Terbit: 4 Juni 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Setiap orang dapat melakukan pencegahan HIV dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman, tidak menggunakan jarum suntik sembarangan, dll. HIV adalah infeksi menular seksual yang memengaruhi fungsi sistem imun. Ketahui bagaimana cara mencegah HIV/AID secara lengkap di sini.

7 Pencegahan HIV/AIDS yang Dapat Dilakukan 

Apa Itu HIV/AIDS?

HIV (human immunodeficiency virus) adalah infeksi yang menyebabkan gangguan sistem imun tubuh serius sehingga sel-sel alami tubuh tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. Infeksi HIV ini akan menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) yaitu kondisi kronis yang sangat mengancam jiwa.

HIV/AIDS adalah infeksi menular seksual (IMS) yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Sistem kekebalan tubuh adalah proteksi alami tubuh untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Tanpa sistem perlawanan tubuh yang kuat, seseorang akan mudah terserang penyakit.

Hingga saat ini, belum ada obat-obatan khusus untuk mengatasi HIV/AIDS. Beberapa obat HIV/AIDS hanya dapat mengurangi gejala dan memelihara kesehatan penderitanya.

Cara Penularan HIV/AIDS

HIV adalah infeksi yang ditularkan dari hubungan seksual tanpa proteksi. Virus ini menyebar dari orang ke orang melalui paparan cairan tubuh langsung dengan orang yang positif HIV, seperti:

  • Darah
  • Air mani
  • Cairan rektal
  • Cairan vagina
  • Cairan pra-seminal atau cairan pra-ejakulasi
  • Cairan ASI

Cara penularan HIV/AIDS yang paling umum, yaitu:

  • Berhubungan seks tanpa kondom atau obat HIV dengan penderita HIV, termasuk seks anal atau vaginal.
  • Berbagi alat suntik dengan penderita HIV.
  • Penularan HIV dari wanita hamil ke anaknya selama kehamilan.

HIV dapat menular bila salah satu bentuk cairan tubuh penderita HIV tersebut masuk ke tubuh Anda, misalnya dalam berhubungan seksual. HIV tidak menular hanya dari kontak fisik biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau aktivitas biasa lainnya.

Baca Juga: 5 Cara Penularan HIV yang Harus Dipahami (Disertai Pencegahan)

Pencegahan HIV/AIDS yang Dapat Dilakukan

Belum ada obat atau vaksin HIV saat ini sehingga infeksi ini menjadi sangat berbahaya. Walaupun demikian, Anda dapat melindungi diri Anda dan orang lain dengan cara pencegahan HIV/AIDS berikut ini:

1. Ketahui Pasangan Anda

Ketahui dengan siapa Anda akan melakukan hubungan seksual. Pastikan bahwa semua pihak aman dan bersih dari risiko penyakit menular seksual. Selain itu, disarankan untuk tidak memiliki banyak pasangan seksual untuk mengurangi risiko paparan HIV atau infeksi menular seksual lainnya

2. Gunakan Kondom

Setiap kali Anda melakukan seks, gunakan kondom yang baru baik untuk seks anal atau seks vaginal. Gunakan lubricant atau pelumas berbasis air agar kondom tidak rusak. Selain itu, wanita juga dapat menggunakan kondom wanita.

3. Gunakan Jarum Suntik Steril

Apabila Anda memiliki kebutuhan untuk menggunakan jarum suntik atau infus, gunakan jarum yang baru, bersih, dan steril. Termasuk penggunaan jarum untuk tato atau tindik. Jarum suntik bekas atau tidak steril berisiko menularkan virus dari penggunaan pada orang sebelumnya.

4. Tes Penyakit Menular Seksual

Anda dan pasangan dapat menjalankan tes penyakit menular seksual untuk memastikan keamanan saat berhubungan seksual nanti. Tes ini dapat menjadi langkah preventif untuk tidak menularkan penyakit menular seksual ke orang lain.

5. Tes HIV

Pemeriksaan HIV adalah satu-satunya diagnosis HIV yang paling tepat. Ada beberapa jenis tes HIV, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan antibodi, pemeriksaan kombinasi antibodi dan antigen. Bila Anda berada dalam golongan orang yang berisiko tinggi terkena HIV, maka segera lakukan tes HIV ini.

Selain itu, sekarang sudah ada alat tes HIV yang bisa dilakukan sendiri di rumah namun tetap dianjurkan untuk tes HIV langsung di rumah sakit yang menyediakannya.

Baca Juga: HIV/AIDS: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

6. Profilaksis Pra Pajanan (PPrP)

Profilaksis pra pajanan (PPrP) atau pre-exposure prophylaxis (PrEP) adalah pencegahan HIV untuk seseorang yang tidak positif HIV namun memiliki risiko tinggi terpapar virus ini. Profilaksis pra pajanan (PPrP) menggunakan obat HIV khusus untuk mencegah HIV setelah berhubungan seksual.

7. Sunat pada Pria

Berdasarkan bukti medis, pria yang sudah sunat dapat mengurangi risiko terkena infeksi HIV. Walaupun demikian, tetap lakukan cara pencegahan HIV/AIDS yang telah disebutkan.

Itulah beberapa cara mencegah HIV/AIDS yang dapat Anda dan pasangan lakukan. Sebaiknya, jujur pada pasangan bila Anda positif HIV dan lakukan perawatan terbaik. Apabila Anda melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang positif HIV, maka risiko untuk terpapar infeksi ini tinggi.

Cara Mencegah Penyebaran HIV Bila Anda Positif

Bila Anda sudah mengetahui diri Anda positif HIV, berikut ini adalah beberapa cara mencegah HIV pada pasangan Anda:

1. Profilaksis Pascapajanan (PPP)

Profilaksis pascapajanan (PEP) atau post-exposure prophylaxis (PEP) adalah penggunaan obat HIV pada seseorang yang mungkin terpapar HIV. Obat ini harus diminum 72 jam setelah seseorang memiliki risiko tinggi terpapar HIV, misalnya, menyadari bahwa dirinya baru saja berhubungan seks dengan pasangan yang positif HIV.

Obat HIV ini hanya boleh digunakan untuk situasi darurat. Obat HIV ini tidak ditujukan sebagai penggunaan rutin, misalnya, untuk seseorang yang sering berisiko terpapar HIV.

2. Pencegahan HIV dari Ibu ke Bayi

Seorang ibu hamil yang positif HIV dapat menularkan HIV pada bayinya, namun kondisi ini dapat dicegah dengan perawatan maksimal. Ibu hamil tersebut harus minum obat HIV yang diresepkan dokter.

Setelah bayi lahir, bayi juga membutuhkan perawatan dengan obat HIV. Ibu tersebut juga sebaiknya tidak memberi ASI karena berisiko menularkannya melalu ASI. Kondisi ini sangat serius, Anda harus konsultasi dengan dokter secara intensif.

Itulah beberapa cara pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, seseorang yang positif HIV harus melakukan perawatan HIV dengan obat HIV yang disebut antiretroviral therapy (ART) agar tidak menularkan HIV pada pasangannya yang negatif HIV.

 

  1. AIDS Info. 2020. The Basics of HIV Prevention. https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/20/48/the-basics-of-hiv-prevention. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  2. CDC. 2019. HIV Prevention. https://www.cdc.gov/hiv/basics/prevention.html. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. HIV/AIDS. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  4. NHS. 2019. Prevention-HIV and AIDS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/prevention/. (Diakses pada 4 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi