Terbit: 30 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com -Seks adalah salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan dan dinantikan oleh pasangan. Meski demikian, melakukan seks dengan baik ternyata tidak sesuai dengan harapan. Ada banyak sekali hal-hal dari seks yang susah dijalankan termasuk kalau memiliki penyakit tertentu dan kambuh.

Pengaruh Asma pada Kemampuan Seks Pasangan

Nah, dari beberapa penyakit yang dialami oleh pasangan, asma adalah yang paling sering kambuh saat melakukan seks. Entah karena faktor apa, kondisi tubuh jadi memburuk karena napas menjadi susah. Pada beberapa pasangan, kondisi asma ini bahkan menimbulkan trauma yang berlebihan.

Penyebab asma kambuh saat bercinta

Saat bercinta, kondisi asma bisa muncul karena banyak hal. Berikut beberapa penyebab yang harus diwaspadai.

  1. Melakukan seks dengan intens

Semua orang yang memiliki asma pasti mengalami gangguan susah napas dan kumat kalau melakukan aktivitas yang cukup kuat. Itulah kenapa penderita asma banyak yang tidak bisa berolahraga selama sekolah karena bisa membuat tubuh menjadi lemas dan napas putus-putus.

Seks memang tidak seintens seks. Tapi aktivitas ini tetap saja memberikan efek samping pada penderita asma. Gangguan susah napas bisa terjadi dalam seks dilakukan atau beberapa jam setelah seks. Biasanya dokter menyarankan pengonsumsian obat beberapa saat sebelum seks dilakukan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  1. Alergi dengan cairan kelamin

Cairan kelamin seperti air mani yang dihasilkan oleh pria ternyata bisa menyebabkan wanita mengalami alergi. Nah, alergi ini bisa menyebabkan gatal hingga yang paling parah bisa menyebabkan asma dan gangguan sesak napas lainnya.

Wanita yang mengalami alergi ini bisa mengalami asma meski tidak ada gangguan pada paru-paru.

  1. Alergi dengan kondom lateks

Selain alergi cairan kemaluan yang dihasilkan oleh pria, asma juga dipicu oleh kondom lateks. Alergi ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Ketika kulit terkena lateks, alergi akan muncul secara instan.

Umumnya alergi yang terjadi akibat kondom lateks menyebabkan rasa gatal. Namun, pada kondisi yang lebih kronis bisa memicu asma.

  1. Gangguan mental

Tidak semua orang merasa nyaman saat akan melakukan seks. Ada kalanya seseorang merasa grogi, cemas, atau bahkan trauma karena kejadian di masa lalu yang membuat mereka ketakutan.

Gangguan mental menyebabkan tubuh jadi mengalami gangguan napas. Meski asma ini bisa segera diatasi dengan pemberian obat, kemungkinan kambuh kembali di masa depan tetap terjadi.

Cara mengatasi asma yang kambuh

Asma bisa muncul karena banyak hal saat melakukan seks. Penyembuhan atau cara mengatasinya juga berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Kalau Anda mengalami asma secara reguler, siapkan obat dahulu agar saat gejalanya muncul bisa segera diatasi. Berikut beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi asma.

  • Inhaled corticosteroids. Obat jenis ini digunakan dengan menghirup bahan aktifnya selama beberapa saat. Setelah obat masuk, rasa sesak akan perlahan menghilang. Obat jenis ini biasanya lebih aman digunakan setiap hari sehingga penggunaan jangka panjang sangat disarankan.
  • Leukotriene modifiers. Obat ini jenis oral dan mampu meringankan gejala asma hingga 24 jam lamanya. Sayangnya obat ini memberikan efek samping pada kesehatan mental seseorang. Kondisi mood swing, mudah marah, hingga keinginan untuk bunuh diri bisa muncul. Lakukan konsultasi dengan dokter agar dosis yang diberikan benar.
  • Long-acting beta agonists. Obat ini berjenis inhaled atau yang dihirup dengan hidung. Saat menggunakan obat ini disarankan untuk mengombinasikan dengan inhaled corticosteroids. Kombinasi dua obat ini bisa mencegah terjadinya asma semakin parah. Selanjutnya hanya gunakan kalau kondisi asma yang muncul cukup ringan. Selalu konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Combination inhalers. Obat ini kombinasi inhaled corticosteroids dan long-acting beta agonists yang hadir dalam satu obat. Jadi Anda tidak perlu bergantian memakai inhaler.
  • Theophylline. Obat harian yang digunakan untuk merelakan otot di area dada sehingga napas bisa berjalan dengan lancar.
  • Allergy shots (immunotherapy). Digunakan untuk kondisi asma dadakan yang muncul karena alergi baik itu pada lateks atau cairan kemaluan.
  • Short-acting beta agonists. Obat hisap atau inhaler yang memberikan perasaan lega. Biasanya digunakan untuk serangan asma dadakan yang tidak dipicu alergi.

Membicarakan asma dengan pasangan

Asma adalah penyakit yang sudah disembunyikan dan memberikan pengaruh yang besar pada tubuh. Oleh karena itu, bicarakan hal ini dengan pasangan. Berikut beberapa tipsnya.

  • Bicarakan masalah asma dengan jelas dan terbuka dengan pasangan. Jangan ada yang disembunyikan. Minta pendapat pasangan tentang hal ini agar Anda dan pasangan bisa menyamakan persepsi terkait masalah gangguan napas.
  • Bicaralah pada pasangan kalau saat sedang asma, tubuh akan mengalami perubahan. Minta pasangan tidak panik agar bisa segera mengatasinya. Ajari pasangan bagaimana cara mengatasi asma atau memberikan pertolongan pertama pada penderita asma agar bisa bernapas dengan baik.
  • Anda tidak perlu merasa malu kalau memiliki gangguan. Kondisi asma bisa terjadi begitu saja karena memang ada gangguan pada tubuh dan karena ada pemicunya. Kalau Anda dan pasangan bisa terbuka, penyelesaian masalah asma ini bisa diselesaikan bersama-sama.
  • Ajak pasangan untuk menemui dokter. Bicarakan masalah bersama-sama agar dokter bisa memberikan diagnosis. Dengan saran dari dokter, pasangan bisa sama-sama menyelesaikan masalah bersama.
  • Anda dan pasangan bisa sama-sama mengenali pemicu sehingga saat seks dilakukan kehati-hatian bisa dilakukan. Anda dan pasangan tidak khawatir lagi kalau

Demikian ulasan singkat tentang pengaruh asma terhadap kemampuan seks pasangan. Kalau salah satu pasangan memiliki asma, lebih baik dibantu dan dibicarakan dengan baik. Jangan menakuti pasangan atau membiarkannya. Kalau tidak ada dukungan, kehidupan seks dari seseorang akan mengalami gangguan bahkan bisa mati sama sekali.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi