9 Pemicu Gatal di Kulit yang Tidak Menghasilkan Ruam

gatal-tanpa-rumah-doktersehat

DokterSehat.Com – Gatal yang muncul pada tubuh bisa muncul karena banyak hal entah itu gigitan serangga atau mengalami iritasi. Namun, sebagian besar gatal atau pruritus pada kulit diikuti dengan ruam, bercak merah, bentol, dan tanda lain yang bisa dilihat dengan jelas secara langsung. Pada beberapa kasus, gatal yang terjadi di kulit tidak menunjukkan Anda, tapi rasa gatalnya tetap terasa intens dan mengganggu.

Pemicu gatal yang tidak menyebabkan ruam

Gatal yang sering kita alami biasanya muncul dalam bentuk ruam, bercak merah, bentol, atau sejenisnya. Rasa gatal akan membuat kita terobsesi untuk menggaruknya karena kalau dibiarkan akan terasa tidak nyaman. Lalu bagaimana dengan gatal yang tidak terlihat dengan jelas? Kira-kira apa saja penyebabnya?

  1. Kulit kering

Kulit kering adalah salah satu pemicu terbesar terjadinya gatal pada kulit. Rasa gatal ini muncul akibat udara yang terlalu dingin atau terlalu panas. Akibatnya kelembaban kulit jadi terus menurun dan menyebabkan rasa gatal yang sangat intens dan tidak terlihat ada ruam atau bercak merah di kulit.

Sebagian besar kulit yang kecil bisa diatasi dengan mencukupi kebutuhan air harian. Selain itu pengaplikasian semacam krim untuk membuat kulit jadi lebih lembab juga akan mengurangi rasa gatal. Kalau kulit kering tidak segera diatasi kemungkinan muncul eksim akan besar.

  1. Gangguan tiroid

Gangguan tiroid bisa menyebabkan beberapa masalah pada tubuh berupa metabolisme yang tidak stabil. Metabolisme yang tidak stabil akan menyebabkan Anda mengalami kulit kering akibat beberapa bagian pada sel tidak bisa menjalankan fungsinya dengan sempurna.

Gangguan tiroid yang terjadi dan tidak diatasi sesegera mungkin akan memicu munculnya penyakit autoimun Grave’s.  Rasa gatal ini biasanya bertahan lama dan akan segera hilang kalau seseorang mengonsumsi obat antihistamin.

  1. Efek samping obat

Beberapa jenis obat diketahui mampu memicu rasa gatal di kulit tanpa menimbulkan ruam yang sangat jelas. Beberapa jenis obat yang memberikan efek samping ini terdiri dari statins yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Selanjutnya ada obat untuk menurunkan tekanan darah, dan opioid untuk meredakan nyeri.

Setelah obat yang menimbulkan gatal tidak dikonsumsi lagi, kemungkinan besar akan terhenti. Kalau rasa gatal terus muncul meski obat sudah dihentikan, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Siapa tahu ada kondisi lain yang lebih serius dan harus segera ditangani.

  1. Gangguan hati

Hati memiliki fungsi untuk menyerap racun khususnya di dalam darah seperti halnya dengan ginjal. Kalau hati mengalami gangguan dan fungsi untuk penyaringan ini tidak bisa berjalan dengan lancar, kemungkinan besar akan memicu masalah pada tubuh berupa rasa gatal di kulit dan masalah kronis lainnya.

Kalau hati sampai tidak berfungsi dengan baik, penyakit kuning atau jaundice bisa saja terjadi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan urine yang terlalu pekat, mata yang sangat kuning, dan kotoran memiliki warna cukup terang akibat cairan empedu yang mengalami gangguan.

  1. Gangguan ginjal

Ginjal memiliki fungsi untuk menyaring berbagai jenis sisa atau sampah yang diproduksi oleh tubuh. Selain itu air juga akan disaring untuk menghasilkan urine. Darah yang kotor juga akan disaring di dalam ginjal. Gangguan pada ginjal akan menyebabkan kulit jadi kering dan akhirnya terasa sangat gatal.

Selain masalah gatal di kulit, kemampuan tubuh untuk berkeringat dan mendinginkan area yang panas akan menurun. Metabolisme akan menurunkan, darah akan dipenuhi dengan racun, inflamasi, dan kemungkinan besar butuh cuci darah.

  1. Masalah pankreas

Pankreas bisa mengalami gangguan karena kolestasis dan sakit kuning. Kalau pankreas mengalami gangguan, kemungkinan besar tubuh akan mengalami masalah pencernaan dan gatal di kulit tanpa ruam juga akan terjadi.

  1. Anemia akibat kekurangan zat besi

Seseorang yang mengalami anemia akibat zat besi yang terlalu rendah akan mengalami gatal di kulit meski cukup langka. Selain gatal, kekurangan zat besi juga menyebabkan tubuh jadi lemas dan susah menjalankan aktivitas harian. Penuhi kebutuhan zat besi harian dengan minum suplemen atau makan makanan yang kaya zat besi seperti bayam dan daging.

  1. Kanker

Pada kasus yang langka, seseorang yang mengalami kanker juga akan mendapatkan rasa gatal di kulit tanpa ruam. Beberapa ahli belum tahu mengapa kondisi ini bisa terjadi, tapi kemungkinan besar reaksi dari substansi yang ada di daging tumbuh atau tumor yang terus membesar perlahan-lahan.

Beberapa kanker yang menyerang kulit seperti melanoma juga menyebabkan gatal, tapi kemungkinan besar memiliki tanda yang jelas. Gatal yang disebabkan oleh kanker akan hilang dengan sendirinya setelah mendapatkan perawatan atau pengobatan seperti kemoterapi.

  1. HIV

Seseorang dengan kondisi HIV sangat rentan mengalami gatal pada kulit dengan atau tanpa ruam merah. Rasa gatal terjadi pada kulit karena seorang penderita HIV mengalami daya tahan tubuh yang sangat rendah dan mudah terkena infeksi. Selain itu, seseorang dengan kondisi diabetes juga mudah mengalami kulit kering, dermatitis, hingga eksim, dan psoriasis.

Selain masalah daya tahan yang sangat rendah, seorang penderita HIV juga mengalami gatal akibat obat yang digunakan. Terakhir, kulit yang sangat sensitif akan mudah gatal atau mungkin perih saat terkena paparan sinar matahari siang yang sangat terik.

Apa pun kondisi gatal yang terjadi pada tubuh, ada baiknya untuk tidak menggaruknya terlalu kasar. Kalau Anda melakukannya, kulit bisa mengalami inflamasi atau malah tergores dan mengakibatkan luka. Kalau gatal pada tubuh tidak kunjung hilang padahal sudah berhari-hari, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa segera ditangani.