Terbit: 2 November 2017 | Diperbarui: 27 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Praktisi perawatan kesehatan Anda akan menanyakan gejala Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan urin dan sampel dari keputihan akan dilakukan.

Infeksi Vagina – Penegakan Diagnosis

Anda dapat ditanya pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Sejak kapan kondisi ini dimulai? Apakah keputihannya sama sepanjang bulan?
  • Seperti apa tampilan keputihan yang Anda alami? Apa warna dan konsistensinya? Apakah ada bau pada keputihan Anda?
  • Apakah Anda mengalami rasa sakit, gatal, atau terbakar pada saluran kelamin Anda dan saluran kemih Anda?
  • Apakah pasangan seksual Anda (jika ada) juga mengalami pengeluaran cairan dari ujung penis?
  • Apakah Anda memiliki banyak pasangan seksual?
  • Apakah Anda menggunakan kondom ketika berhubungan seksual?
  • Apa yang membantu meredakan keputihan? Apakah Anda sering mandi? Sudahkah anda mencoba obat yang dibeli bebas di apotek? Apakah Anda sering melakukan Douching?
  • Gejala apa lagi yang Anda rasakan?
  • Obat apa yang Anda pakai untuk semua kondisi?
  • Sudahkah Anda mengganti deterjen atau sabun yang Anda gunakan?
  • Apakah Anda sering mengenakan celana dalam ketat atau non-katun atau celana jeans?

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan memeriksa vagina dan leher rahim Anda untuk mencari apakah ada pembengkakan atau luka. Dokter akan menentukan ukuran dan letak rahim dan leher rahim. Dokter akan menilai apakah Anda memiliki rasa sakit atau nyeri pada gerakan serviks dan rahim, atau di daerah sebelah rahim, yang sesuai dengan saluran telur dan indung telur.

Selama pemeriksaan vagina, spekulum dimasukkan ke dalam vagina untuk memeriksa serviks. Swab akan dilakukan untuk mengambil sampel keputihan sehingga dapat diperiksa di bawah mikroskop apakah itu infeksi karena jamur (ragi), protozoa (trikomoniasis), atau bakteri (bakterial vaginosis). Dalam beberapa kasus, tes Pap akan dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker serviks. Tes ini dikirim ke laboratorium, dan hasilnya biasanya didapat dalam waktu satu minggu.

Tes berbasis DNA yang baru cukup akurat untuk mendiagnosis infeksi vagina.

Kolposkopi atau biopsi mungkin direkomendasikan jika serviks Anda tampak abnormal. Kolposkopi menggunakan mikroskop yang terang untuk mendapatkan pandangan yang diperbesar pada permukaan serviks. Dalam biopsi, sampel jaringan diambil untuk pengujian.

Pemeriksaan darah tertentu dapat mendeteksi antibodi terhadap infeksi jamur Candida albicans. Tes ini tidak terlalu bisa diandalkan untuk infeksi vagina dan hanya berguna pada orang yang memiliki infeksi yang mempengaruhi seluruh tubuh mereka.

Jika trichomonas ada, dan dikonfirmasi dengan tes laboratorium, dokter Anda mungkin melakukan lebih banyak tes untuk penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Infeksi Vagina – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi