Terbit: 19 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com -Pendidikan seks di Indonesia tidak terintegrasi langsung dengan lembaga pendidikan. Akibatnya, masalah seks tetap menjadi sesuatu yang tabu. Anak tidak akan tahu hal-hal terkait seks karena selali diidentikkan dengan aktivitas penetrasi. Padahal pendidikan seks tidak sama dengan mengajari anak bagaimana melakukan seks termasuk posisinya.

5 Pendidikan Seks yang Harus Diterima Remaja dari Orang Tua

Ada banyak materi terkait pendidikan seks yang harus dipahami oleh anak khususnya yang sudah menginjak usia remaja. Kalau di sekolah tidak ada materi terkait dengan pendidikan seks, orang tua susah seharusnya memberikannya baik secara langsung atau tidak langsung. Berikut beberapa pendidikan seks yang harus diberikan orang tua.

  1. Memanfaatkan momen untuk memberikan pengetahuan

Cara terbaik untuk memberikan pendidikan seks kepada remaja adalah memanfaatkan momen yang sedang ada di TV atau tren. Misal di TV ada momen tentang kekerasan seksual. Orang tua bisa menjadikannya sebagai pemicu untuk mengajarkan bahwa seks harus dilakukan dengan konsensus atau kesadaran.

Kalau seks tidak dilakukan dengan keinginan bersama-sama, namanya pemerkosaan. Hal ini sudah masuk ke ranah kriminal. Selanjutnya bicarakan juga saat sedang membeli perlengkapan bulan seperti pembalut. Jelaskan pada remaja wanita tentang siklus menstruasi dan siklus subur. Hal ini masih masuk ke ranah pendidikan seks yang lebih khusus.

  1. Mendengarkan pendapat anak tentang seks

Meski orang tua belum mengajari anak tentang pendidikan seks, terkadang anak susah mencari tahu sendiri atau tahu dari temannya. Nah, kalau anak sudah tahu, orang tua bisa melakukan pembicaraan secara langsung terkait dengan seks. Biarkan anak mengungkapkan pemahamannya terlebih dahulu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Orang tua tidak bisa mengajari dengan terlalu keras atau ingin apa yang dipahami dipaksakan ke anak. Tugas orang tua adalah meluruskan kalau apa yang dipahami oleh anaknya ini kurang tepat. Kalau diskusi antara anak dan orang tua terjadi dengan baik, membicarakan pendidikan seks tidak akan canggung lagi.

  1. Mengajarkan bahaya seks yang tidak aman

Seks bukan hanya perkara penetrasi dan teknik melakukan sanggama yang benar. Seks juga berkaitan dengan kehamilan dan peluang terjadinya penularan penyakit menular seksual. Oleh karena itu, orang tua harus memberi tahu anak kalau seks harus dilakukan dengan benar dan aman.

Salah satu cara untuk melakukan seks yang aman adalah dengan kondom. Orang tua juga harus menjabarkan beberapa jenis penyakit dan apa efeknya untuk tubuh. Dengan tahu secara rinci tentang bahasa seks yang tidak sehat, kelak anak akan lebih hati-hati saat melakukannya.

  1. Seks pranikah dengan kekasih

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau remaja memiliki rasa penasaran yang tinggi. Kalau mereka tanya tentang seks pranikah, orang tua harus menjelaskannya dengan bijak. Penjelasan ini terkait dengan adat, budaya, agama, dan risiko.

Adat, budaya, dan agama tentu melarang melakukan seks pranikah. Selanjutnya seks pranikah juga berisiko pada kesehatan organ vital khususnya vagina pada wanita.

  1. Pertanyaan sulit tentang seks lainnya

Pertanyaan sulit lain tentang seks mungkin akan dilontarkan oleh anak kalau hubungan dengan orang tua berjalan dengan baik. Beberapa pertanyaan tentang seks yang mungkin agak sulit adalah masalah orientasi seksual. Anak akan bertanya mengapa ada orang yang suka dengan sesama jenis atau dua-duanya.

Kalau pertanyaan ini muncul, beri jawaban dengan bijak dan tidak terkesan menggurui. Anak akan lebih memahami apa yang diberikan kalau mereka tidak merasa terpaksa.

Inilah lima pendidikan seks yang harus diterima anak dari orang tuanya. Jangan biarkan anak kebingungan dan akhirnya melakukan kesalahan yang fatal. Semoga bermanfaat!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi