Amankah Menggunakan Minyak Zaitun untuk Pelumas Seks?

doktersehat minyak zaitun untuk pelumas
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Secara alami vagina dari wanita sudah menghasilkan cairan pelumas yang membantu pria melakukan penetrasi. Cairan pelumas ini akan mengurangi gesekan antara penis dan liang dari vagina. Gesekan yang berkurang akan memberikan kenikmatan pada dua belah pihak karena seks berjalan dengan lebih baik.

Oh ya, meski vagina bisa menghasilkan cairan pelumas sendiri, ada kalanya pasangan tetap membutuhkan cairan pelumas tambahan. Cairan ini diperlukan untuk membantu wanita yang susah menghasilkan cairan pelumas atau untuk menambah kenikmatan bercinta.

Salah satu cairan yang bisa digunakan oleh pasangan adalah minyak zaitun. Cairan ini banyak digunakan oleh masyarakat karena dikenal alami dan memberikan manfaat untuk kulit. Namun, untuk vagina dan penis, apakah minyak zaitun benar-benar aman? Simak ulasan di bawah ini, ya.

Kelebihan minyak zaitun untuk pelumas

Ada beberapa kelebihan yang diberikan oleh minyak zaitun untuk pelumas saat bercinta dengan pasangan, berikut selengkapnya.

  • Mudah didapatkan dan semua orang bisa membelinya. Kalau ingin membeli pelumas asli untuk seks, beberapa orang sering malu sehingga kerap membelinya secara online sebelum menggunakannya.
  • Hanya butuh sedikit pelumas untuk memberikan efek licin pada penis dan juga vagina.
  • Efek yang diberikan cukup lama karena terbuat dari minyak. Anda dan pasangan tidak perlu berkali-kali menambahkan pelumas kalau seks berjalan cukup intens dan lama.

Kekurangan minyak zaitun untuk pelumas

Karena minyak zaitun sebenarnya digunakan untuk perawatan kulit luar dan juga makanan, ada beberapa risiko yang akan dialami oleh pakaiannya. Berikut hal yang akan terjadi kalau bercinta dengan minyak zaitun.

  • Memungkinkan terjadinya sobek pada kondom yang digunakan. Minyak zaitun akan mengikis kondom bahan lateks perlahan-lahan sehingga menggunakan pelumas ini sama halnya bercinta tanpa pengaman.
  • Karena kondom bisa robek, peluang terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan akan besar. Selain itu, peluang penularan penyakit seksual bisa saja terjadi karena cairan kelamin saling mengenai alat vital.
  • Beberapa wanita tidak tahan dengan minyak zaitun. Mereka kerap mengalami gatal karena merasa alergi. Meski kemungkinan ini cukup kecil, Anda harus tetap memperhatikannya.
  • Minyak zaitun susah sekali terserap oleh kulit, bahkan menimbulkan efek tambahan seperti rasa gatal hingga munculnya bisul di sekitar kemaluan.
  • Minyak zaitun memiliki cukup banyak jenis mulai dari yang food grade hingga untuk perawatan kulit. Selain itu setiap minyak juga memiliki tanggal kedaluwarsanya. Kalau Anda menggunakan minyak yang susah basi, risiko besar bisa terjadi pada kemaluan.
  • Terakhir, penggunaan minyak zaitun juga meningkatkan risiko infeksi ragi pada wanita yang bisa mengganggu fungsi seksual dan reproduksi mereka.

Hal yang harus diperhatikan jika menggunakan minyak zaitun saat seks

Kalau Anda terpaksa menggunakan pelumas ini karena tidak ada yang lain perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Pastikan aktivitas tetap tidak berisiko menularkan penyakit menular seksual atau menyebabkan kehamilan padahal Anda sedang mengendalikannya.
  • Pelumas dari minyak zaitun ini cukup mudah keluar dan mengotori seprai. Jadi, pastikan minyak zaitunnya tidak tercecer ke mana-mana karena akan susah saat dibersihkan nantinya. Lebih baik melakukannya dengan alas tambahan atau di kamar mandi.
  • Karena minyak susah sekali dibersihkan, lakukan pembersihan segera setelah bercinta. Setelah melakukan pembersihan dengan benar, kemungkinan terjadi infeksi atau bisul di sekitar kemaluan bisa saja menurun.
  • Pastikan minyak zaitunnya tidak kedaluwarsa.

Nah, sudah tahu kan kalau minyak zaitun itu sebenarnya tidak aman untuk pelumas. Meski memberikan efek licin, Anda harus menanggung cukup banyak efek samping. Semoga ulasan di atas bermanfaat!