Terbit: 5 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Banyak wanita yang mengaku mengidam-idamkan ukuran payudara yang besar. Hal ini dianggap bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri. Hanya saja, memiliki payudara besar sebenarnya juga bisa memberikan kerugian tersendiri. Penelitian terbaru bahkan membuktikan bahwa wanita dengan ukuran payudara besar cenderung mengalami gejala flu yang jauh lebih parah dibandingkan dengan wanita berukuran payudara lebih kecil. Kok bisa?

Punya Payudara Besar, Gejala Flu Bisa Lebih Parah

Kaitan Antara Ukuran Payudara dengan Gejala Flu

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa wanita dengan payudara besar memiliki risiko terkena infeksi pernapasan dalam durasi waktu dua kali lipat jika dibandingkan dengan wanita dengan ukuran payudara kecil. Sebagai informasi, wanita dengan dada kecil rata-rata mengalami gejala pilek dan batuk sekitar 8 hari. Mereka juga cenderung tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk mengatasinya.

Sebaliknya, wanita dengan payudara besar memiliki kemungkinan 56 persen untuk mengonsumsi antibiotik demi mengatasi flu. Hal ini sepertinya terkait dengan tumpukan lemak yang lebih banyak pada payudaranya. Lemak ini dianggap bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih sulit untuk pulih dengan cepat saat terkena infeksi.

Penelitian ini dilakukan di Polandia dan dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Arc-Hives of Sexual Behavior. Dalam penelitian ini, 400 wanita dilibatkan untuk mengetahui bagaimana kondisi flu dan infeksi pernapasan yang dialami dalam waktu 3 tahun.

Berbagai Kerugian Lain Memiliki Payudara Besar

Tak hanya rentan mengalami gejala flu yang lebih parah, pakar kesehatan menyebut ada kerugian lain yang bisa kita dapatkan jika memiliki payudara besar.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Berikut adalah kerugian-kerugian tersebut.

  1. Bisa Menyebabkan Postur Tubuh yang Tidak Baik

Pakar kesehatan menyebut ukuran payudara yang besar tanpa disadari juga bisa memberikan beban berlebihan pada dada. Hal ini tentu akan menyebabkan postur tubuh menjadi kurang ideal. Dampaknya bisa memicu sensasi nyeri pada bagian punggung dan leher yang harus menyangga beban yang cukup besar tersebut.

Dalam dunia medis, ada masalah postur tubuh yang disebabkan oleh ukuran payudara yang besar ini, yakni lordosis atau tulang belakang yang tertarik ke depan sehingga mirip seperti orang yang membungkuk.

  1. Bisa Menyebabkan Masalah Kulit

Banyak wanita dengan ukuran payudara besar yang mengeluhkan adanya lipatan atau gesekan kulit pada bagian bawah payudara yang bisa menyebabkan munculnya keringat dalam jumlah yang besar. Hal ini tentu akan membuat area tersebut terlalu lembap dan akhirnya meningkatkan risiko terkena infeksi jamur. Dampaknya tentu akan menyebabkan sensasi gatal-gatal dan mudah lecet.

  1. Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut wanita dengan ukuran payudara yang besar cenderung memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara. Dalam penelitian yang dilakukan Chamnida Sellahewa dan melibatkan 120 pasien, disebutkan bahwa para pasien ini menjalani prosedur mastektomi atau pengangkatan payudara akibat kanker. Semakin besar payudara yang diangkat, semakin besar tumor yang dipicu oleh kanker ini.

  1. Merasa Tidak Nyaman

Meskipun bisa memberikan rasa percaya diri, ada sebagian wanita yang ternyata tidak nyaman dengan ukuran payudara yang terlalu besar karena dianggap bisa menjadi daya tarik seksualitas bagi lawan jenis. Bahkan, banyak wanita yang mengaku kesulitan mendapatkan pakaian dengan ukuran yang pas akibat ukuran payudaranya.

  1. Kesulitan Berolahraga

Banyak wanita dengan payudara besar kesulitan untuk berolahraga karena aktivitas fisik bisa menyebabkan guncangan pada payudaranya yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Bahkan, meskipun sudah memakai bra khusus berolahraga, tetap saja rasa nyeri ini bisa muncul.

 

Sumber:

  1. Connolly, Lucy. 2020. Women With Big Boobs Suffer Worse Colds, Research Reveals. unilad.co.uk/health/women-with-big-boobs-suffer-worse-colds-research-reveals/. (Diakses pada 5 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi