DokterSehat.Com– Pembengkakan kelenjar getah bening adalah penyakit yang sering dialami oleh orang dewasa. Namun ternyata kondisi ini juga bisa dialami oleh anak-anak, termasuk bayi. Berbahayakah kondisi ini?

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Mengenal kelenjar getah bening pada anak

Sebelum mengkhawatirkan kondisi bengkaknya kelenjar getah bening pada anak, perlu kita ketahui dulu apa sebenarnya kelenjar getah bening tersebut. Kelenjar getah bening adalah kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh pada infeksi dan penyakit. Kelenjar ini mengandung sel limfosit yang akan menghasilkan antibodi untuk melawan kuman penyebab infeksi.

Ketika sedang terjadi infeksi dalam tubuh, maka produksi limfosit meningkat dan menyebabkan pembengkanan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening umumnya berada di beberapa tempat seperti leher, ketiak, bawah rahang, dan belakang telinga. Jika Anda mendapati si kecil mengalami pembengkakan di area tersebut, kemungkinan ia sedang mengalami infeksi.

Beberapa penyakit yang menyebabkan pembengkanan kelenjar getah bening pada bayi antara lain infeksi telinga, radang tenggorokan, flu, demam berdarah, tumbuh gigi dan sinusitis.

Secara umum pembengkakan kelenjar getah bening bukan merupakan suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan, namun justru dapat menjadi penanda bahwa anak mengalami infeksi. Untuk itu orang tua tidak perlu panik pada kondisi ini dan sebaiknya fokus pada penyebab infeksi yang sebenarnya. Dengan penanganan yang tepat, kelenjar getah bening anak akan kembali normal setelah infeksi sembuh.

Kapan perlu memeriksakan anak ke dokter?

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya akan sembuh dengan sendirinya selama beberapa hari. Namun Anda perlu memeriksakan si kecil jika bengkak tidak mengecil dalam waktu lima hari dan justru semakin besar. Selain itu jika pembengkakan diiringi demam tinggi melebihi 38 derajat Celcius dan kulit sekitar kelenjar getah bening tampak kemerahan.