Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Diabetes merupakan salah satu penyakit akibat kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Penyakit ini bisa menyerang seseorang yang memiliki pola hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi gula atau makanan manis. Seperti yang Anda ketahui bahwa selain mengonsumsi makanan asin, mengonsumsi makanan manis juga telah menjadi suatu kebiasaan bagi sebagian besar orang di Indonesia.

Pemanis Buatan Tidak Menjamin dapat Terhindar dari Diabetes

Photo Credit: flickr

Untuk itu mereka akan mencari solusi yang tepat untuk tetap bisa mengonsumsi makanan manis tanpa perlu membahayakan kesehatan, yakni dengan cara mengganti gula dengan pemanis buatan non kalori. Tidak sedikit orang mengurangi konsumsi gula dengan beralih menggunakan pemanis buatan non kalori yang dipercaya ampuh untuk menghindari penyakit diabetes.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa penggunaan pemanis buatan non kalori ternyata bukanlah sebuah solusi yang tepat. Pasalnya, sebuah studi menunjukkan bahwa pemanis buatan seperti aspartman dan asesulfam justru dapat menimbulkan masalah kesehatan, sama seperti penggunaan gula dan makanan manis lainnya.

Salah satu peneliti dari Medical College melakukan sebuah penelitian terkait penggunaan pemanis buatan non kalori sebagai pengganti gula. Penelitian tersebut menggunakan objek tikus yang diberikan makan pemanis buatan dan didiamkan selama 3 minggu. Hasilnya, sampel darah dari tikus tersebut menunjukkan perubahan konsentrasu lemak, asam amino, dan biokimia yang signifikan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Jika dikonsumsi secara terus menerus, kemungkinan besar pemanis tersebut jutru dapat menimbun lemak dalam tubuh. Lemak yang semakin menumpuk dan teritimbun di dalam tubuh akan menyebabkan penyakit diabetes.

Tidak hanya itu saja, penyakit lain seperti obesitas juga akan mengintai tubuh akibat dari konsumsi pemanis buatan secara berlebihan. Hal itu disebabkan karena ketika masuk ke dalam tubuh, pemanis buatan tidak memiliki fungsi yang sama seperti gula yakni dapat menghasilkan energi. Pemanis buatan yang tidak dapat menghasilan energi tersebut tentu saja tidak akan bisa membakar lemak, sehingga lemak di dalam tubuh akan semakin menumpuk dan menyebabkan obesitas.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi