Terbit: 29 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meski tidak seekstrem penderita diabetes, penderita maag juga tidak boleh mengonsumsi makanan dengan sembarangan. Hanya saja, sebuah pertanyaan pun muncul. Apakah penderita maag boleh makan kacang?

Penderita Maag Boleh Makan Kacang?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kacang ternyata aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk penderita maag. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kacang bisa membuat masalah maag kambuh. Hal ini berarti, penderita maag tidak perlu khawatir saat mengonsumsi camilan yang disukai oleh siapa saja ini.

Hanya saja, jika kita memang memiliki riwayat maag, akan jauh lebih baik jika kita menghindari makanan yang bisa memicu produksi gas dengan berlebihan. Sebagai contoh, makanan seperti sayur sawi, kol, buah nangkat, pisang ambon, buah kering, kedondong, dan minuman bersoda bisa membuat perut dipenuhi dengan gas. Selain itu, terdapat beberapa jenis makanan yang juga bisa memicu produksi asam lambung dengan berlebihan seperti kopi, minuman beralkohol, sari buah dari buah-buahan sitrus seperti jeruk.

Beberapa jenis makanan yang bisa membuat proses pengosongan lambung melambat juga akan mampu memperparah gejala maag. Beberapa makanan tersebut adalah kue tart, keju, dan makanan berlemak tinggi seperti gorengan. Selain itu, beberapa jenis makanan yang berpotensi membuat dinding lambung teriritasi seperti makanan yang terlalu pedas, cuka, atau makanan yang bersifat asam juga sebaiknya dihindari oleh penderita maag. Mereka juga sebaiknya menghindari mie instan meskipun memiliki rasa yang enak dan mudah untuk dibuat.

Saat maag menyerang, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan yang bisa menenangkan perut seperti bubur ayam, kentang rebus, pisang dan brokoli. Jika maag sering menyerang dengan cukup parah, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi