Keluar Darah Saat Hamil Muda? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

keluar-darah-saat-hamil-muda-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat sedang hamil seorang wanita berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Kehamilan juga membuat hormon dalam tubuhnya terus berfluktuasi sehingga menimbulkan banyak perubahan yang bisa menyebabkan pusing, sakit pinggang bahkan pendarahan di area vagina. Lantas, apa yang harus dilakukan jika keluar darah saat hamil muda?

Keluar Darah Saat Hamil Muda, Berbahayakah?

Perlu diketahui, perdarahan selama kehamilan termasuk relatif umum untuk terjadi. Namun, pendarahan saat hamil muda juga bisa menjadi tanda bahaya. Pada umumnya, keluarnya bercak darah saat hamil muda adalah proses perlekatan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim, atau biasa dikenal dengan sebutan perdarahan implantasi.

Keluar darah saat hamil muda masih dianggap normal apabila darah yang keluar hanya sedikit atau hanya bercak (mirip bercak perdarahan di awal atau akhir masa haid). Warna perdarahan juga dapat bervariasi dari merah muda, merah tua, hingga kecokelatan, namun tidak pernah berwarna merah terang.

Pendarahan saat hamil muda umumnya terjadi pada bulan pertama kehamilan. Bercak darah yang keluar pun hanya sedikit dan hanya terjadi 1 sampai 3 hari saja. Keluar darah saat hamil muda ini biasanya disertai kram ringan, di mana hal ini adalah salah satu tanda adanya penempelan sel telur di dinding rahim. Kondisi ini sering salah diartikan sebagai tanda-tanda keguguran.

Baca juga: Bumil, Kenali Jenis-Jenis Pendarahan yang Berbahaya Saat Hamil

Mengatasi Keluar Darah Saat Hamil Muda

Selain mengonsultasikan pendarahan saat hamil muda ke dokter, istirahat adalah upaya yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menenangkan kondisi. Berikut adalah tips mengatasi keluar darah saat hamil muda dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Hindari berhubungan intim

Cara mengatasi keluar darah saat hamil muda yang sulit dilakukan oleh beberapa pasangan adalah menahan untuk melakukan aktivitas seksual. Hal ini menjadi penting terutama ibu hamil yang mengalami pendarahan di awal kehamilan. Oleh karena itu, tahan dulu untuk melakukan aktivitas seksual sampai kandungan kembali kuat dan stabil.

2. Istirahat total

Cara mengatasi keluar darah saat hamil muda berikutnya adalah dengan istirahat total. Cobalah untuk menghentikan semua aktivitas dan istirahat dengan maksimal. Istirahat total bisa membuat plasenta dapat melindungi rahim dan mengurangi risiko keguguran.

3. Hindari penggunaan high heels untuk sementara waktu

Menggunakan high heels akan membuat betis Anda menumpu seluruh berat badan. Selain itu, menggunakan high heels berisiko membuat kaki terkilir atau terjatuh–di mana hal ini dapat membahayakan janin yang ada di rahim. Jadi, hindarilah menggunakan sepatu berhak tinggi di saat hamil.

4. Hindari penggunaan tampon

Meski jarang digunakan oleh wanita di Indonesia, keluar darah saat hamil muda bisa dicegah dengan tidak menggunakan tampon. Gunakanlah pembalut biasa untuk memudahkan Anda melihat banyak tidaknya perdarahan yang terjadi.

5. Memperhatikan warna darah

Tidak semua darah yang keluar dari vagina adalah sesuatu yang berbahaya. Oleh karena itu, bercak darah saat hamil harus diperiksa lebih lanjut. Perhatikan darah yang keluar, waspadai jika darah keluar deras, disertai kram perut dan warnanya menyerupai darah menstruasi.

6. Konsumsi banyak air

Setelah Anda melakukan istirahat total, hal penting lainnya yang harus diperhatikan untuk mengatasi kondisi keluar darah saat hamil muda adalah mengonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya.

7. Hindari mengangkat beban berat

Keluar darah saat hamil muda bisa diatasi dengan menghindari mengangkat beban berat. Selain mengangkat beban berat, ibu hamil sebaiknya tidak berjalan atau berdiri terlalu lama.

Baca juga: Cegah Berat Badan Ibu Hamil Naik Berlebihan dengan 5 Cara Super Mudah Ini!

Penyebab Pendarahan Saat Hamil Muda

Seperti penjelasan sebelumnya, keluar darah saat hamil muda adalah kondisi yang sering terjadi. Sekitar 20-30 persen wanita hamil pernah mengalami pendarahan saat hamil muda, khususnya di 12 minggu pertama kehamilan. Meski tidak selalu menandakan masalah serius, berikut ini adalah beberapa penyebab yang harus diwaspadai dari bercak darah saat hamil, di antaranya:

1. Kehamilan ektopik

Penyebab keluar darah saat hamil muda yang pertama dan harus diwaspadai adalah kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim–biasanya di tuba falopi.

Apabila embrio terus berkembang, maka tuba falopi lama kelamaan berisiko pecah hingga mengakibatkan perdarahan yang berbahaya. Selain pendarahan, kehamilan ektopik bisa menyebabkan rasa kram di perut bagian bawah. Kondisi ini membutuhkan penanganan dengan segera.

Kehamilan ektopik dapat terjadi jika Anda memiliki riwayat salah satu komplikasi berikut:

  • Pernah mengalami kehamilan ektopik.
  • Ligasi atau pembedahan tuba falopi.
  • Kondisi peradangan pelvis.
  • Infertilitas selama lebih dari 2 tahun.
  • Merokok dan memiliki alat pengontrol kelahiran yang ditempatkan di uterus.

2. Kehamilan mola

Kehamilan mola atau lebih dikenal dengan sebutan hamil anggur, terjadi ketika jaringan yang seharusnya menjadi janin, berkembang menjadi jaringan abnormal yang pada akhirnya tidak membentuk bakal janin. Kondisi ini bisa menjadi penyebab keluar darah saat hamil muda, meskipun hal ini adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Baca juga: Apakah Munculnya Flek dan Pendarahan Saat Hamil Muda Berbahaya?

3. Keguguran

Keluar darah saat hamil muda yang disebabkan oleh keguguran adalah yang paling sering terjadi. Sekitar 20-30 persen wanita yang mengalami perdarahan saat hamil di trimester awal bisa berakhir dengan keguguran.

Gejala lain keguguran yang bisa terjadi adalah nyeri perut bagian bawah dan keluarnya jaringan melalui vagina. Keguguran seperti ini merupakan hasil dari janin yang rusak, di mana hal ini menandakan bahwa tubuh wanita menolak kehamilan yang tidak bisa bertahan hidup.