Pemeriksaan Leopold, Teknik Perabaan untuk Mengetahui Posisi Janin

pemeriksaan-leopold-doktersehat

DokterSehat.Com – Pemeriksaan posisi janin dapat dilakukan dengan metode perabaan yang disebut dengan pemeriksaan Leopold. Pemeriksaan yang terdiri dari 4 langkah ini pada dasarnya memiliki tujuan sama seperti pemeriksaan USG (ultrasonografi). Hasil dari pemeriksaan Leopold dapat membantu dokter untuk menentukan prosedur persalinan yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu dan janin.

Apa Itu Pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan Leopold atau disebut juga dengan manuver Leopold adalah pemeriksaan yang melibatkan teknik perabaan perut pada ibu hamil untuk menentukan posisi dan presentasi janin. Nama Leopold diambil dari Christian Gerhard Leopold, seorang ginekolog yang menciptakan teknik ini.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh bidan atau dokter kandungan ketika kandungan memasuki trimester ketiga atau mendekati kelahiran. Pada dasarnya fungsi pemeriksaan Leopold sama dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi).

Selain untuk menentukan posisi dan letak janin, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk memperkirakan berat janin saat lahir. Pemeriksaan ini juga melibatkan penilaian bentuk panggul ibu.

Hasil dari pemeriksaan ini akan menentukan apakah persalinan normal mungkin dilakukan atau mungkin caesar diperlukan.

Tahapan Pemeriksaan Leopold

Secara umum, pemeriksaan Leopold dibagi menjadi 4 tahapan. Langkah pemeriksaan ini disebut dengan langkah Leopold 1, Leopold 2, Leopold 3, dan Leopold 4. Berikut adalah penjelasan dari setiap tahapan pemeriksaan Leopold:

Leopold 1

Dokter atau bidan akan meraba bagian atas rahim (fundus) untuk menentukan ujung janin mana yang berada di bagian atas rahim. Apabila kepala atau bokong janin berada di fundus, artinya janin berada pada posisi vertikal. Apabila tidak, maka janin kemungkinan besar berada pada posisi transversal.

Bagian kepala biasanya terasa kokoh dan keras dan berbentuk bulat. Sedangkan bagian bokong umumnya terasa lunak dan memiliki bentuk yang simetris.

Leopold 2

Pada langkah kedua, dokter atau bidan akan menekan bagian sisi perut. Perabaan ini dilakukan untuk menetapkan posisi tulang belakang dan ekstremitas (anggota gerak).

Cara melakukan manuver kedua ini adalah dengan meletakkan tangan kanan di satu sisi perut, lalu menggunakan tangan kiri untuk menjelajahi rahim di sisi kanan. Lalu mengulangi langkah yang sama untuk sisi perut yang berlawanan.

Bagian punggung atau tulang belakang janin terasa halus dan kencang. Sedangkan bagian ekstremitas akan terasa seperti tonjolan kecil. Bagian belakang harus terhubung dengan bentuk yang terasa di bagian perut bagian bawah dan perut bagian atas.

Leopold 3

Langkah ketiga ini dilakukan untuk mendeteksi bagian janin yang paling dekat dengan jalan lahir. Dokter atau bidan menggunakan jari dan ibu jari satu tangan untuk memegang perut bagian bawah yang terletak di atas simfisis pubis.

Hasil pemeriksaan dari langkah ketiga ini seharusnya memvalidasi hasil dari manuver pertama. Apabila di bagian atas yang teraba adalah bagian bokong, maka di bagian bawah yang teraba adalah tentu bagian kepala.

Leopold 4

Langkah pemeriksaan Leopold yang keempat ini harus dilakukan dengan posisi dokter atau bidan menghadap kaki pasien. Dokter atau bidan akan meraba bagian bawah perut menggunakan kedua tangan.

Apabila kepala janin tertekuk dengan baik, maka letaknya berada di sisi yang berlawanan dengan punggung janin, Jika kepala sudah sulit untuk dirasakan atau diraba, hal ini mungkin menandakan bahwa kepala telah turun ke jalan lahir.

Apakah Pemeriksaan Leopold Efektif?

Pemeriksaan Leopold dapat dikatakan cukup efektif sebagai skrining untuk malpresentasi janin atau mengetahui posisi janin yang kurang tepat.

Sebuah penelitian dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan Leopold pada 150 wanita hamil. Pemeriksaan ini kemudian diikuti dengan pemeriksaan USG sebagai perbandingan. Hasilnya membuktikan bahwa pemeriksaan Leopold yang dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman memang cukup efektif untuk mengetahui posisi janin.

Pemeriksaan ini akan sangat berguna, terutama jika dilakukan di tempat di mana USG mungkin belum tersedia.

Adakah Efek Samping dari Pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan Leopold hampir tidak pernah menimbulkan komplikasi atau efek samping apapun. Prosedur ini relatif aman untuk dilakukan. Namun perlu diingat bahwa pemeriksaan ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional yang sudah terlatih.

Jika dilakukan dengan benar dan oleh orang yang telah terlatih, pemeriksaan Leopold tidak akan menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan dalam Pemeriksaan Leopold

Terdapat beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar pemeriksaan Leopold yang Anda jalani dapat berjalan dengan lancar dan nyaman. Hal-hal tersebut meliputi:

  • Mengosongkan kandung kemih sebelum menjalani pemeriksaan agar tidak timbul rasa tidak nyaman dan kontur janin tidak tersamarkan.
  • Ambil posisi yang nyaman dengan lutut tertekuk selama menjalani pemeriksaan.
  • Angkat badan sedikit ke atas dan posisikan bantal di bawah kepala Anda.
  • Tanyakan semua hal yang ingin Anda tanyakan pada dokter atau bidan tentang pemeriksaan ini.

Nah itu dia berbagai hal yang perlu diketahui tentang pemeriksaan Leopold. Meskipun pemeriksaan ini relatif aman dan juga efektif, namun umumnya pemeriksaan ini juga dilanjutkan dengan pemeriksaan USG atau pemeriksaan lainnya untuk memastikan kondisi janin.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  1. Lydon?Rochelle, Mona et al. 1993. Accuracy of Leopold Maneuvers in Screening for Malpresentation: A Prospective Study. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1523-536X.1993.tb00437.x. (Diakses 17 November 2019).
  2. Perinatology.com. Leopold’s Maneuvers. http://perinatology.com/Reference/glossary/L/Leopolds.htm. (Diakses 17 November 2019).
  3. RegisteredNurseRN.com. Leopold Maneuvers | How to Correctly Perform Leopold Maneuvers Clinical Nursing Skills. https://www.registerednursern.com/leopold-maneuvers-how-to-correctly-perform-leopold-maneuvers-clinical-nursing-skills/. (Diakses 17 November 2019).