Apakah Gula Merah Aman untuk Diabetes? Yuk Simak Penjelasannya!

gula-aren-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/EL_siinteristi

DokterSehat.Com– Penderita diabetes memang tidak diperbolehkan untuk sembarangan mengonsumsi makanan, khususnya makanan yang memiliki kandungan gula atau memiliki rasa yang manis. Jika mereka mengonsumsinya, kadar gula darah di dalam tubuhnya akan meningkat dengan signifikan dan akhirnya memicu datangnya komplikasi. Ada anggapan yang menyebutkan bahwa gula merah aman untuk diabetes, benarkah?

Fakta Tentang Gula Merah dan Diabetes

Banyak yang memilih untuk menghindari gula putih namun menggantinya dengan gula merah untuk penderita diabetes, madu juga menjadi pilihan. Mereka menganggap gula merah aman untuk diabetes. Hal ini didasari oleh fakta bahwa kandungan di dalam gula putih memang bisa meningkatkan kadar gula darah dengan signifikan.

Namun, jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kandungan gula merah atau madu, tetap saja akan bisa memicu peningkatan kadar gula darah meskipun efek dari peningkatan ini mungkin tidak akan sebesar saat mengonsumsi gula merah.

Menurut pakar kesehatan, semua jenis pemanis, termasuk pemanis alami seperti madu memiliki kandungan glukosa yang membuat rasanya manis sekaligus membuat kadar gula darah meningkat.

Kadar kalori di dalam gula merah untuk penderita diabetes juga cenderung sama dengan yang ada di dalam gula putih. Ini berarti gula merah juga termasuk dalam bahan makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi atau setidaknya dikurangi asupannya oleh penderita diabetes.

Apakah Gula Merah Aman untuk Diabetes?

Sementara American Diabetes Association (ADA) menemukan gula merah atau gula kelapa sebagai pengganti gula yang dapat diterima, namun tampaknya mereka tidak mendukung penggunaannya.

Gula Merah dan Indeks Glikemik

Apakah gula merah baik untuk penderita diabetes? Beberapa orang percaya gula merah untuk penderita diabetes yang terbuat dari kelapa lebih sehat karena indeks glikemik (GI) lebih rendah.

Penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi makanan rendah GI karena tidak akan menaikkan kadar gula darah sebanyak makanan dengan kadar GI tinggi. Nilai GI apa pun dari 55 atau kurang dianggap rendah, dan makanan apa pun dengan GI di atas 70 dianggap tinggi.

Baik madu dan gula tebu memiliki GI sekitar 50, sedangkan GI gula merah, seperti yang dilaporkan oleh Lembaga Penelitian Makanan dan Nutrisi Filipina, adalah 35.

Namun, Universitas Sydney telah mengukur GI gula merah di kisaran 54. Berdasarkan susunan kimianya, ini dianggap sebagai nilai yang paling mungkin. Meskipun perbedaan pendapat, gula merah masih dianggap makanan dengan GI rendah.

Adakah Gula yang Aman untuk Penderita Diabetes?

Mengingat sebagian besar pemanis alami memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan kadar gula darah, ada baiknya penderita diabetes tidak sembarangan mengonsumsinya. Hanya saja, mereka sebenarnya masih boleh memilih jenis karbohidrat yang dianggap lebih aman, yakni fruktosa.

Kandungan fruktosa bisa dengan mudah ditemukan di dalam buah-buahan segar. Sebagaimana kita ketahui, penderita diabetes masih boleh makan buah meskipun tentu saja mereka harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Ada beberapa jenis pemanis buatan (non-nutrisi) yang dianggap aman untuk diabetes, di antaranya:

1. Stevia

Gula aman untuk diabetes ini juga disebut rebaudioside A, atau steviol glikosida, Stevia diekstraksi dari daun tanaman stevia tetapi tidak boleh disamakan dengan tanaman stevia. Tanaman stevia mengandung bahan aktif dan dijual sebagai suplemen makanan. Stevia 200-400 kali lebih manis daripada gula. Nama-nama merek termasuk: A Sweet Leaf, Sun Crystals, Steviva, Truvia dan PureVia.

2. Sucralose

Jenis gula aman untuk diabetes ini enam ratus kali lebih manis daripada gula biasa, karena sucralose stabil terhadap panas dan dapat digunakan untuk memasak dan membuat kue. Nama merek gula sucralose: Splenda.

3. Luo han guo

Pemanis baru ini 150 hingga 300 kali lebih manis dari gula biasa (sukrosa). Nama-nama merek termasuk: Monk Fruit in the Raw, Nectrese, PureFruit, dan PureLo.

4. Neotame dan advantame

Jika Anda tidak terbiasa dengan produk ini, itu mungkin karena gula jenis ini tidak banyak digunakan secara komersial dan tidak tersedia sebagai pemanis biasa.

Kandungan Kalori Gula Putih dan Gula Merah

Sebagian besar gula yang dikonsumsi di seluruh dunia adalah gula rafinasi yang berasal dari tebu. Gula adalah zat alami yang bila diekstrak dari tebu bisa berwarna putih atau cokelat.

Gula berwarna cokelat karena penambahan molase selama pemrosesan atau mungkin berwarna cokelat setelah fase pertama pengolahan sebelum proses pemurnian.

1. Kalori dalam gula merah

Gula merah yang mengandung molase memiliki kadar air lebih tinggi daripada gula putih. Jumlah kalori per gram adalah 3,73.

Butiran gula cokelat cenderung sedikit lebih kecil ukurannya. Kandungan air tambahan dari molase memungkinkan untuk mengemas gula ke dalam sendok teh atau alat pengukur lainnya. Tergantung pada seberapa keras gula dikemas berarti berbagai konten kalori per sendok teh. Semakin keras gula dikemas, semakin besar kandungan kalorinya. Per gram, gula putih memiliki lebih banyak kalori, tetapi seteleh pengukuran, gula merah mungkin memiliki lebih banyak kalori.

2. Kalori dalam gula putih

Gula putih memiliki kadar air lebih rendah dari gula merah dan mengandung 3,96 kalori per gram.

Ukuran butiran gula putih sangat konsisten dalam ukuran. Dalam satu sendok teh gula putih sekitar 4 gram gula dan mengandung sekitar 16 kalori.

Jenis Minuman yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes 

Meskipun bisa ditemukan dalam beberapa jenis makanan, gula seringkali kita dikaitkan dengan minuman. Gula digunakan untuk membuat rasa minuman ini menjadi lebih manis. Beruntung, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis minuman yang dianggap aman bagi penderita diabetes.

Berikut adalah minuman-minuman tersebut:

1. Kopi

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada 2006 silam, minum kopi tanpa tambahan gula bisa membantu penderita diabetes menjaga kadar gula darah tetap dalam kondisi seimbang. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan asam klorogenat yang mampu menghambat penyerapan glukosa. Asalkan tidak diberi tambahan seperti krim atau topping tertentu, kopi juga tidak akan memberikan asupan kalori bagi penderita diabetes.

2. Susu

Susu rendah lemak bisa membantu penderita diabetes menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Pastikan untuk tidak sembarangan dalam memilih susu karena susu yang tinggi kalori atau gula yang justru berbahaya bagi penderita diabetes.

3. Teh hijau

Teh hijau rendah kalori dan kaya akan kandungan antioksidan yang bisa menurunkan risiko peradangan dan komplikasi pada penderita diabetes.

4. Jus pare

Di dalam jus pare terdapat kandungan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah dengan efektif. Selain itu, jus pare juga mampu meningkatkan toleransi glukosa pada penderita diabetes.

Jadi, Anda bisa menyimpulkan gula merah aman untuk diabetes atau tidak kan, Teman Sehat?