilah, mengendarai motor sepertinya bukan tindakan yang tepat karena Anda berisiko tinggi untuk terjatuh.

Salah satu kekhawatiran ibu hamil 7 bulan naik motor adalah ketika harus melewati jalan yang penuh guncangan. Namun, jika Anda melewati guncangan dengan perlahan maka hal itu aman dilakukan.

Saat hamil, janin sebenarnya sudah terlindungi oleh otot-otot panggul dan cairan ketuban sehingga cukup aman dari guncangan. Namun jika memungkinkan, sebaiknya hindari melakukan perjalanan jauh atau aktivitas lainnya yang menimbulkan guncangan berat selama kehamilan.

Selain itu, bagi wanita hamil pada trimester awal memang disarankan untuk menghindari guncangan terlalu keras, terutama jika memiliki riwayat muncul flek pada awal kehamilan. Namun apabila kehamilan sejak awal dinyatakan sehat, maka ibu tidak perlu khawatir dengan risiko guncangan.

Kondisi yang Perlu Diwaspadai dari Efek Guncangan Berkendara

Meskipun tidak ada aturan baku, namun ibu hamil tetap disarankan untuk berhati-hati selama berkendara. Terutama bagi ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi prematur dan membutuhkan banyak istirahat.

Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus saat ibu hamil ingin mengendarai motor, antara lain:

  • Memiliki serviks yang lemah.
  • Letak plasenta yang terlalu rendah.
  • Memiliki masalah pada tulang belakang.
  • Memiliki risiko tinggi melahirkan bayi prematur.
  • Kondisi yang membutuhkan lebih banyak istirahat

Tips Berkendara bagi Ibu Hamil

Dibanding dengan mobil, motor adalah kendaraan yang minim pengamanan, sehingga meningkatkan risiko gangguan pada janin. Berikut ini adalah tips-tips mengendarai motor bagi ibu hamil yang wajib dilakukan, antara lain:

  • Selalu pakai helm saat mengendarai motor, bahkan saat Anda duduk di boncengan.
  • Kenakan sepatu flat, hindari sepatu bertali atau hak tinggi.
  • Hindari berkendara saat jam sibuk.
  • Gunakan rute pendek yang sudah dikenal.
  • Kenakan jaket terutama saat berkendara di malam hari.
  • Pilih pakaian yang nyaman dan cocok sesuai dengan cuaca.
  • Hindari berkendara di jalan basah atau setelah hujan. Di saat ini Anda akan sulit membedakan mana jalan yang berlubang penuh air dan mana jalan baik.
  • Jika electric starter motor bermasalah, sebisa mungkin hindari untuk menyalakan motor dengan kick starter  (menggunakan kaki). Mintalah bantuan orang lain untuk kick starter.
  • Hindari kecepatan tinggi atau menyalip kendaraan lain.

Setelah mendapat penjelasan lengkap mengenai guncangan batuk saat hamil dan hamil 7 bulan naik motor, pada umumnya dokter menyarankan ibu hamil untuk menghindari segala jenis kegiatan yang berisiko tinggi karena bisa membahayakan janin. Potensi jatuh dan menyebabkan cedera yang terlalu besar, sering kali membuat dokter menyarankan untuk tidak mengendarai motor.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Cough And Cold During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/cough-cold-during-pregnancy/. (Diakses pada 25 September 2019).
  2. Coughs and colds in pregnancy. https://www.babycentre.co.uk/a542237/coughs-and-colds-in-pregnancy. (Diakses pada 25 September 2019).
  3. Zuidam, Joanne Van. Cough During Pregnancy. https://www.thebump.com/a/cough-during-pregnancy. (Diakses pada 25 September 2019).
  4. Is it okay to go bike riding while pregnant?. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/exercise-on-a-bike/. (Diakses pada 25 September 2019).
  5. Grunebaum, Dr. Amos, MD. 2018. Is It Safe To Ride A Motorbike During Pregnancy?. https://www.babymed.com/safety/is-it-safe-to-ride-a-motorbike-during-pregnancy. (Diakses pada 25 September 2019).