Terbit: 1 Februari 2020 | Diperbarui: 9 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk menjemput WNI yang ada di Kota Wuhan, Tiongkok, akibat kasus virus corona. Setidaknya, 42 tim penjemput WNI sudah disiapkan dengan persiapan khusus demi mencegah paparan virus yang sudah membunuh lebih dari 250 orang ini.

Pemerintah Jemput WNI Di Wuhan Akibat Kasus Virus Corona

Indonesia Menjemput WNI di Wuhan

Menlu Retno Marsudi menyebut tim penjemput berasal dari TNI, Kemlu, Kemenkes, dan kru dari Batik Air, maskapai yang diminta untuk menjemput para WNI di kota yang menjadi awal penyebaran virus corona. Retno memastikan bahwa baik penjemput ataupun WNI yang ada di Kota Wuhan berada dalam kondisi sehat. Pesawat diperkirakan akan tiba di Tanah Air pada Minggu, 2 Februari 2020.

“Sebelum berangkat, mereka sudah melakukan beberapa tes untuk memastikan bahwa kondisinya sehat. Situasi ini memang bukan situasi yang normal sehingga semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi ini harus menjalani protokol kesehatan, baik itu selama perjalanan, saat tiba di Tanah Air, atau setelah tiba di Indonesia,” terang Retno.

Para tim yang ditugaskan untuk menjemput WNI ini nantinya akan menggunakan pakaian khusus dan memakai alat pelindung diri sehingga tidak akan mudah terpapar virus corona. Sebagai informasi, beberapa saat lalu beberapa anggota tim penjemput yang berasal dari Jepang justru terpapar virus ini sehingga membuat tim penjemput dari negara lain waspada.

Setidaknya, 245 WNI akan dijemput dari Kota Wuhan. Mereka tidak akan langsung pulang ke rumah, namun dikarantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau demi memastikan bahwa kondisi mereka steril dari virus corona terlebih dahulu. Sebelumnya, ada 5 orang yang telah dikirim ke Wuhan untuk membantu mengakomodir para WNI sekaligus melakukan berbagai macam tes sebelum ikut pulang ke Indonesia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Prosedur Penjemputan Sangat Ketat

Pesawat penjemput yang dipakai adalah Batik Air dengan tipe Airbus A 330-300. Kru di dalam pesawat dipastikan akan memakai peralatan serta pakaian khusus agar tidak mudah terpapar virus corona. Para kru juga sudah diberi arahan untuk memberikan layanan bagi para WNI sekaligus membuat mereka terlindungi dari kemungkinan penularan virus.

Pesawat ini dilengkapi dengan Hepa Cabin Air Filter. Diharapkan, teknologi ini bisa membunuh virus corona. Pesawat juga sudah dicek sedemikian rupa agar aman dan bisa membawa para WNI ini selamat hingga ke Tanah Air.

Alasan Pemilihan Natuna Sebagai Tempat Karantina

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut dipilihnya Natuna sebagai tempat karantina 14 hari para WNI yang berasal dari Wuhan ini disebabkan oleh lokasinya yang jauh dari penduduk.

“Di Natuna terdapat pangkalan rumah sakit yang dikelola oleh tiga bagian militer, baik itu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Lokasi karantina juga sudah dilengkapi dengan perlengkapan untuk kehidupan sehari-hari. Lokasinya sekitar 5-6 km dari pemukiman penduduk. Dari dermaga juga sekitar 6 km. Lokasi ini sesuai dengan protokoler kesehatan,” tegas Hadi.

Negara-Negara Lain Juga Mengevakuasi Penduduknya dari Tiongkok

Selain Indonesia, ternyata ada beberapa negara lain yang sudah memastikan untuk menjemput para warganya di Tiongkok. Sebagai contoh, Australia akan memulangkan warganya dan mengkarantinanya di Pulau Christmas sebelum diperbolehkan pulang. Negara-negara lain seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, India, Selandia Baru, Inggris, dan Turki juga sudah merencanakan hal yang sama.

Negara yang lokasinya dekat dengan Tiongkok seperti Korea Selatan dan Jepang sudah melakukan proses evakuasi. Amerika Serikat juga diketahui sedang melakukan proses evakuasi secara bertahap.

 

Sumber

  1. John, Tara. 2020. These countries have evacuated citizens from Wuhan because of the coronavirus. https://edition.cnn.com/2020/01/29/world/wuhan-coronavirus-evacuations-intl/index.html. (Diakses pada 1 Februari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi