Terbit: 21 Oktober 2016
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan terbaik untuk sindrom metabolik adalah pada diri Anda sendiri. Perubahan gaya hidup seperti makan sehat dan berolahraga lebih banyak adalah hal pertama yang dokter sarankan. Dengan mengadopsi beberapa kebiasaan yang sehat, Anda mungkin dapat menghilangkan faktor risiko Anda sepenuhnya.

Sindrom Metabolik – Penanganan dan Pencegahan

Pencegahan Sindrom Metabolik

  • Membuat perubahan gaya hidup

Olahraga adalah cara yang bagus untuk menurunkan berat badan. Bahkan, jika Anda tidak kehilangan satu gram berat badan pun, olahraga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan meningkatkan resistensi insulin. Jika Anda lama tidak berolahraga, mulailah perlahan-lahan. Cobalah dengan membakar kalori dengan berjalan. Lakukan aktivitas fisik yang lebih banyak. Ketika Anda berjalan kaki, mungkinkan untuk menambah sedikit waktu untuk mengambil rute untuk mendapatkan beberapa pemandangan dan langkah tambahan. Untuk melacak seberapa jauh Anda melangkah, belilah pedometer (penghitung langkah). Secara bertahap tingkatkan aktivitas fisik Anda sampai Anda melakukannya pada sebagian besar hari dalam seminggu. Tapi jangan terlalu ambisius. Jika Anda mencoba latihan yang terlalu berat, Anda akan cepat bosan dan menyerah. Anda perlu menemukan tingkat latihan yang sesuai kepribadian Anda.

  • Makan sehat

Makan makanan yang sehat dapat memperbaiki kolesterol, resistensi insulin, dan tekanan darah, bahkan jika berat badan Anda tetap sama. Nasihat tentang makan yang sehat, tanyakan pada dokter atau ahli gizi. Jika Anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, Anda perlu merencanakan menu makan khusus. Secara umum, diet yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam; banyak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan biji-bijian telah terbukti membantu meringankan kondisi orang dengan darah tinggi dan risiko lebih tinggi penyakit kardiovaskular. Banyak dokter menyarankan makanan Mediterania atau diet DASH. Makanan tersebut menekankan lemak baik (seperti lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun) dan keseimbangan karbohidrat dan protein.

  • Turunkan berat badan.

Penurunan berat badan sering merupakan hasil dari berolahraga dan makan dengan menu sehat. Berat badan dapat meningkatkan setiap aspek dari sindrom metabolik.

  • Berhentilah merokok

Ini bukan merupakan faktor risiko untuk sindrom metabolik, namun merokok sangat meningkatkan resiko pembuluh darah dan penyakit jantung.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Salah satu penelitian tahun 2005 yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bagaimana perubahan gaya hidup yang dapat mencegah sindrom metabolik. Para peneliti mengamati lebih dari 3.200 orang yang sudah memiliki gangguan toleransi glukosa, suatu keadaan sebelum seseorang terkena kencing manis.

Satu kelompok diperintahkan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Kelompok tersebut dieksekusi 2,5 jam seminggu dengan makan rendah kalori dan diet rendah lemak. Setelah tiga tahun, orang dalam kelompok ini memiliki 41% lebih kecil kemungkinan untuk mengalami sindrom metabolik dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup juga sekitar dua kali lebih efektif dalam menurunkan gula darah dengan menggunakan obat diabetes Glucophage.

Sindrom Metabolik: 1 2 3


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi