Terbit: 3 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Penanganan luka bakar adalah hal yang sangat penting untuk diketahui. Luka bakar adalah salah satu cedera yang paling umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan kerusakan kulit yang parah sehingga menyebabkan sel-sel kulit yang terkena menjadi rusak. Pada banyak kasus, seseorang dapat pulih dari luka bakar tanpa konsekuensi kesehatan yang serius, namun semua tergantung pada penyebab dan derajat luka. Luka bakar yang lebih serius memerlukan perawatan medis darurat segera untuk mencegah komplikasi dan kematian.

Penanganan Luka Bakar dan Hal-Hal yang Harus Dihindari

Lapisan Kulit

Sebelum membahas mengenai pertolongan pertama luka bakar atau obat luka bakar, hal penting lainnya yang harus diketahui adalah mengenai lapisan kulit. Tiga lapisan kulit itu di antaranya

  • Epidermis

Epidermis adalah lapisan teratas kulit. Ini adalah satu-satunya lapisan yang dapat terlihat oleh mata. Lapisan kulit ini lebih tebal karena memiliki lima sub-lapisan. Epidermis Anda secara terus-menerus melepaskan sel-sel kulit mati dari lapisan atas dan menggantinya dengan sel-sel sehat baru yang tumbuh di lapisan bawah.

  • Dermis

Dermis lebih tebal dari epidermis dan mengandung semua kelenjar keringat dan minyak, folikel rambut, jaringan ikat, ujung saraf, serta pembuluh getah bening. Sementara epidermis menutupi tubuh Anda dalam lapisan yang terlihat, dermis adalah lapisan kulit yang memberikan perlindungan terhadap patogen.

  • Subkutan

Lapisan kulit di bawah dermis ini kadang-kadang disebut lapisan lemak subkutan, subkutis, atau hipodermis. Lapisan ini memberikan isolasi untuk tubuh da  membuat Anda tetap hangat. Lapisan ini juga menyediakan bantal yang berfungsi seperti peredam kejut yang mengelilingi organ vital. Terdapat banyak pembuluh darah yang terkandung dalam hipodermis, karena ini adalah lapisan yang menempel ke otot dan jaringan di bawahnya.

Derajat Luka Bakar

Setelah mengetahui tiga lapisan kulit secara umum, hal penting berikutnya yang harus diketahui adalah mengenai derajat luka bakar. Setiap derajat didasarkan pada tingkat keparahan kerusakan pada kulit. 

  • Luka Bakar Derajat 1

Kondisi ini hanya terkena di lapisan epidermis saja. Ciri-ciri yang bisa dikenali adalah kulit kemerahan, tidak ada lepuh (bulae), dan terasa nyeri bisa disentuh. Contohnya adalah  luka bakar karena terpapar sinar matahrari.

  • Luka Bakar Derajat 2

Kondisi ini hanya terkena dilapisan epidermis + sebagian dermis namun tidak sampai di subkutan. Ciri-cirinya adalah terdapat lepuh/ gelembung yang berisi air (bulae).

  • Luka Bakar Derajat 3

Kondisi terjadi di lapisan epidermis + seluruh lapisan dermis + subkutan. Cirinya terdapat beberapa jaringan kulit yang sudah mati akibat luka bakar

  • Luka Bakar Derajat 4

Ini adalah lluka bakar yang meluas hingga ke tendon dan tulang. Kondisi ini biasa nya terjadi akibat sengatan listrik atau petir. Cirinya dapat terlihat dari luka masuk atau luka keluar akibat percikan listrik tersebut.

Penanganan Luka Bakar yang Benar

Pada dasarnya, penanganan luka bakar tergantung pada jenis luka bakar yang dialami. Selain itu, penting juga untuk menilai kembali luka untuk tanda-tanda infeksi dan masalah jangka panjang lainnya, seperti jaringan parut, perlengketan kulit pada sendi , serta kekakuan otot yang membuatnya sulit untuk bergerak (kontraktur).

Berikut adalah penanganan luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya, di antaranya:

1. Luka Bakar Derajat Satu

Luka bakar derajat satu menyebabkan kerusakan kulit minimal. Kondisi ini juga disebut ‘superficial burns‘ karena kondisi ini memengaruhi lapisan kulit terluar. Tanda-tanda yang bisa dikenali:

  • Kemerahan.
  • Peradangan ringan atau pembengkakan.
  • Rasa sakit di area yang terluka.
  • Kulit kering dan mengelupas terjadi saat luka bakar sembuh.

Karena luka bakar ini mempengaruhi lapisan atas kulit, tanda dan gejala menghilang begitu sel-sel kulit terlepas. Luka bakar derajat satu biasanya sembuh dalam 7 sampai 10 hari tanpa jaringan parut.

Sementara Anda harus mengunjungi dokter jika luka bakar memengaruhi area kulit yang luas—lebih dari tiga inci, dan jika luka itu ada di wajah atau persendian utama, yang meliputi:

  • Lutut.
  • Pergelangan kaki.
  • Tulang belakang.
  • Bahu.
  • Siku.
  • Lengan bawah.

Luka bakar derajat satu biasanya bisa dirawat dengan perawatan rumahan. Semakin cepat mengobati luka bakar waktu penyembuhan mungkin akan semakin cepat. Pertolongan pertama luka bakar untuk derajat satu meliputi:

  • Rendam luka dalam air dingin selama lima menit atau lebih.
  • Konsumsi acetaminophen atau ibuprofen untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Obat luka bakar yang bisa digunakan adalah lidocaine. Oleskan lidocaine dengan gel atau krim lidah buaya untuk menenangkan kulit.
  • Menggunakan salep antibiotik dan kasa longgar untuk melindungi area yang luka

Jangan sekali-kali mengoleskan bola kapas ke luka bakar karena serat kecil dapat menempel dan meningkatkan risiko infeksi.

2. Luka Bakar Derajat Dua

Luka bakar derajat dua lebih serius karena kerusakannya melampaui lapisan atas kulit. Jenis luka bakar ini menyebabkan kulit melepuh, menjadi sangat merah, dan menimbulkan rasa sakit. Seiring waktu, jaringan tebal, lunak, seperti kudis yang disebut fibrinous exudate dapat terbentuk di atas luka. Penting untuk diperhatikan agar menjaga area luka tetap bersih dan membalutnya dengan benar untuk mencegah infeksi.

Jenis luka bakar ini ada yang membutuhkan waktu lebih dari tiga minggu untuk sembuh, tetapi sebagian besar sembuh dalam dua hingga tiga minggu tanpa jaringan parut, tetapi sering kali dengan perubahan pigmen pada kulit.

Semakin parah lecetnya, semakin lama luka bakar akan sembuh. Dalam beberapa kasus yang parah, pencangkokan kulit diperlukan untuk memperbaiki kerusakan. Pencangkokan kulit mengambil kulit yang sehat dari area lain dari tubuh dan memindahkannya ke lokasi kulit yang terbakar.

Penanganan luka bakar ringan derajat dua meliputi:

  • Merendam luka bakar di air dingin selama 15 menit atau lebih lama.
  • obat luka bakar yang bisa dikonsumsi adalah obat pereda nyeri (acetaminophen atau ibuprofen).
  • Oleskan krim antibiotik untuk lecet.

Namun, mencari perawatan medis darurat diperlukan jika luka bakar memengaruhi area lainnya seperti wajah, tangan, bokong, paha, area selangkangan hingga kaki.

3. Luka Bakar Derajat Tiga

Ini adalah jenis luka bakar yang paling parah dan menyebabkan kerusakan paling besar pada kulit. Karena kerusakannya sangat luas, rasa sakit mungkin tidak dirasakan karena rusaknya sebagian besar saraf kulit.

Tergantung pada penyebabnya, gejala luka bakar derajat tiga dapat menunjukkan:

  • Warna putih pada kulit.
  • Warna cokelat tua pada kulit.
  • Lepuh yang tidak berkembang.

Tanpa operasi, luka-luka ini sembuh dengan jaringan parut dan kontraktur yang parah. Tidak seperti derajat satu dan dua, Anda jangan pernah mencoba untuk mengobati luka bakar derajat tiga. Penanganan luka bakar harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Perawatan Luka Bakar yang Harus Dihindari

Setelah Anda mengetahui penanganan luka bakar berdasarkan derajatnya, hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan untuk mengatasi luka bakar. Berikut ini adalah tindakan yang bisa membuat kondisi luka bakar menjadi semakin buruk, di antaranya:

  • Minyak

Banyak orang mengklaim bahwa minyak esensial serta beberapa minyak goreng, seperti minyak kelapa dan minyak zaitun dapat membantu mengobati luka bakar.

Namun, minyak memerangkap panas dan mencegahnya keluar dari luka bakar. Menjebak panas dapat menyebabkan luka bakar menjadi lebih buruk.

Beberapa produsen minyak atsiri mengklaim bahwa produknya dapat membantu menyembuhkan berbagai masalah dan luka kulit.

Beberapa penelitian mendukung penggunaan minyak atsiri, tetapi ini berasal dari studi skala kecil. Tidak ada penelitian skala besar telah dilakukan untuk meneliti hubungan antara menggunakan minyak esensial dan penanganan luka bakar

  • Mentega

Banyak orang berpikir bahwa menggosok mentega di atas luka bakar akan mempercepat penyembuhan. Namun, mentega bertindak dalam cara yang mirip dengan minyak, yaitu memerangkap panas sehingga dapat membuat luka bakar semakin parah.

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan mentega sebagai pengobatan luka bakar.

  • Putih Telur

Hindari menggunakan putih telur mentah pada luka bakar. Tidak bukti ilmiah yang mengatakan bahwa putih telur dapat membantu meringankan rasa sakit. Justru, putih telur bisa menyebarkan bakteri ke dalam luka bakar, sehingga meningkatkan terjadinya infeksi.

  • Es Batu

Meski salah satu penanganan luka bakar adalah menggunakan air dingin, Anda tidak diperkenankan menggunakan es batu untuk penanganan luka bakar. Banyak orang berpikir bahwa bahwa suhu es yang dingin akan melakukan pekerjaan yang lebih efektif dalam mendinginkan kulit yang terbakar. Padahal, hal ini adalah sesuatu yang tidak tepat.

Es batu dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan dan dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut pada kulit yang terbakar. Seseorang mungkin mengalami luka bakar dingin setelah mengekspos kulitnya dengan es batu

  • Pasta Gigi

Pertolongan pertama luka bakar yang hingga kini masih diyakini sebagian besar masyarakat adalah menggunakan pasta gigi. Padahal, pasti gigi justru mendorong bakteri untuk menyebar ke luka bakar.

 

  1. Anonim. Burns: Management and Treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12063-burns/management-and-treatment. (Diakses pada 3 Maret 2020).
  2. Khan, April. Matthew Solan. 2016. Burns: Types, Treatments, and More. https://www.healthline.com/health/burns. (Diakses pada 3 Maret 2020).
  3. Fletcher, Jenna. 2019. What home remedies can treat my burn?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319768. (Diakses pada 3 Maret 2020).
  4. Watson, Kathryn. 2018. The Layers of Your Skin. https://www.healthline.com/health/layers-of-skin#1. (Diakses pada 3 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi