Awas, Patah Hati Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

efek-patah-hati-doktersehat

DokterSehat.Com– Banyak orang menganggap patah hati sebagai masalah yang sepele. Memang, perasaan akan terasa terpuruk karena hal ini, namun biasanya suasana hati akan membaik dan kita akan bisa melupakannya. Masalahnya adalah jika patah hati berlangsung hingga lama dan berlarut-larut, bisa saja akan menyebabkan masalah kesehatan. Tak hanya kesehatan mental, pakar kesehatan bahkan menyebut patah hati bisa saja memicu datangnya kanker. Kok bisa?

Kaitan antara patah hati dengan risiko kanker

Dikutip dari Medical Daily, disebutkan bahwa tekanan pada emosi dan fisik saat mengalami patah hati bisa ikut meningkatkan risiko kanker. Karena alasan ini pulalah, jika kita memiliki kondisi mental yang lebih baik, risiko untuk selamat dari penyakit kanker juga ikut meningkat.

Dalam dunia medis, sindrom patah hati juga bisa disebut sebagai sindrom takotsubo. Meski terlihat sepele, pakar kesehatan menyebut dampaknya bisa saja setara layaknya serangan jantung. Gejala yang akan muncul akibat masalah kesehatan ini adalah nyeri pada dada, napas yang terasa lebih pendek, hingga bilik jantung yang semakin besar ukurannya sehingga membuat sirkulasi darah terganggu.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.600 pasien yang menderita sindrom patah hati ini, dihasilkan fakta bahwa 1 dari 6 orang yang mengalami sindrom ini memiliki peningkatan risiko kanker. Dalam kurun waktu lima tahun, kemungkinan untuk selamat dari masalah kesehatan ini bahkan akan semakin menurun jika kondisi psikis mereka tak kunjung membaik.

Christian Templin, salah satu pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini dari University Hospital, Zurich, Swiss, menyebut kanker payudara sebagai salah satu penyakit yang paling sering muncul dalam penelitian ini. Penyakit lain yang bisa muncul adalah tumor yang muncul pada organ-organ pencernaan, kulit, dan kelamin.

“Pasien yang mengalami sindrom patah hati lebih rentan untuk mengalami kematian dini jika mereka tak kunjung mengatasi kondisinya,”ucap Templin.

Hanya saja, patah hati yang menyebabkan dampak ini tidak selalu karena masalah percintaan. Kondisi mental yang jatuh akibat divonis terkena penyakit tertentu juga bisa menjadi pemicu utama munculnya kanker atau memburuknya kondisi tubuh.

Mencegah kanker

Mengingat kanker termasuk dalam penyakit yang sulit untuk diobati dan bahkan bisa meningkatkan risiko terkena kematian dini, sebaiknya kita menerapkan gaya hidup yang sehat demi mencegah kedatangannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah kanker.

  1. Mengonsumsi makanan yang lebih sehat

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris, dihasilkan fakta bahwa pola makan mempengaruhi 10 persen dari kasus kanker yang muncul di negara itu. Para peneliti menyebut kebiasaan lebih banyak makan buah dan sayuran bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker perut, dan kanker laring. Sebaliknya, hobi mengonsumsi daging merah dan daging olahan bisa meningkatkan kanker usus.

  1. Rajin berolahraga

Olahraga tak hanya baik bagi berat badan dan organ kardiovaskular. Jika kita rutin melakukannya sekitar 30 menit saja setiap hari, maka risiko terkena kanker payudara bisa ditekan hingga 15 sampai 20 persen. Risiko terkena kanker usus besar juga bisa ditekan hingga 30 atau 40 persen.

Olahraga yang bisa kita lakukan juga tidak perlu yang berat. Jogging, berenang, bersepeda, atau berjalan kaki sudah bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

  1. Tidur cukup

Tidur cukup setiap malam bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 30 persen. Hal ini juga bisa mencegah datangnya obesitas atau kekacauan hormon, faktor utama penyebab datangnya berbagai macam kanker.

  1. Mendapatkan vaksinasi

Mendapatkan vaksinasi HPV bisa membantu kita mencegah kanker serviks. Selain itu, mendapatkan vaksin HBV juga bisa membantu mencegah datangnya kanker hati.