Mengalami Pendarahan Saat Hamil? Jangan Panik, Ini Tipsnya

DokterSehat.Com– Menjaga kesehatan pada saat hamil memerlukan upaya dan usaha yang cukup tinggi, mengingat kondisi janin yang sedang Anda kandung sangatlah rentan terhadap berbagai kondisi yang ada. Lantas bagaimana jika Anda memiliki kendala yang mungkin muncul saat Anda sedang mengandung?

Banyak masalah yang dapat terjadi saat seorang wanita sedang mengandung. Ketika mengandung, hormon dalam tubuh terus berfluktuasi sehingga menimbulkan banyak perubahan dalam tubuh yang bisa menyebabkan pusing, sakit pinggang dan bahkan juga pendarahan di area vagina. Lalu, apakah yang Anda ketahui mengenai pendarahan dari area vagina?

Situs nhs.uk menjelaskan bahwa perdarahan selama kehamilan termasuk relatif umum untuk terjadi pada wanita yang sedang mengandung. Namun, perdarahan dari vagina yang terjadi saat kehamilan bisa juga menjadi tanda berbahaya, dan Anda harus selalu menghubungi bidan atau dokter sesegera mungkin jika itu terjadi pada Anda.

Baca juga: Bumil, Kenali Jenis-Jenis Pendarahan yang Berbahaya Saat Hamil

Perdarahan seringkali disebabkan oleh sesuatu yang kurang serius, tetapi sangat penting bagi Anda untuk memastikan dan mencari tahu penyebabnya secara langsung.

Pada awal kehamilan, Anda mungkin mendapatkan beberapa pendarahan ringan, seperti bercak-bercak kecil. Ini adalah saat embrio berkembang di dinding rahim Anda. Hal ini sering terjadi sekitar waktu periode pertama setelah ovulasi berhasil terjadi.

Mengatasi Pendarahan Saat Hamil Muda

Selain mengkonsultasikan ke dokter berikut di bawah ini tips mengatasi pendarahan saat hamil muda dan langkah pencegahan untuk mengurangi efek dari gangguan tersebut:

1. Lakukan istirahat total

Salah satu cara menghentikan pendarahan saat hamil muda atau menghindari pendarahan pada masa kehamilan adalah dengan cara beristirahat total, cobalah untuk menghentikan segala aktifitas dan beristirahat dengan tenang. Dengan istirahat total membuat plasenta dapat melindungi rahim dan mengurangi resiko keguguran.

2. Hindari berhubungan badan

Cara mengatasi pendarahan saat hamil muda dengan berpuasa hubungan seksual. Meskipun berhubungan badan dinyatakan aman pada wanita hamil, namun jika Anda salah seorang yang tergolong mengalami pendarahan di awal kehamilan, maka ada baiknya untuk menghindari berhubungan badan sampai kandungan Anda benar-benar kembali kuat dan stabil.

3. Lupakan high heels untuk sementara waktu

Sepertinya high heels memang tidak diperbolehkan untuk orang hamil, dengan menggunakan high heels akan membuat betis Anda menumpu seluruh berat badan. Selain itu, menggunakan high heels dapat membuat Anda bisa saja terkilir atau terjatuh dan ini dapat membahayakan janin yang ada di rahim. Jadi hindarilah menggunakan sepatu berhak tinggi di saat hamil.

4. Gunakan pembalut

Cara mengatasi pendarahan saat hamil berikutnya adalah menggunakan pembalut. Penggunaan pembalut ini hanya untuk memantau seberapa banyak lendir dan flek darah yang keluar, jangan lupa gunakan pembalut yang aman digunakan bagi ibu hamil.

Baca juga: Cegah Berat Badan Ibu Hamil Naik Berlebihan dengan 5 Cara Super Mudah Ini!

Penyebab Perdarahan pada Trimester Pertama Kehamilan

Pendarahan vagina selama kehamilan trimester pertama dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Hampir 20 hingga 30% kehamilan akan terkena pendarahan selama fase ini.

1. Kehamilan ektopik

Pada kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi berada di luar rahim, yang biasanya ada di tuba fallopi. Anda biasanya akan merasakan kram dan nyeri tajam di daerah perut bagian bawah disertai dengan pusing, lemas, dan mual. Ini bisa mengancam jiwa ibu dan membutuhkan perhatian medis segera. Secara statistik, hanya 3% kehamilan yang mengalaminya.

Kehamilan ektopik dapat terjadi jika Anda memiliki riwayat salah satu komplikasi berikut:

  • Sebelum kehamilan ektopik
  • Ligasi atau pembedahan tuba Fallopian
  • Kondisi peradangan pelvis
  • Infertilitas selama lebih dari 2 tahun
  • Merokok dan memiliki alat pengontrol kelahiran yang ditempatkan di uterus.

2. Kehamilan molar

Kehamilan mola adalah kondisi langka yang terjadi ketika plasenta menjadi massa kistik dari embrio yang cacat. Ini adalah jenis tumor yang terjadi karena hormon kehamilan dan tidak mengancam kehidupan sama sekali. Itu terjadi dalam beberapa minggu setelah pembuahan. Dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi abnormal dan dapat menyebar ke seluruh tubuh, kondisi yang didiagnosis sebagai penyakit trofoblas gestasional. Anda dapat mengamati perdarahan vagina dalam beberapa minggu setelah kehamilan jika Anda menderita kehamilan mola.

Baca juga: Apakah Munculnya Flek dan Pendarahan Saat Hamil Muda Berbahaya?

3. Keguguran

Salah satu masalah utama dengan pendarahan selama trimester pertama kehamilan adalah bahwa hal itu bisa menjadi keguguran juga. Biasanya terjadi selama 12 minggu pertama kehamilan.

Jika pendarahan menyertai gejala seperti kram, nyeri perut bagian bawah, dan lintasan jaringan melalui vagina, maka ada kemungkinan lebih besar terjadi keguguran. Sekitar 50% wanita hamil yang mengalami gejala bersama dengan pendarahan vagina, mengalami keguguran.