Terbit: 15 April 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji


Simak penjelasan nyeri payudara saat hamil selengkapnya di bawah ini. Saat seorang wanita dinyatakan hamil, banyak perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Perubahan hormon adalah salah satu kondisi yang bisa memengaruhi tubuh. Beberapa wanita mengatakan bahwa payudara sakit saat hamil sering terjadi pada trimester pertama, meski begitu kondisi ini bisa terjadi pada tahap apa pun selama kehamilan.

payudara-sakit-saat-hamil-doktersehat

Apakah Payudara Sakit saat Hamil Umum Terjadi?

Sebelum menjelaskan mengenai nyeri payudara saat hamil, perlu diketahui bahwa rasa sakit yang terjadi memang menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Rasa nyeri yang dirasakan dapat muncul hanya dalam satu hingga dua minggu setelah pembuahan.

Meski begitu, gejala kehamilan setiap wanita berbeda-beda, tidak semua wanita mengalami payudara sakit. Kadang-kadang, nyeri payudara juga bisa menjadi tanda dimulainya siklus menstruasi. Oleh karenanya, tes kehamilan atau mengunjungi dokter kandungan diperlukan untuk memastikan apa penyebab dari rasa nyeri.

Kapan Payudara Mulai Terasa Sakit saat Hamil?

Nyeri payudara saat hamil biasanya terjadi saat minggu ketiga dan keempat kehamilan. Sensasi sakit payudara memuncak pada trimester pertama karena tubuh akan dibanjiri dengan hormon. Hormon-hormon ini memiliki tugas untuk mempersiapkan payudara untuk menyusui.

Akan tetapi, tidak semua ibu hamil menyadari nyeri payudara saat hamil. Ada ibu hamil yang tidak merasakan nyeri sama sekali, ada yang merasa nyeri sedikit, dan ada pula yang merasa sangat nyeri.

Penyebab Payudara Sakit saat Hamil

Rasa nyeri yang terjadi pada payudara selama masa kehamilan memiliki beberapa penyebab. Namun, penyebab utamanya adalah terkait dengan perubahan hormon. Sekresi beberapa hormon selama kehamilan bisa menyebabkan nyeri pada payudara. Berikut ini adalah beberapa penyebab payudara sakit saat hamil, di antaranya:

1. Pertumbuhan Kelenjar Susu

Dua hormon penting selama proses kehamilan adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut bisa dikatakan sebagai penyebab utama payudara sakit saat hamil. Hormon estrogen dan progesteron serta prolaktin memberikan rangsangan terhadap kelenjar susu di dalam payudara.

Akibatnya, kelenjar susu di dalam payudara akan mengalami pertumbuhan. Kelenjar susu mulai tumbuh dan bersiap untuk menyediakan ASI bagi bayi.

2. Perkembangan Saluran di Jaringan Payudara

Tidak hanya kelenjar susu, saluran-saluran yang ada di dalam jaringan payudara juga ikut mengalami perkembangan. Saluran susu yang ada di dalam payudara akan terdorong untuk berkembang sebagai akibat rangsangan dari hormon estrogen dan progesteron.

Saluran susu akan menjadi lebih besar dan mulai memproduksi serta menyimpan ‘cairan emas’ (kolostrum) yang sangat berharga bagi bayi. Perkembangan saluran susu tersebut menimbulkan rasa sakit pada payudara.

3. Peningkatkan Volume Darah di Payudara

Payudara sakit saat hamil tidak hanya terkait dengan persiapan pemberian ASI untuk bayi. Rasa nyeri pada payudara ini juga disebabkan karena adanya peningkatan volume aliran darah selama masa kehamilan.

Peningkatan volume darah ini juga merambah ke bagian payudara sehingga menimbulkan efek nyeri. Hormon progesteron dan human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang berperan terhadap peningkatan volume darah di payudara.

4. Nyeri pada Puting

Nyeri payudara saat hamil juga meliputi bagian puting. Ada hormon kehamilan tertentu yang menyebabkan perubahan melanosit sehingga warna puting mengalami perubahan. Kondisi ini akan membuat warna puting menjadi lebih gelap.

Hal ini kerap kali membuat sebagian besar ibu hamil merasakan nyeri pada bagian puting. Anda tidak perlu cemas karena perubahan ini berguna bagi bayi.

5. Pertambahan Massa Lemak Payudara

Perubahan hormonal memang menjadi penyebab utama payudara sakit saat hamil. Akan tetapi, itu bukan satu-satunya alasan. Mayoritas ibu hamil akan mengalami peningkatan nafsu makan dan akhirnya menyebabkan peningkatan berat badan.

Berat badan yang terus meningkat juga memengaruhi pertambahan massa lemak di dalam payudara. Adanya penambahan massa lemak ini membuat isi payudara semakin sesak dan padat. Akibatnya, Anda akan merasakan nyeri payudara.

Payudara Sakit Bukan karena Kehamilan

Meski penjelasan sebelumnya mengaitkan payudara sakit dengan kehamilan, hal penting yang perlu diketahui adalah nyeri payudara tidak selalu terkait dengan kehamilan. Terdapat beberapa kondisi lain yang juga menyebabkan rasa sakit, antara lain:

  • Payudara fibrokistik
  • Sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS)
  • Mastitis
  • Menopause
  • Pubertas (pada anak laki-laki maupun perempuan)
  • Konsumsi obat tertentu
  • Perubahan hormon selama siklus menstruasi

Cara Mengatasi Payudara Sakit saat Hamil

Sebelum memulai perawatan untuk nyeri payudara, diskusikan masalah ini dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Perawatan yang paling efektif tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi payudara sakit saat hamil, di antaranya:

1. Kompres Dingin

Cara mengatasi nyeri payudara saat hamil bisa dilakukan dengan mengompres payudara menggunakan air dingin. Letakkanlah lap yang di dalamnya ada es batu pada payudara. Bagi sebagian ibu hamil, cara ini bekerja mengurangi rasa nyeri.

2. Kompres Hangat

Tidak semua ibu hamil yang mengalami nyeri payudara memberikan respon yang positif terhadap kompres dingin. Jika kompres dingin tidak mengurangi rasa sakit, Anda bisa menggunakan kompres hangat. Tetapi tidak diperbolekan saat terjadi tanda peradangan di payudara

3. Pijat Payudara

Payudara sakit saat hamil juga bisa diatasi dengan melakukan pemijatan. Gunakanlah minyak gosok atau krim pijat yang aman bagi ibu hamil untuk melakukan pijatan di sekitar payudara. Pijatlah payudara dengan gerakan melingkar secara perlahan. Hindari memijat pada bagian puting.

4. Menggunakan Bra yang Sesuai

Biasanya ukuran bra akan bertambah satu atau dua ukuran dari ukuran semula. Jika Anda masih menggunakan dengan ukuran yang lama, maka payudara akan terjepit dan membuat rasa nyeri semakin bertambah.

Oleh karena itu, ukuran bra yang sesuai bisa mengatasi payudara sakit saat hamil. Selain ukuran, pilihlah bra yang menggunakan bahan yang nyaman dan menyerap keringat seperti katun.

5. Mengenakan Bra Olahraga

Gerakan tubuh yang tidak tepat dapat memperburuk rasa sakit, jadi apa pun yang dapat Anda lakukan untuk menjaga payudara agar tidak berguncang bisa mencegah rasa nyeri. Cobalah untuk mengenakan bra khusus olahraga. Bra ini biasanya dirancang untuk meminimalkan gerakan.

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan bra jenis ini, rasa tidak nyaman biasanya akan dirasakan karena terjadinya pengetatan pada payudara. Meski sakit, Anda harus mencoba untuk menahannya selama beberapa menit, mengingat manfaat yang didapatkan jauh lebih penting.

6. Tidur Menggunakan Bra

Payudara sakit saat hamil bisa diatasi dengan mengenakan bra saat tidur. Bra meminimalkan gerakan dan melindungi puting dari gesekan pakaian atau seprai. Meski ada bra yang dibuat khusus untuk tidur, Anda bisa mengenakan bra khusus olahraga atau yang biasa.

7. Menghindari Kontak

Secara insting, saat seorang ibu hamil yang payudaranya terasa sakit, segala aktivitas yang dilakukan pasti akan menghindari untuk menyentuh payudaranya. Namun, ada beberapa kebiasaan sering tidak disadari, misalnya menggunakan tas selempang. Guna menghindari nyeri, sebaiknya gunakanlah tas ransel.

Sementara, jika pasangan menyentuh payudara saat berhubungan seks, jangan takut untuk berbicara dan beri tahu pasangan mengenai kondisi yang dialami. Terbukalah dengan pasangan dan jangan mengambil risiko untuk menahan rasa sakit.

Pada akhirnya, payudara sakit saat hamil bisa terjadi jangka pendek atau terjadi lagi setelah melahirkan. Namun, rasa sakit mungkin menjadi lebih mudah ditangani dan ditoleransi saat Anda mendekati trimester terakhir.

Jika kondisi ini disertai dengan benjolan di payudara, benjolan di ketiak, benjolan terasa menyakitkan, cairan dari puting mengeluarkan bau busuk disertai darah atau keluar tanpa dilakukan pijatan, serta mengalami perubahan warna atau struktur payudara, Anda harus segera ke dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan.

 

  1. Anonim. Breast pain when pregnant. https://www.oviahealth.com/guide/10246/breast-pain-during-pregnancy.
  2. Dresden, Danielle. 2020. Breast pain and pregnancy: Diagnosis and treatments. https://www.medicalnewstoday.com/articles/breast-pain-and-pregnancy. (Diakses pada 15 April 2020).
  3. Osborn, Corinne. 2019. Do Sore Boobs Mean I’m Pregnant? Plus, Why This Happens. https://www.healthline.com/health/pregnancy/breast-pain-in-pregnancy-as-early-sign-vs-during-period-more-do-sore-boobs-mean-im-pregnant-plus-why-this-happens. (Diakses pada 15 April 2020).
  4. Singh, Medha. 2020. Breast Pain During Pregnancy: Types, Causes, And Ways To Relieve It. https://www.momjunction.com/articles/reduce-breast-pain-pregnancy_002972/#gref. (Diakses pada 15 April 2020).
  5. Weiss, Robin Elise, PhD, MPH. How to Deal With Sore Breasts in Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/ways-to-deal-with-sore-breasts-in-pregnancy-2760029. (Diakses pada 15 April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi