Terbit: 7 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil merupakan hal utama dan sangat penting di dalam persiapan kehamilan. Rencanakanlah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ini bersama suami sebelum Anda hamil. Pemeriksaan kehamilan ini bisa membantu dokter untuk melihat kemungkinan kelalaian genetik dan hal lainnya yang serupa.

7 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Hamil yang Penting Dilakukan

Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil bermanfaat untuk memastikan bahwa Anda sehat, sehingga mendukung perkembangan dan pertumbuhan janin yang sehat pula. Mungkin Anda akan ditanya tentang riwayat kesehatan, keluarga, pasangan, obat-obatan yang sedang digunakan, dan gaya hidup. Hal ini penting diketahui dokter kandungan untuk bisa mengetahui pemeriksaan kesehatan yang perlu Anda lakukan.

Beberapa pemeriksaan kesehatan sebelum hamil

Pemeriksaan kesehatan merupakan persiapan kehamilan yang pertama sebaiknya dilakukan. Pemeriksaan kesehatam sebelum hamil penting dilakukan untuk memastikan Anda, dan janin Anda akan memiliki kehamilan yang sehat.

Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan kesehatan sebelum hamil:

1. Tes darah

Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil berupa tes darah adalah hal umum yang paling sering dilakukan kepada pasien. Tes darah ini bertujuan untuk memantau apakah ada gangguan genetika. Anda dan pasangan bisa saja membawa penyakit turunan tanpa disadari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Tes darah untuk melihat kelainan genetik yang sering direkomendasikan dokter seperti cystic fibrosis dan penyakit Tay-Sachs. Tes cystic fibrosis bertujuan untuk mengetahui adanya lendir tebal yang bisamerusak organ tubuh.

Tes penyakit Tay-Sachs bertujuan untuk memantau potensi adanya hal yang bisa menghancurkan sel-sel saraf dalam tubuh. Apabila Anda dan pasangan Anda ternyata positif memiliki kelainan genetik maka sebaiknya Anda memilih untuk mengikuti program bayi tabung sehingga pengujian dapat dilakukan pada embrio.

Baca juga: Sebelum Merencanakan Kehamilan, Anda Harus Mengetahui Masa Ovulasi

2. Tes gula darah

Pemeriksaan kesehatan lainnya yang penting dilakukan sebelum hamil adalah tes gula darah. Melalui tes gula darah, dokter bisa mengetahui apakah Anda dan pasangan menderita diabetes.

Deteksi adanya potensi diabetes cukup penting karena pasien dengan diabetes yang kurang terkontrol memiliki peningkatan risiko pertumbuhan janin yang berlebihan selama kehamilan. Bayi Anda pun bisa berpotensi memiliki gula darah yang sangat rendah setelah lahir apabila salah satu dari orang tuanya terkena diabetes.

Peluang untuk melahirkan meninggal dan operasi caesar juga semakin meningkat. Melalui tes gula darah yang dilakukan selama tiga bulan, Anda dan dokter akan tahu kadar gula darah. Dokter pun bisa memberikan solusi apabila ternyata Anda atau pasangan positif diabetes.

3. Tes fungsi tiroid

Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes fungsi tiroid. Hal ini cukup penting demi perkembangan janin. Apabila Anda menderita hipotiroidisme maka berarti tubuh Anda tidak memiliki cukup hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid akan menghambat perkembangan janin untuk berkembang secara normal.

4. Tes pap smear

Tes pap smear sebaiknya dilakukan oleh para wanita yang ingin hamil. Pemeriksaan kesehatan yang satu ini cukup penting karena menyangkut kesehatan pada area kehamilan, yaitu serviks atau leher rahim.

Melalui tes pap smear, dokter bisa mendeteksi masalah yang ada pada serviks atau leher rahim. Tes pap smear akan mengambil sampel sel-sel yang ada pada serviks lalu akan diteliti. Dokter bisa mengetahui apabila serviks Anda mengalami infeksi atau memiliki sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi sel kanker.

5. Tes STI

Pemeriksaan kesehatan berupa tes STI (Sexually Transmitted Infections) termasuk jenis tes yang penting untuk dilakukan sebagai persiapan kehamilan sehat. Tes STI bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual.

Penyakit menular seksual ini bisa mengganggu saluran telur dan membuat sulit hamil. Selain itu, penyakit HIV, Hepatitis B atau C bisa ditularkan ke bayi. Sedangkan penyakit sifilis bisa menyebabkan kelainan pada bayi. Oleh karena itu, wanita yang sudah aktif berhubungan seksual dan juga dalam persiapan kehamilan, dianjurkan untuk mengikuti tes STI.

6. Tes TORCH

Tes TORCH yang merupakan singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex Virus adalah jenis pemeriksaan kesehatan yang cukup akrab di kalangan wanita yang sedang melakukan persiapan kehamilan yang sehat.

Jangan pernah menganggap remeh tes ini karena tes TORCH memiliki manfaat untuk mencegah infeksi TORCH. Infeksi TORCH bisa menyebabkan risiko keguguran dan kecacatan pada bayi.

Baca juga: Obat-Obatan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

7. Pemeriksaan terapi obat yang digunakan

Anda perlu melakukan pemeriksaan terkait semua jenis obat yang Anda konsumsi. Hal ini bisa dilakukan melalui konsultasi dengan calon dokter kandungan Anda. Konsultasikanlah semua jenis penyakit dan terapi obat yang sedang Anda jalani. Lalu dokter kandungan akan menganalisis jenis obat-obatan tersebut apakah aman untuk Anda dan janin Anda nanti.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi