Terbit: 4 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Secara alami, wanita memang bisa menghasilkan pelumas di dalam vagina. Saat mereka terangsang atau mendapatkan stimulasi yang maksimal dari pria, vagina akan mengeluarkan cairan licin yang banyak. Cairan ini digunakan untuk membantu pasangan mendapatkan seks yang hebat dan tidak sakit.

Beberapa Jenis Pelumas Seks yang Sangat Berbahaya Jika Digunakan

Meski vagina memiliki kemampuan menghasilkan cairan pelumas, ada kalanya cairan tidak bisa dihasilkan dengan maksimal. Oleh karena itu, pasangan memiliki alternatif lain dengan pelumas tambahan. Pelumas ini digunakan untuk membantu wanita melicinkan area dalam vaginanya.

Oh ya, meski penggunaan pelicin diperbolehkan, Anda tidak disarankan menggunakan pelicin dadakan dari bahan berbahaya di bawah ini.

  1. Lotion tubuh

Bahan pelumas pertama yang tidak boleh digunakan oleh pasangan adalah lotion tubuh. Lotion yang dijual di pasaran memang memberikan efek licin. Namun, bahan bakunya cukup berbahaya untuk organ internal dari vagina. Belum lagi kandungan pewangi dari sabun yang cukup berbahaya.

Lotion juga mudah kering dan menempel di kulit. Coba bayangkan apa yang terjadi di vagina kalai lotion itu tidak bisa dibersihkan? Tentu akan ada gangguan yang terjadi entah perubahan pH dari vagina dan adanya infeksi yang menyebabkan keputihan atau gangguan seksual lainnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Sabun cair

Pelumas darurat kedua yang sering digunakan oleh pasangan yang terlanjur tidak memiliki stok adalah sabun cairan atau sejenisnya. Sabun akan digunakan untuk melumuri penis sehingga agak berbusa dan licin. Selanjutnya pria melakukan penetrasi seperti biasanya untuk mendapatkan kepuasan.

Sabun memang membuat seks jadi lancar karena licin lebih lama. Namun, bahan dari sabun ada banyak dan efeknya berbeda-beda. Ada sabun yang memiliki efek dingin dan panas pada vagina. Selain itu, penetrasi yang dilakukan dengan intens ada kemungkinan membuat permukaan di dalam vagina jadi rusak dan iritasi.

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa sering digunakan sebagai pelumas alami oleh pasangan yang tidak memiliki pelumas berbahan dasar air. Minyak kelapa dipilih karena tahan lama dan tidak mengandung bahan yang berbahaya. Selain itu, minyak kelapa yang bening mudah didapatkan di pasaran.

Meski minyak kelapa dianggap aman, padangan yang menggunakannya harus memahami beberapa hal. Pertama, minyak kelapa akan membuat lateks jadi mudah rapuh. Kondom akan mudah sekali robek saat seks. Selanjutnya, minyak kelapa susah dicuci dan bisa membuat pH dari vagina berubah. Kalau vagina berubah keasamannya, bakteri baik yang hidup di dalamnya bisa mati dengan cepat.

  1. Air liur

Pelumas darurat lain yang sering digunakan oleh pasangan adalah air liur. Air liur digunakan karena bisa memberikan efek licin dengan mudah. Namun, air ini justru berisiko sebabkan masalah yang cukup besar pada vagina dan penis. Air liur kadang mengandung bakteri dan penyakit lainnya.

Kalau air liur yang mengandung bakteri masuk ke vagina, kemungkinan terjadi infeksi akan cukup besar. Kalau pria melakukan penetrasi dengan intens, bakteri bisa masuk lebih ke dalam sehingga infeksi jadi cepat terjadi.

  1. Pelumas yang membuat alergi

Pelumas selanjutnya yang  tidak boleh digunakan adalah pelumas yang membuat pria atau wanita alergi. Pelumas yang dijual di pasaran memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada pelumas yang memberikan efek hangat dan dingin dan ada yang memiliki bahan lain yang kadang menimbulkan alergi.

Kalau pelumas yang dicoba di tangan menimbulkan rasa gatal, artinya Anda tidak bisa menggunakannya. Lebih baik menunggu dulu untuk membeli pelumas dengan bahan dasar air yang lebih aman dan nyaman saat digunakan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi